Starlink dan PLTS, Solusi Internet dan Listrik Bagi Daerah Terpencil - FloresPos Net

Starlink dan PLTS, Solusi Internet dan Listrik Bagi Daerah Terpencil

- Jurnalis

Rabu, 2 April 2025 - 14:32 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Etwar Atuna

Etwar Atuna

MAUMERE, FLORESPOS.net-Di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) termasuk Kabupaten Sikka masih terdapat banyak daerah terpencil atau dusun yang belum dialiri jaringan listrik milik PLN.

Selain itu, warga di daerah tersebut pun tidak bisa mengakses internet karena tidak ada jaringan internet yang disediakan provider dengan membangun Base Transceiver Station (BTS) atau stasiun pemancar.

“Hadirnya Starlink membuat banyak daerah terpencil yang tidak memiliki sinyal telepon selular bisa menggunakan jasa internet murah,” sebut Etwar Atuna, penyedia layanan internet Starlink di NTT, Rabu (2/3/2025).

Etwar menyebutkan, setelah Starlink masuk ke Indonesia pertengahan tahun 2024 lalu, pihaknya pun dipercaya menjadi salah satu penyalur provider internet ini untuk provinsi NTT.

Pemilik Etsolusindo ini mengakui, hadirnya penyedia internet ini sangat membantu berbagai wilayah di NTT yang kesulitan mengakses internet karena tidak ada jaringan.

Menurutnya, Starlink tidak memerlukan sinyal internet karena langsung terhubung ke satelit LEO sehingga waktu perpindahan data lebih cepat dan kecepatannya bisa mencapai 222 Mbps (megabyte per detik).

“Kecepatannya bahkan bisa mencapai 300 megabite per detik termasuk di tempat tinggal saya. Beberapa daerah yang kami pasang pun kecepatannya hampir mencapai 300 megabite per detik,” ungkapnya.

Etwar menyebutkan, terminal Starlink terdiri dari antena dan router WiFi yang mudah dipasang dengan panduan pemasangan yang jelas dan aplikasi pendukung sehingga proses instalasi dapat selesai dalam waktu maksimal 30 menit.

Ia mengatakan, terminal ini dapat ditempatkan di permukaan datar, seperti tanah atau atap rumah dan bila pembeli ingin memasang sendiri maka pihaknya akan mengajarkannya.

Baca Juga :  Kasat Reskrim Benarkan Pemeriksaan Seorang Anak Sebagai Saksi, Namun Dia Hanya Ketahui Kasus Pembunhan di Rubit dari Medias Sosial

Starlink milik perusahaan Elon Musk, SpaceX ini sangat cocok dipergunakan di kantor pemerintah desa, Puskesmas atau sekolah yang berada di daerah terpencil termasuk di lokasi bencana.

“Basarnas Maumere juga beli untuk dipasang di lokasi pengungsi Lewotobi di Flores Timur.Polres Sikka juga memasang Starlink di kantor mereka,” ungkapnya.

Etwar mengakui perusahaannya sudah memasang internet Starlink di Kabupaten Ende, Sikka dan Flores Timur dan sudah banyak wilayah yang meminta mereka untuk memasangnya.

Akhir tahun 2024 kata dia, perusahannya memasang Starlink di SD Inpres Henga di Desa Lewomada, Kecamatan Talibura dan SD Hokor di Desa Hokor, Kecamatan Bola dari dana pribadi anggota DPRD Sikka Stef Say.

Untuk peralatan sekalian pemasangan dikenai biaya Rp10 juta dan harga langganan per bulan Rp1,1 juta untuk pemerintah dan pribadi atau perorangan hanya Rp800 ribu per bulan.

“Tidak perlu ada sinyal apapun bisa langsung dapat internet dan sangat cocok di daerah terpencil. Bahkan di Henga bisa dipergunakan sampai 20 orang dengan kecepatan bisa mencapai 300 Mbps,” ungkapnya.

Etwar menegaskan, kelebihan internet Starlink yakni kuotanya tidak terbatas sehingga bisa dipakai banyak orang sekaligus dan pemasangannya harus bebas dari halangan dan menghadap langit.

Untuk wilayah yang tidak berlistrik, pihaknya menawarkan solusi dengan pemasangan jaringan listrik tenaga surya (PLTS) atau panel surya sehingga bisa dipergunakan untuk internet juga.

