Semana Santa di Larantuka Sangat Berkesan - FloresPos Net

Semana Santa di Larantuka Sangat Berkesan

- Jurnalis

Sabtu, 4 April 2026 - 12:52 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LARANTUKA, FLORESPOS.net-Ribuan umat mengikuti rangkaian prosesi selama Jumat Agung di Kota Reinha Larantuka mulai dari prosesi laut antar patung Yesus Tersalib, antar Tuan Ma dan Tuan Ana dari kapela ke Gerea Katedral Reinha Rosari Larantuka hingga prosesi Jumat Agung Jumat (3/4/2026) malam.

Prosesi Jumat Agung biasanya berlangsung setelah liturgi Cium Salib di Gereja Katedral Reinha Rosari Larantuka selesai dan ziarah kubur dengan membakar lilin dan berdoa di kuburan sanak keluarga masing-masing.

Hujan lebat sekitar pukul 17.15 Wita membuat ziarah kubur pun tidak terlaksana dan umat pun banyak yang terjebak dan tidak bisa kembali ke rumah usai perayaan liturgi di Gereja Katedral Reinha Rosari Larantuka.

Sekitar pukul 20.00 Wita ribuan umat masih setia menunggu di dalam gereja dan di tenda-tenda yang ada di depan gereja untuk bisa mengikuti prosesi Jumat Agung.

Banyak umat yang mengenakan mantel hujan dan payung sudah bersiap untuk mengikuti prosesi dan sekitar pukul 20.30 Wita hujan reda sehingga prosesi bisa berjalan.

Baca Juga :  Desa Membangun Kota Menata, Anton Hadjon-Matias Enai: Lanjutkan dan Tuntaskan

“Masih menunggu Lakademu lakukan Kure, mengecel jalur prosesi. Tadi hujan sehingga mereka berlindung di Kapela Tuan Ana sampai hujan reda baru ke gereja,” sebut Fransiskus Monteiro warga lingkungan Kristus Salvator Larantuka, Jumat (3/4/2026) malam.

Pangki sapaannya menyebutkan, biasanya sekitar pukul 19.30 Wita prosesi sudah mulai berlangsung sehingga bisa selesai sekitar pukul 01.00 Wita dengan menyinggahi 8 armida atau perhentian.

Ia mengatakan tahun 2025 pun saat prosesi terjadi hujan lebat namun para petugas dan konferia tetap melaksanakan prosesi bersama ribuan umat meski terjadi hujan lebat.

“Jumlah peziarah tahun ini pun lumayan banyak. Meski hujan mereka tetap mengikuti prosesi. Tahun ini pun lebih tertib sebab para umat dan peziarah sudah jarang terlihat mengambil gambar dengan telepon genggam mereka sambil berjalan mengikuti prosesi,” ungkapnya.

Novi salah seorang peziarah asal Cibubur Jakarta Timur yang ditemui di depan Kapela Tuan Ana mengaku sangat terkesan mengikuti Semana Santa di Kota Reinha Larantuka.

Baca Juga :  Flores Timur Akhirnya Punya Bupati-Wabup dan Catatan Kecil  Ingin Perubahan

Ia sebutkan selama berziarah di berbagai wilayah di dunia termasuk di Fatima ia mengakui lebih ramai di Larantuka.

“Di Larantuka lebih banyak peziarah. Ramai sekali dan ritualnya sangat bagus sekali dan membuat kami sangat terkesan,” ujarnya.

Novi mengaku menikmati seluruh rangkaian kegiatan devosi selama Semana Santa baik di Wure, Kapela Tuan Meninu di Sarotari maupun di Kapela Tuan Ma di Larantuka dan Tuan Ana di Lohayong.

Dirinya mengaku datang bersama dua teman perempuannya dari Jakarta dimana mereka selalu berziarah ke berbagai tempat ziarah di dunia.

“Ini baru pertama kali kami ke Larantuka. Kami ikuti semua ritual termasuk prosesi laut. Ramai sekali peziarah dan umat dalam mengikuti prosesi. Selama kami berziarah keliling dunia, di Larantuka yang paling ramai,” ungkapnya.

Prosesi Jumat Agung di Kota Reinha Larantuka berakhir sekitar pukul 02.00 Wita dengan aman dan lancar dan memberi kesan positif bagi para peziarah yang datang dari luar Kota Larantuka. *

Penulis : Ebed de Rosary

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

Kekeringan ‘Memaksa’ Manggarai Barat Kehilangan Produksi Padi 423,4 Ton
Puso, 100 Hektar Tanaman Padi dan Jagung di Manggarai Barat
Sajikan Kopi Juria Colol, Rumah Wunut Buka Cabang di Maumere, Dukung Misi Lingkungan dan Kemanusiaan LSM ILMU
Reses di Ende, Oktovianus Moa Mesi Serahkan Hand Traktor Bantuan Julie Laiskodat ke Petani
Disnakertrans Sikka Gelar Mini Job Fair di Waigete, Fasilitasi Warga Jadi Pekerja Resmi
STIPAS Sirilus Ruteng Gelar Seminar Nasional: Mendesain Pendidikan Tinggi Berdampak Pada Era Masyarakat 5.0
Patris Lali Wolo Sebut Anggaran Jembatan Pomakeke Aeramo Sudah Ada, Tapi Tidak Dieksekusi Pemprov NTT
Cegah Bullying dan Judol, Tim Polres Ende Sosialisasi di SMAN 1 Ende
Berita ini 144 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 20:15 WITA

Kekeringan ‘Memaksa’ Manggarai Barat Kehilangan Produksi Padi 423,4 Ton

Selasa, 27 Oktober 2026 - 20:11 WITA

Puso, 100 Hektar Tanaman Padi dan Jagung di Manggarai Barat

Selasa, 27 Oktober 2026 - 18:57 WITA

Sajikan Kopi Juria Colol, Rumah Wunut Buka Cabang di Maumere, Dukung Misi Lingkungan dan Kemanusiaan LSM ILMU

Selasa, 27 Oktober 2026 - 18:16 WITA

Disnakertrans Sikka Gelar Mini Job Fair di Waigete, Fasilitasi Warga Jadi Pekerja Resmi

Selasa, 27 Oktober 2026 - 16:52 WITA

STIPAS Sirilus Ruteng Gelar Seminar Nasional: Mendesain Pendidikan Tinggi Berdampak Pada Era Masyarakat 5.0

Berita Terbaru

Feature

Menjaga ‘Tungku Perjumpaan’

Rabu, 28 Okt 2026 - 11:38 WITA

Blasius Apen, Kepala Bidang (Kabid) Produksi Tanaman Pangan (PTP) pada Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP) Mabar

Nusa Bunga

Puso, 100 Hektar Tanaman Padi dan Jagung di Manggarai Barat

Selasa, 27 Okt 2026 - 20:11 WITA