Kata Wabup Sikka, Tahun 2026 Dokter Spesialis Ada Tambahan Insentif dari Kemenkes

- Jurnalis

Sabtu, 15 November 2025 - 20:28 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MAUMERE, FLORESPOS.net-Wakil Bupati (Wabup) Sikka Simon Subandi Supriadi mengatakan untuk tahun 2026 mendatang, dokter spesialis akan mendapatkan tambahan insentif dari Kementrian Kesehatan.

Pemerintah Kabupaten Sikka juga sudah menaikan insentif dokter spesialis dan diharapkan dengan adanya penambahan insentif akan membuat dokter spesialis bisa betah bertugas di Kabupaten Sikka.

“Tapi yang dokter umum jangan cemburu karena ini kebijakan dari pusat melalui Kementrian Kesehatan,” sebut Simon saat peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-61 di Puskesmas Kangae, Jumat (14/11/2025).

Simon mengatakan, untuk dokter umum, dirinya bersama Bupati Sikka dan Kadis Kesehatan juga sudah berkoordinasi dengan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK).

Baca Juga :  Lomba Inovasi Daerah Flores Timur Tahun 2023, Uji Petik Lapangan Bakal Hasilkan Tiga Terbaik

Juga berkoordinasi dengan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN RB) dan Kementrian Kesehatan agar bagaimana caranya supaya dokter umum bisa diangkat pemerintah daerah.

“Kita minta diskresi biar daerah yang mengangkat. Tetapi pada akhirnya tidak bisa karena berbenturan dengan regulasi yang ada. Maka untuk itu Pak Kadis, mari kita percepat BLUD di Puskesmas agar kita bisa mengangkat sendiri tenaga dokter,” tuturnya.

Simon mengatakan, setiap jalan dari tempat ke tempat, begitu ketemu ada dokter yang baru lulus dirinya bilang tidak usah takut untuk masuk jadi ASN dan bertugas di Kabupaten Sikka.

Baca Juga :  BRI Apresiasi Kinerja Kejari Sikka Ungkap Kasus Tipikor di Cabang Maumere

Ia juga mengakui, Pemda Sikka bersedia untuk memfasilitasi keinginan para dokter umum agar bisa melanjutkan pendidikan untuk mengambil spesialis.

Dirinya juga menerangkan, beberapa Puskesmas banyak infrastruktur, sarana dan prasarana yang belum bisa diperbaiki atau ditambah.

“Tahun 2026 kita juga mendapat dana DAK sekitar Rp11 miliar hanya untuk Puskesmas Boganatar sementara yang lain belum dapat karena ada efisiensi dan transfer keuangan daerah kita dipotong Rp 120 miliar,” terangnya.

Simon mengatakan, hal ini yang membuat Pemda Sikka harus kerja keras, tetapi tidak usah khawatir sebab Pemkab Sikka akan membangun komunikasi dengan berbagai pihak untuk mendapatkan dana itu. *

Penulis : Ebed de Rosary

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

NTT Mart di Sikka, Wabup Harap Jadi Penggerak Utama Pemasaran Produk Lokal
Gubernur NTT Sebut NTT Mart Hadir Dukung Pertumbuhan Ekonomi
Dugaan Pengancaman dan Pencemaran Nama Baik Tokoh Agama, 7 Warga Nangahale Ditetapkan Tersangka
Prediksi BMKG Provinsi NTT Memiliki Intensitas Hujan Sangat Lebat pada 13-14 Desember 2025
Wabup Paparkan Lima Intervensi Kebijakan Pemda Sikka Terkait HKI dan Sampaikan Apresiasi
Pemerintah dan BPJS Kesehatan Perkuat Layanan JKN
Ombudsman NTT Tegaskan–Pasien JKN Tidak Boleh Jadi Korban
Ombudsman NTT Tekankan Pentingnya Keterbukaan Kantor Imigrasi
Berita ini 60 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 15 Desember 2025 - 10:10 WITA

NTT Mart di Sikka, Wabup Harap Jadi Penggerak Utama Pemasaran Produk Lokal

Senin, 15 Desember 2025 - 08:42 WITA

Gubernur NTT Sebut NTT Mart Hadir Dukung Pertumbuhan Ekonomi

Sabtu, 13 Desember 2025 - 17:29 WITA

Dugaan Pengancaman dan Pencemaran Nama Baik Tokoh Agama, 7 Warga Nangahale Ditetapkan Tersangka

Sabtu, 13 Desember 2025 - 09:00 WITA

Prediksi BMKG Provinsi NTT Memiliki Intensitas Hujan Sangat Lebat pada 13-14 Desember 2025

Jumat, 12 Desember 2025 - 21:31 WITA

Pemerintah dan BPJS Kesehatan Perkuat Layanan JKN

Berita Terbaru

Ekonomi

Gubernur NTT Sebut NTT Mart Hadir Dukung Pertumbuhan Ekonomi

Senin, 15 Des 2025 - 08:42 WITA

Bentara Net

Menata Ekonomi Lokal

Sabtu, 13 Des 2025 - 08:33 WITA