LARANTUKA, FLORESPOS.net-Puluhan pengendara motor yang melintas di jalan raya yang merupakan jalur prosesi jatuh tergelincir akibat licinnya aspal jalan.
Hampir setiap tahun usai Prosesi Jumat Agung peziarah dari luar Larantuka terutama dari Kabupaten Sikka dan Ende sejak Sabtu pagi hingga sore mulai kembali ke kampung halamannya.
“Kami tidak tahu jalannya licin karena baru pertama kali ikut prosesi di Larantuka,” sebut Hendrika seorang peziarah asal Ende, Sabtu (4/4/2026).
Hendrika mengaku terjatuh dan lecet saat naik motor bersama anaknya dan 2 teman lainnya karena jalanan licin usai prosesi.
Saat ditemui dirinya baru selesai terjatuh dan dibantu warga Kelurahan Lohayong untuk beristirahat sebentar di pinggir jalan raya.
“Kami mau pulang ke Ende setelah beristirahat sebentar usai ikut prosesi semalam.Kami tidak tahu karena tidak ada pemberitahuan dan jalanan juga ditutup,” ujarnya.
Hendrika mengharapkan agar ada petugas yang mengatur pengendara sepeda motor dan diarahkan melewati jalan lain yang tidak licin agar jangan mengalami kecelekaan.
Terlihat beberapa warga sekitar berlarian ke jalan raya ketika mendengar suara benturan akibat pengendara sepeda motor yang dari arah barat Kota Larantuka terjatuh usai jalanan menurun selepas jembatan di Kelurahan Lohayong.
Seorang anak terlihat menyirami jalan raya menggunakan selang plastik agar lilin yang mencair tidak membuat jalanan terlalu licin.
Warga pun berdiri di pinggir jalan dan meminta pengendara berbelok ke arah utara melewati jalan tiga agar tidak terjatuh.
“Saya siram jalan supaya tidak licin.Biasanya usai prosesi malam harinya, kalau panas maka lilin di aspal akan mencair dan membuat jalanan sangat licin,” tutur Frem saat ditemui sedang menyiram aspal jalan raya menggunakan selang plastik. *
Penulis : Ebed de Rosary
Editor : Wentho Eliando










