Abu Snan, Sekolah Kita, dan Ikhtiar Menyalakan Nurani - FloresPos Net - Page 3

Abu Snan, Sekolah Kita, dan Ikhtiar Menyalakan Nurani

- Jurnalis

Sabtu, 19 Juli 2025 - 18:14 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dialog antar siswa menjadi bagian dari proses belajar, bukan sekadar interupsi. Dan teknologi hadir sebagai kawan seperjalanan—membantu guru menggali cara berpikir, mengenali potensi, dan merawat jiwa siswa dengan lebih peka. Pendidikan di masa depan adalah tentang tumbuh bersama, bukan hanya maju sendiri.

Di sinilah Abu Snan menjadi cermin kecil yang memantulkan harapan besar. Sekolah itu berhasil menyalakan lentera toleransi di tengah gelapnya konflik, mengajarkan bahwa bahkan di tanah yang penuh ketegangan, anak-anak tetap bisa diajar untuk hidup dalam damai.

Baca Juga :  Fokus pada Pelayanan Publik: Mengatasi Kendala Kapal Nelayan Flores Timur demi Kesejahteraan Nelayan

Maka, Indonesia—dengan keberagaman yang tak ternilai, semangat gotong royong yang berakar kuat, dan tradisi hidup berdampingan yang telah lama bersemi—seharusnya mampu menyalakan terang yang jauh lebih besar. Kita tidak kekurangan nilai, hanya perlu keberanian untuk membangun kurikulum yang membebaskan dan sekolah yang memanusiakan.

Sudah waktunya kita menggeser fokus: dari capaian akademik menuju keutuhan pribadi. Dari sekolah yang menuntut skor, menuju sekolah yang merawat karakter. Dari guru yang mengejar target, menuju guru yang memeluk jiwa.

Baca Juga :  Koperasi Merah Putih di NTT: Peluang atau Ancaman bagi BUMDes?

Sebab, hakikatnya sekolah bukan sekadar tempat belajar, melainkan tempat anak-anak belajar menjadi manusia. Dan dalam dunia yang penuh perubahan, itulah bekal terpenting yang dapat diberikan oleh pendidikan.*

Penulis Adalah, Staf Pengajar pada Sekolah Tinggi Pastoral Atma Reksa Ende

Berita Terkait

Quo Vadis Benih Pangan Lokal di Era Pertanian Modern
Langit Flores Mengabur: Masa Depan Lingkungan Dipertaruhkan
Tanah yang Menolak Dibungkam
Ketika Sekolah Tidak Lagi Memanusiakan Peserta Didik
Menemukan Kembali Harapan Yang Hilang (Menelisik Praktik Judi Online dalam Perspektif Ajaran Sosial Gereja)
Menjaga Ruang Digital Tetap Bernas, Ketika Literasi Mengajak Kita Menebar Kebaikan Bukan Memadamkan Harapan
Antara Panggung Sandiwara, Fenomena Ijazah, dan Filosofi Non Scholae Sed Vitae Discimus
Menutup Celah Calo dan Membuka Akses Kerja: Urgensi Kolaborasi Lintas Kecamatan dalam Sosialisasi dan Mini Job Fair Dinas Nakertrans Sikka
Berita ini 173 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 13:33 WITA

Quo Vadis Benih Pangan Lokal di Era Pertanian Modern

Kamis, 15 Oktober 2026 - 14:14 WITA

Tanah yang Menolak Dibungkam

Kamis, 15 Oktober 2026 - 11:10 WITA

Ketika Sekolah Tidak Lagi Memanusiakan Peserta Didik

Rabu, 14 Oktober 2026 - 09:49 WITA

Menemukan Kembali Harapan Yang Hilang (Menelisik Praktik Judi Online dalam Perspektif Ajaran Sosial Gereja)

Selasa, 13 Oktober 2026 - 18:56 WITA

Menjaga Ruang Digital Tetap Bernas, Ketika Literasi Mengajak Kita Menebar Kebaikan Bukan Memadamkan Harapan

Berita Terbaru

Opini

Quo Vadis Benih Pangan Lokal di Era Pertanian Modern

Jumat, 16 Okt 2026 - 13:33 WITA

Pembicara dan Petinggi Stipas Kupang pose bersama usai kuliah umum.

Nusa Bunga

Membangun Pendidikan yang Humanis dan Ekologis di Era Digital

Jumat, 16 Okt 2026 - 07:46 WITA