Rakercab Pertama, Pemuda Katolik Ende Langsung Gelar Diskusi Publik Bertemakan Geothermal - FloresPos Net

Rakercab Pertama, Pemuda Katolik Ende Langsung Gelar Diskusi Publik Bertemakan Geothermal

- Jurnalis

Sabtu, 22 Maret 2025 - 14:41 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ENDE, FLORESPOS.net-Pemuda Katolik Komisariat Cabang (Komca) Ende menggelar Rapat Kerja Cabang (Reakercab) pertama pasca pelantikan  pengurus beberapa waktu lalu.

Kegiatan Rakercab pertama dilaksanakan di Aula Paroki Mautapaga Ende, Sabtu (22/3/2025) dibuka langsung oleh Wakil Bupati Ende, Dr Domi Mere.

Pada momen Rakercab pertama tersebut Pemuda Katolik Komisariat Cabang Ende mengundang pemerintah, PLN, Aktivis Lingkungan bahkan anggota DPD RI berdiskusi tentang masalah Geothermal yang menjadi isu menarik di wilayah Keuskupan Agung Ende.

Ketua Pemuda Katolik Komca Ende, Oktovianus Moa Mesi mengatakan kegiatan ini adalah rapat kerja pertama di masa kepengurusannya.

Dikatakannya, ada tiga program yang menjadi prioritas pada tiga tahun kedepan. Namun hal tersebut adalah internal organisasi.

“Rakercab ini menjadi internal di organisasi. Tapi yang paling penting itu mengapa Pemuda Katolik Komisariat Cabang Ende menggelar diskusi publik dengan tema Geothermal,” kata Fian.

Anggota DPRD Provinsi NTT dari Partai Nasdem ini mengatakan Pemuda Katolik memandang perlu melaksanakan diskusi tersebut karena masalah Geothermal telah menjadi isu menarik di wilayah Keuskupan Agung Ende dan Pulau Flores pada umumnya.

Baca Juga :  Curi Printer Milik SDK Ende 2, AB alias Tonce Ditangkap Polisi

“Pemicu utamanya adalah statement bapa uskup Agung Ende beberapa waktu lalu mendapat reaksi publik. Ada yang setuju, ada yang setengah setuju dan bahkan ada yang tidak setuju,” katanya.

Fian mengatakan  dengan beragam reaksi dan tanggapan tersebut Pemuda Katolik membuka ruang akademis menghadirkan pihak- pihak terkait untuk berdiskusi terkait Geothermal.

“Kami memandang perlu ada ruang akademis untuk diskusi tentang Geothermal agar bisa memberikan pemahaman kepada kita,” katanya.

Ia juga mengatakan investasi sekelas Geothermal pemainnya bukan lagi pemain lokal tetapi pemain nasional apa lagi saat ini pemerintah pusat melalui Kementerian terkait telah menetapkan Pulau Flores sebagai Pulau Geothermal atau panas bumi.

“Pemerintah pusat nih maunya apa dengan Pulau Flores? Dari diskusi ini kita bisa memahami apa itu Geothermal dan dampaknya terhadap lingkungan serta kehidupan sosial masyarakat,” kata Fian.

Baca Juga :  Polisi Ungkap 36 Kasus Kekerasan dan Pelecehan Seksual di Nagekeo

Diskusi Publik dengan topik Geothermal tersebut menghadirkan narasumber dari berbagai latar belakang.

PT PLN Flores Bagian Barat dengan materi, Prospek dan Kontribusi Pertambangan Geothermal bagi pemenuhan kebutuhan energi listrik wilayah Flores dan sekitarnya.

Pemerintah Kabupaten Ende dengan materi, Pertambangan Geothermal dalam perspektif kebijakan pembangunan daerah Kabupaten Ende.

Anggota DPD RI, Angelius Wake Kako dengan materi Dukungan DPR/DPD RI bagi pembangunan sumber energi listrik nasional dan daerah, Kesejahteraan rakyat dan Kelestarian Lingkungan Hidup.

Keuskupan Agung Ende dengan  materi Pertambangan Geothermal dalam perspektif kebijakan Pastoral Keuskupan Agung Ende.

Wahana Lingkungan Hidup (WALHI) NTT dengan materi, Pertambangan Geothermal dalam perspektif pemenuhan kebutuhan energi listrik dan potensinya bagi kerusakan lingkungan hidup.

Diskusi Publik ini dipandu Sekretaris Pemuda Katolik Komisariat Cabang Ende, Vinsen Sangu dan dihadiri oleh peserta dari berbagai latar belakang. *

Penulis : Willy Aran

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

SMPN Alok Kekurangan Ruang Kelas dan Kesulitan Air Bersih
Duga Tanah Negara Dirampas Mafia, KPTNP Demo 3 Instansi di Labuan Bajo
Mulai Besok Mobil Dinas di Pemda Sikka Parkir di Kantor, Hari Jumat Kerja dari Rumah
Penertiban Lapak di Jalan Nangka, dari Pembongkaran Mandiri Hingga Apa Urgensinya?
Jangan Abaikan Investasi di Darat Manggarai Barat
Kelola Labuan Bajo Perlu Sinkronisasi Kebijakan Intensif
Jalanan Licin Usai Prosesi Banyak Pengendara Motor di Larantuka Jatuh Tergelincir
Semana Santa di Larantuka Sangat Berkesan
Berita ini 507 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 7 April 2026 - 21:36 WITA

SMPN Alok Kekurangan Ruang Kelas dan Kesulitan Air Bersih

Selasa, 7 April 2026 - 21:32 WITA

Duga Tanah Negara Dirampas Mafia, KPTNP Demo 3 Instansi di Labuan Bajo

Selasa, 7 April 2026 - 20:04 WITA

Mulai Besok Mobil Dinas di Pemda Sikka Parkir di Kantor, Hari Jumat Kerja dari Rumah

Selasa, 7 April 2026 - 16:05 WITA

Penertiban Lapak di Jalan Nangka, dari Pembongkaran Mandiri Hingga Apa Urgensinya?

Selasa, 7 April 2026 - 10:37 WITA

Kelola Labuan Bajo Perlu Sinkronisasi Kebijakan Intensif

Berita Terbaru

Nusa Bunga

SMPN Alok Kekurangan Ruang Kelas dan Kesulitan Air Bersih

Selasa, 7 Apr 2026 - 21:36 WITA

Polykarp Ulin Agan

Opini

Wajah Sunyi Stigmatisasi dalam Masyarakat NTT

Selasa, 7 Apr 2026 - 20:06 WITA