Baca Juga :  'Untuk Dunia yang Menghakimi', Curhatan Isi Hati Tersangka Dugaan TPPO Eltras Bar dan Karaoke Sesaat Sebelum Menjalani Tahanan

“Banyak wilayah yang juga kami pasang panel surya termasuk untuk menggerakkan mesin pompa air sehingga bisa lebih menghemat listrik dan biaya,” terangnya.

Kepala Sekolah SDN Henga, Ana Marsia, kepada media menyampaikan terima kasih kepada anggota DPRD Sikka Stef Say yang sudah membantu pengadaan internet Starlink bagi Sekolahnya.

Ana menyebutkan, keberadaan internet sangat membantu terutama bagi siswa yang akan mengikuti Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK).

Ia mengatakan, sebelumnya sekolah mereka mengakses internet VSat Ubiqu bantuan dari Dinas PKO Sikka tahun 2023 namun tidak dilanjutkan lantaran biaya operasional sangat besar.

“Bantuan ini sangat membantu kami dalam mengakses kebutuhan internet untuk mendukung kegiatan belajar mengajar di sekolah kami,” ungkapnya.

Ana bersyukur dengan adanya internet Starlink anak-anak sekolah tidak perlu lagi mendaki ke Bukit Tobi Kulu Belek yang berjarak sekitar 1 kilometer agar bisa mengakses internet.

Dikutip dari laman resmi Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), SpaceX telah mengajukan perizinan sebagai penyelenggara layanan Very Small Aperture Terminal (VSAT) dan Internet Service Provider (ISP) untuk Starlink Indonesia.

Untuk berlangganan Starlink, masyarakat perlu memiliki perangkat VSAT atau stasiun penerima sinyal. VSAT adalah alat serupa antena berbentuk piringan berdiameter kurang dari satu meter atau empat meter.

VSAT berfungsi menangkap dan menerima sinyal internet untuk selanjutnya disalurkan ke ponsel dan komputer yang terkoneksi internet dan ada 2 jenis VSAT yakni bagi pelanggan yang menetap dan mobile. *

Penulis : Ebed de Rosary (Kontributor)

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

Kekeringan ‘Memaksa’ Manggarai Barat Kehilangan Produksi Padi 423,4 Ton
Puso, 100 Hektar Tanaman Padi dan Jagung di Manggarai Barat
Sajikan Kopi Juria Colol, Rumah Wunut Buka Cabang di Maumere, Dukung Misi Lingkungan dan Kemanusiaan LSM ILMU
Reses di Ende, Oktovianus Moa Mesi Serahkan Hand Traktor Bantuan Julie Laiskodat ke Petani
Disnakertrans Sikka Gelar Mini Job Fair di Waigete, Fasilitasi Warga Jadi Pekerja Resmi
STIPAS Sirilus Ruteng Gelar Seminar Nasional: Mendesain Pendidikan Tinggi Berdampak Pada Era Masyarakat 5.0
Patris Lali Wolo Sebut Anggaran Jembatan Pomakeke Aeramo Sudah Ada, Tapi Tidak Dieksekusi Pemprov NTT
Cegah Bullying dan Judol, Tim Polres Ende Sosialisasi di SMAN 1 Ende
Berita ini 352 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 20:15 WITA

Kekeringan ‘Memaksa’ Manggarai Barat Kehilangan Produksi Padi 423,4 Ton

Selasa, 27 Oktober 2026 - 20:11 WITA

Puso, 100 Hektar Tanaman Padi dan Jagung di Manggarai Barat

Selasa, 27 Oktober 2026 - 18:57 WITA

Sajikan Kopi Juria Colol, Rumah Wunut Buka Cabang di Maumere, Dukung Misi Lingkungan dan Kemanusiaan LSM ILMU

Selasa, 27 Oktober 2026 - 18:38 WITA

Reses di Ende, Oktovianus Moa Mesi Serahkan Hand Traktor Bantuan Julie Laiskodat ke Petani

Selasa, 27 Oktober 2026 - 18:16 WITA

Disnakertrans Sikka Gelar Mini Job Fair di Waigete, Fasilitasi Warga Jadi Pekerja Resmi

Berita Terbaru

Blasius Apen, Kepala Bidang (Kabid) Produksi Tanaman Pangan (PTP) pada Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP) Mabar

Nusa Bunga

Puso, 100 Hektar Tanaman Padi dan Jagung di Manggarai Barat

Selasa, 27 Okt 2026 - 20:11 WITA