MBAY, FLORESPOS.net-Memperingati hari lahir Pancasila 1 Juni 2025 dan Bulan Bung Karno, segenap pengurus DPC PDI Perjuangan Kabupaten Nagekeo bersama pengurus Anak Cabang dan Anak Ranting mengunjungi Panti Asuhan yang diasuh oleh biarawati suster-suster Alma Boanio. Kunjungan PDI Perjuangan berlangsung, Senin (2/6/2025).
Demikian Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kabupaten Nagekeo, Petrus Dua dalam siaran pers yang diterima Florespos.net, Selasa (3/6/2025).
Sebelum bertemu penghuni Panti Alma, PDI Perjuangan menggelar upacara apel bendera di halaman Panti Asuhan Biara Alma Boanio, Desa Olaia, Kecamatan Aesesa, Kabupaten nagekeo, Provinsi NTT.
Hadir pada apel tersebut pengurus DPC PDIP Kabupaten Nagekeo, anggota DPRD dari Fraksi PDIP Kabupaten Nagekeo, Kepala Desa Olaia, Fitalis Mite bersama aparat Desa Olaia, para suster dan para pengasuh lainnya serta anak–anak Panti Asuhan yang berjumlah delapan belas (18) orang .
Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Nagekeo, Marselinus F. Ajo Bupu dalam amanatnya mengatakan, Juni adalah bulan yang bersejarah, bukan hanya bagi PDI Perjuangan, tetapi bersejarah bagi bangsa Indonesia bahkan bagi dunia.
Karena Bung Karno, adalah milik bangsa Indonesia dengan pemikiran–pemikirannya yang mendunia.
“Di bulan Juni, kita rayakan sebagai bulan Bung Karno, karena bulan Juni memiliki peristiwa penting yang berkaitan erat dengan Bung Karno Di mana pada tanggal 1 Juni 1945, Bung Karno menyampaikan pidato dalam sidang BPUPKI tentang Dasar Negara Indonesia, Pancasila”.
“Pada bulan Juni juga tepat pada tanggal 6 Juni 1901, Bung Karno lahir di Blitar dan juga pada 21 Juni 1970, Bung Karno wafat,” kataSely Ajo.
Marselinus menegaskan, Pancasila bukanlah kata benda dan bukanlah satu kalimat yang pasif. Pancasila adalah kata kerja yang aktif.
Pancasila adalah nilai–nilai luhur yang hidup dalam jiwa bangsa Indonesia sejak ribuan tahun yang lalu dan Pancasila hidup di dalam jiwa rakyat Indonesia.
Untuk itu, Pancasila jangan hanya dipidatokan atau sekadar diucapkan tetapi mesti diaktualisasikan dalam kehidupan kita masing–masing.
“Marilah kita semua Kader PDI Perjuangan menjadi kader pelopor di lingkungan kita masing–masing dan menjadi manusia Pancasilais sejati,” katanya.
Sely Ajo mengatakan, Pancasila bukanlah jimat. Pancasila itu bukan jargon. Pancasila harus diperjuangkan supaya menjadi realita dan itulah yang diharapkan oleh Bung Karno.
”Kita patut berterima kasih kepada the founding father kita, Bung Karno karena beliau mempersatukan bangsa Indonesia yang terdiri dari bermacam suku dan Bahasa serta agama ini dengan dasar negara Pancasila, sehingga bangsa dan negara ini masih berdiri tegak,” ujarnya.
Usai menggelar apel bendera, jajaran DPC PDI Perjuangan Nagekeo juga menjalankan amal kasih bagi warga warga Nagekeo yang kurang beruntung yakni penghuni Panti Asuhan Alma. DPC PDI Perjuangan Nagekeo menyerahkan sembako dan bantuan dana kepada satu keluarga difabel yang akan menjalani operasi di Denpasar.
Petrus Dua menyebutkan, apel bendera bulan Bung Karno berlangsung di bawah guyuran hujan lebat. Namun para peserta apel, kader-kader tangguh PDI Perjuangan tetap bertahan mengikuti apel sampai selesai. *
Penulis : Anton Harus
Editor : Wento Eliando










