“Langkah ini ditempuh guna mempersiapkan dan menyalurkan lulusan Politeknik Cristo Re agar bisa bekerja di luar negeri,” ucapnya.
Romo Doni menerangkan, 8 lulusan telah mengirimkan Curiculum Vitae mereka dan sedang mengikuti proses awal untuk rekrutmen bekerja di Jepang melalui LPK Musubu.
Sementara kerjasama yang terakhir dengan Desa Watugong dalam rangka peminjaman mesin pemipil jagung yang dapat memisahkan bulir jagung dengan tongkolnya.
Lanjutnya, mesin tersebut sudah dikembalikan dari desa karena di desa seluruh jagung sudah diluruh, sudah diproses hingga mereka bisa menjual jagung tanpa tongkol dan harganya lebih mahal.
“Kami mengapresiasi Kepala Desa dan BPD Desa Watugong yang sudah bekerjasama dengan Politeknik Cristo Re sehingga kami dapat mengaplikasikan teknologi tepat guna untuk kebutuhan masyarakat,” ungkapnya.
Romo Doni menambahkan, saat ini sementara dibuat mesin pemipil jagung yang dibiayai dari dana desa dan dalam 2 bulan ke depan pengerjaan selesai dan akan diserahkan ke desa.
Dirinya berharap, semoga makin banyak desa yang mengutarakan apa yang harus dibuat Politeknik Cristo Re untuk pengabdian kepada masyarakat.
Dia menyebutkan, inovasi teknologi dalam pengabdian kepada masyarakat tidak hanya sampai di situ saja dimana Politeknik Cristo Re juga menggelar servis motor gratis, pendampingan desa wisata dan pembuatan mesin pencaca multifungsi, mesin pembuat pakan ternak dan lainnya.
“Kami mengoptimalkan kompetensi mahasiswa bukan hanya pada mesin konvensional, tetapi juga pada mesin yang berbasis komputer. Kami buat cinderamata berupa akrilik wajah Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden RI Gibran Raka Buming Raka,” ungkapnya.
Romo Doni menerangkan, cinderamata ini dihasilkan pada sesi praktek mesin CNC milling dan cinderamata ini diberikan ketika kunjungan kerja Wakil Presiden RI di Maumere tanggal 6 Mei 2025.
Penulis : Ebed de Rosary
Editor : Wentho Eliando
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya










