“Kami ingin membangkitkan kembali otomotif di Kabupaten Sikka.Terakhir dilaksanakan tahun 2022 dan tahun 2024 gagal dilaksanakan dan sempat di black list dan kami Sikka Racing Team melakukan loby sehingga kami diberikan kepercayaan untuk melaksanakannya,” ucapnya.
Opin mengungkapkan, kejuaraan ini ingin mencari bibit-bibit baru dimana tahun 2028 PON akan dilaksanakan di NTT dimana kategori grass track masuk dalam perlombaan.
Provinsi NTT mendapatkan jatah 4 pembalap tanpa kualifikasi sehingga penyelenggaraan kejuaraan ini bisa dipergunakan mencari bibit untuk mewakili NTT di PON tahun 2028.
“Selain tropi, uang pembinaan untuk juara 1 Rp2 juta, juara 2 Rp1,5 Juara 3 Rp1 juta, juara 4 Rp 750 ribu dan juara 5 Rp500 ribu,” paparnya.
Amandus menambahkan, terkait adanya permasalahan soal lahan yang diberitakan media, dirinya menegaskan pihaknya sudah melakukan komunikasi dengan Polres Sikka.
Pihak kepolisian sudah mempelajari betul kasusnya dan pihak kepolisian menyampaikan bahwa selama penyelenggaran kejuaraan grass track berlangsung maka tidak boleh ada yang mengganggu kegiatan tersebut.
Panitia pun sudah mengantongi rekomendasi dari Polres Sikka dan sudah dikirimkan ke Polda NTT sehingga dalam waktu beberapa hari ke depan izin sudah bisa dikantongi.
“Saya sampaikan kepada masyarakat Kabupaten Sikka terutama masyarakat pecinta otomotif bahwa pelaksanaan grass track tidak ada hambatan dan siap dilaksanakan,” terangnya. *
Penulis : Ebed de Rosary
Editor : Wentho Eliando
Halaman : 1 2










