Ribuan Umat Kevikepan Mbay Gelar Aksi Damai, Tolak Proyek Geothermal - FloresPos Net

Ribuan Umat Kevikepan Mbay Gelar Aksi Damai, Tolak Proyek Geothermal

- Jurnalis

Kamis, 5 Juni 2025 - 10:18 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MBAY, FLORESPOS.net-Sekitar 5000 umat dari 20 paroki di Kevikepan Mbay, Keuskupan Agung Ende, yang tergabung dalam Forum Peduli Lingkungan, menggelar aksi damai menolak kehadiran proyek geotermal di Pulau Flores dan Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis (5/6/2025).

Berdasarkan data yang yang di himpun Florespos.net, Kamis (5/6/2025) untuk wilayah Nagekeo, ada 3 titik yang bakal dijadikan sasaran geotermal, yakni Marapokot di Kecamatan Aesesa, Rendu Teno di Kecamatan Aesesa Selatan, dan Pajoreja di Kecamatan Mauponggo.

Baca Juga :  Pempus Bantu 3 Unit Alat Panen Modern untuk Petani Nagekeo-Alat Ini Bukan untuk Dipajang

Ribuan umat ini melakukan aksi damai di Kantor Bupati dan Kantor DPRD Nagekeo.

Setelah melakukan aksi damai, direncanakan umat beraudiensi dengan Bupati dan meminta Bupati untuk membatalkan proyek geotermal di wilayah Kabupaten Nagekeo.

Aksi damai ini merupakan bentuk protes masyarakat terhadap proyek yang dianggap dapat merusak lingkungan hidup.

Bersatu Menolak Geothermal

Ribuan umat se Kevikepan Mbay ini bersatu untuk menolak proyek geotermal dan meminta pemerintah mempertimbangkan dampak lingkungan hidup sebelum membuat keputusan.

Baca Juga :  BPN Nagekeo Siap Bantu Warga Terdampak Banjir Bandang dengan Sertifikat Tanah Rusak atau Hilang

Aksi damai ini diharapkan dapat menjadi perhatian bagi pemerintah dan masyarakat luas tentang pentingnya menjaga lingkungan hidup.

Aksi damai di kawal ketat aparat Kepolisian Resor Nagekeo dan TNI. Titik kumpul aksi damai di aula Paroki St. Maria Penginanga. Selanjutkan menuju Kantor Bupati dan DPRD Nagekeo. *

Penulis : Arkadius Togo

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

Uniflor Teken MoU dengan Pemkab SBD, Ratu Wulla: Kita Kolaborasi untuk Bangun Daerah
Nagekeo Telah Kantongi Perda Perlindungan Sawah, Jadi Daerah Pertama yang Diapresiasi Kementerian ATR/BPN
Jadikan Pulau Kelor Spot Unggulan Manggarai Barat
Pemkab Manggarai Barat Diminta Kelola Pulau Kelor, Wisatawan Kunjung 24 Jam
Pemda Flores Timur Sewa Lahan 200 Ha untuk Sentra Peternakan Sapi–Baru 30 Ha yang Dikelola
Universitas Flores Kembali Lepas Ratusan Sarjana dan 10 Lulusan Pasca Sarjana ke Masyarakat
WALHI Sebutkan Pembangunan Tambak Udang di Sumba Timur, Ancaman Serius Terhadap Ekologis
Bupati Sikka Ingatkan Bank NTT Bangun Komunikasi dengan Semua Pihak
Berita ini 636 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 14 Mei 2026 - 21:03 WITA

Uniflor Teken MoU dengan Pemkab SBD, Ratu Wulla: Kita Kolaborasi untuk Bangun Daerah

Kamis, 14 Mei 2026 - 20:59 WITA

Nagekeo Telah Kantongi Perda Perlindungan Sawah, Jadi Daerah Pertama yang Diapresiasi Kementerian ATR/BPN

Rabu, 13 Mei 2026 - 21:51 WITA

Jadikan Pulau Kelor Spot Unggulan Manggarai Barat

Rabu, 13 Mei 2026 - 21:48 WITA

Pemkab Manggarai Barat Diminta Kelola Pulau Kelor, Wisatawan Kunjung 24 Jam

Rabu, 13 Mei 2026 - 20:11 WITA

Pemda Flores Timur Sewa Lahan 200 Ha untuk Sentra Peternakan Sapi–Baru 30 Ha yang Dikelola

Berita Terbaru

Nusa Bunga

Jadikan Pulau Kelor Spot Unggulan Manggarai Barat

Rabu, 13 Mei 2026 - 21:51 WITA