Yosef menyebutkan, saat dilakukan pemeriksaan pun MR mengakui aktifitasnya melayani tamu di hotel Gardena.
Selain MR, 3 rekan lainnya pun seorang lainnya sudah menikah beberapa kali dan memiliki beberapa anak. Ada yang pernah mengelola tempat yang dijadikan transaksi seks dan para perempuan ini saling mengenal satu sama lainnya.
Yosef mengatakan, para perempuan yang diamankan kalau dikatakan ada yang koordinir sejauh ini tidak sebab motifnya masalah ekonomi, sering ditinggali suami dan suami melakukan pelecehan seksual kepada anaknya sehingga dirinya stress.
Tapi pihaknya sedang mencari keberadaan Pascal warga Nita yang bertugas menerima uang pembayaran sewa namun saat dihubungi telepon genggamnya sudah tidak aktif.
Paskal secara ilegal menyewa kamar hotel sebab awalnya dia bekerja di hotel Gardena namun ketika hotelnya sepi mereka diberhentikan.
Dia ternyata menyimpan kunci cadangan sehingga dia melaporkan kepada pemilik yang disewa 2 kamar tapi satu kamar disewakan olehnya tanpa sepengetahuan pengelola hotel.
“Peralihan dari hotel ke kos baru berlangsung awal Maret 2025. Pihak pengelola mengatakan awalnya dipasang papan nama untuk kost namun sudah dicabut karena awal April hotel akan direnovasi,” jelasnya.
Ada Hotel Lainnya
Kasat Pol PP dan Damkar Kabupaten Sikka, Adeodatus Buang da Cunha menegaskan, selain hotel Gardena ada 3 hotel yang sedang diincar oleh pihaknya.
Di hotel tersebut juga diduga ada praktek prostitusi terselubung yang transaksinya secara online memakai aplikasi yakni hotel TM,G dan hotel M.
Buang mengatakan, tarifnya Rp150 ribu sampai Rp200 ribu sekali kencan bahkan di Hotel G tarifnya short time Rp500 ribu dan long timenya Rp2 juta.
Penulis : Ebed de Rosary (Kontributor)
Editor : Wentho Eliando
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya










