Ia pun bertanya-tanya kenapa hasil pansus disampaikan ke media tetapi ia katakan itu mungkin dibenarkan dan itu urusan lembaga DPRD Sikka dan dia tetap menghormati.
Meminta Diperiksa
Dirinya juga mendukung kerja Aparat Penegak Hukum (APH) dalam hal ini Kejari Sikka dan dirinya meyakini mereka sangat professional dan mempunyai hati nurani yang tulus untuk memperjelas proses ini.
“Saya sudah diperiksa Rabu (4/6/2025) dan kemarin Selasa (10/6/2025) dirinya meminta sendiri untuk diperiksa kembali sebab untuk menambah dan memperjelas keterangan sebelumnya.
“Ada beberapa keterangan saya yang saya anggap kurang saya minta ditambahkan dan sudah disetujui minggu depan kami akan memberikan keterangan tambahan,” jelasnya.
Frans beharap orang tidak diadili karena viral di media sosial, no viral no justice, orang diadili bukan karena data dan fakta tetapi karena viral dan opini bisa saja mendesak orang untuk diperiksa.
Ia menegaskan, kalau sudah ditangani aparat hukum, mereka bukan no viral no justice tetapi berdasarkan data dan fakta dan sebagai pejabat publik pihaknya harus menerima kondisi ini.
Menurutnya ini sebagai bagian dari dinamika dan dirinya pun tidak perlu Baper (terlalu sensitif atau terbawa perasaan) dan tetap menghormati proses ini termasuk suara-suara dari masyarakat, pers, mahasiswa dan lainnya.
“Saya terbuka soal data dan fakta. Saya sudah undang mahasiswa PMKRI untuk beraudiens agar saya paparkan data dan faktanya agar opini mereka seimbang,” tuturnya.
Program Hibah
Frans juga menegaskan dana penyertaan modal tersebut bukan hanya untuk biaya SR saja tetapi untuk berbagai item kegiatan dan pihaknya sudah melaksanakannya sesuai aturan.
Untuk diketahui, penyertaan modal Pemda Sikka ke Perumda Air Minum Wair Puan berawal dari keinginan Pemda Sikka untuk mendukung program pencapaian hak-hak dasar di bidang air bersih.
Penulis : Ebed de Rosary
Editor : Wentho Eliando
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya










