LARANTUKA, FLORESPOS.net-Ribuan umat mengikuti rangkaian prosesi selama Jumat Agung di Kota Reinha Larantuka mulai dari prosesi laut antar patung Yesus Tersalib, antar Tuan Ma dan Tuan Ana dari kapela ke Gerea Katedral Reinha Rosari Larantuka hingga prosesi Jumat Agung Jumat (3/4/2026) malam.
Prosesi Jumat Agung biasanya berlangsung setelah liturgi Cium Salib di Gereja Katedral Reinha Rosari Larantuka selesai dan ziarah kubur dengan membakar lilin dan berdoa di kuburan sanak keluarga masing-masing.
Hujan lebat sekitar pukul 17.15 Wita membuat ziarah kubur pun tidak terlaksana dan umat pun banyak yang terjebak dan tidak bisa kembali ke rumah usai perayaan liturgi di Gereja Katedral Reinha Rosari Larantuka.
Sekitar pukul 20.00 Wita ribuan umat masih setia menunggu di dalam gereja dan di tenda-tenda yang ada di depan gereja untuk bisa mengikuti prosesi Jumat Agung.
Banyak umat yang mengenakan mantel hujan dan payung sudah bersiap untuk mengikuti prosesi dan sekitar pukul 20.30 Wita hujan reda sehingga prosesi bisa berjalan.
“Masih menunggu Lakademu lakukan Kure, mengecel jalur prosesi. Tadi hujan sehingga mereka berlindung di Kapela Tuan Ana sampai hujan reda baru ke gereja,” sebut Fransiskus Monteiro warga lingkungan Kristus Salvator Larantuka, Jumat (3/4/2026) malam.
Pangki sapaannya menyebutkan, biasanya sekitar pukul 19.30 Wita prosesi sudah mulai berlangsung sehingga bisa selesai sekitar pukul 01.00 Wita dengan menyinggahi 8 armida atau perhentian.
Ia mengatakan tahun 2025 pun saat prosesi terjadi hujan lebat namun para petugas dan konferia tetap melaksanakan prosesi bersama ribuan umat meski terjadi hujan lebat.
“Jumlah peziarah tahun ini pun lumayan banyak. Meski hujan mereka tetap mengikuti prosesi. Tahun ini pun lebih tertib sebab para umat dan peziarah sudah jarang terlihat mengambil gambar dengan telepon genggam mereka sambil berjalan mengikuti prosesi,” ungkapnya.
Novi salah seorang peziarah asal Cibubur Jakarta Timur yang ditemui di depan Kapela Tuan Ana mengaku sangat terkesan mengikuti Semana Santa di Kota Reinha Larantuka.
Ia sebutkan selama berziarah di berbagai wilayah di dunia termasuk di Fatima ia mengakui lebih ramai di Larantuka.
“Di Larantuka lebih banyak peziarah. Ramai sekali dan ritualnya sangat bagus sekali dan membuat kami sangat terkesan,” ujarnya.
Novi mengaku menikmati seluruh rangkaian kegiatan devosi selama Semana Santa baik di Wure, Kapela Tuan Meninu di Sarotari maupun di Kapela Tuan Ma di Larantuka dan Tuan Ana di Lohayong.
Dirinya mengaku datang bersama dua teman perempuannya dari Jakarta dimana mereka selalu berziarah ke berbagai tempat ziarah di dunia.
“Ini baru pertama kali kami ke Larantuka. Kami ikuti semua ritual termasuk prosesi laut. Ramai sekali peziarah dan umat dalam mengikuti prosesi. Selama kami berziarah keliling dunia, di Larantuka yang paling ramai,” ungkapnya.
Prosesi Jumat Agung di Kota Reinha Larantuka berakhir sekitar pukul 02.00 Wita dengan aman dan lancar dan memberi kesan positif bagi para peziarah yang datang dari luar Kota Larantuka. *
Penulis : Ebed de Rosary
Editor : Wentho Eliando










