LABUAN BAJO, FLORESPOS.net-Balai Besar KSDA NTT, menyelenggarakan kegiatan peningkatan kapasitas kelompok perempuan di 3 kabupaten di Flores bagian barat, Provinsi NTT. Kegiatan ini berlangsung selama 4 hari mulai tanggal 9 hingga 12 Februari 2026.
Peningkatan kapasitas perempuan diperuntukan bagi 6 desa di Kabupaten Ngada, Manggarai Timur dan Kabupaten Manggarai Barat.
Dalam peningkatan kapasitas perempuan, BKSDA NTT bekerja sama dengan Lembaga Nusa Bunga Mandiri (LNBM) dengan narasumber dari STIE Karya.
Suksesnya peningkatan kapasitas kelompok perempuan atas dukungan dari In Flores Gef UNDP, Kementerian Kehutanan, North Landscape And Seascape.
Dalam kegiatan ini BKSDA NTT bersama LNBM STIE Karya menggelar dua kegiatan yakni pembentukan Kelompok Tani Hutan (KTH) dan pelatihan peningkatan kapasitas kelompok masyarakat desa dan Pelatihan Peningkatan Kapasitas Pengelolaan Keuangan dan Hasil Produksi pada tiga lokasi yang tersebar pada tiga kabupaten yakni Kabupaten Manggarai Barat, Kabupaten Manggarai Timur, dan Kabupaten Ngada sejak Senin (9/2/2026) hingga Kamis (12/2/2026)..
Ada pun tiga kabupaten yang menjadi sasaran kegiatan yang melibatakan para pihak ini yakni terpusat di Desa Pontianak untuk dua kelompok kegiatan yang berasal dari Desa Nanga Kantor Barat, Kecamatan Macang Pacar dan Desa Pontianak, Kecamatan Boleng, Kabupaten Manggarai Barat.
Dua lokasi kegiatan lainnya yakni di Pota, Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur, dan di Riung, Kabupaten Ngada.
Untuk menyukseskan kegiatan di Pontianak, LNBM mempercayakan dan menugaskan beberapa nara sumber untuk membekali KTH yang dibentuk yakni North Landscape Seascape Coordinator Project In Flores Mulya Hutomo, S.Pi, M.Si; Kepala Resor KSDA Wilayah Labuan Bajo Sahudin dan Ferdinandus Boy Kali & Arakib R. Wuran Penyuluh Kehutanan Bidang KSDA Wilayah II Ruteng.
Sementara dari STIE Karya yang dipercaya jadi narasumber untuk kegiatan di Pontianak yakni Kordianus Larum, S.Ak, M.Ak dan Rikardus Nardin, S.E., M.M.
Untuk kegiatan di Pota yang dipercaya menjadi narasumber dua dosen STIE Herlulianus Sapa Yovan, S.Akun.,MM dan Maria Y.D. Mahin, SS.,MM.
Dua dosen STIE Karya lainnya Rosalia Heldy Nono, S.Kg.,MM dan Leonardus W.D. Setiawan, SE.,MM menjadi narasumber pelatihan serupa di Riung, Kabupaten Ngada.
Dalam program pengabdian masyarakat ini, para dosen STIE ini membawakan materi ceramah dalam kegiatan pembentukan dan peningkatan Kapasitas Kelompok Tani Hutan (KTH) dengan materi di antaranya membahas tema di antaranya Pengembangan KTH: pengembangan kelambagaan KTH Pengembangan Kapasitas Anggota KTH, dan pengembangan jaringan; Pembukuan Keuangan KTH, Monitoring, dan Evaluasi Pencatatan Keuangan; Pelaporan Keuangan KTH; Latihan pembukuan dan latihan dan latihan pelaporan, dan Latihan pengawasan keuangan.
Dari beberapa materi di atas para dosen membahas secara rinci terkait Job Description Pengurus KTH; Pemasaran dan Promosi : Strategi Pemasaran Hasil Hutan, Teknik Promosi Hasil Hutan, dan Pengembanga Jaringan Pemasaran; perencanaan keuangan KTH; Latihan Perencanaan keuangan.
Selain dosen STIE turut membawakan materi saat kegiatan pembentukan Kelompok Tani Hutan (KTH) dan pelatihan peningkatan kapasitas kelompok masyarakat desa Direktur Lembaga Nusa Bunga Mandiri (LNBM) yang juga Kepala Lembaga Penjamin Mutu (LPM) STIE Karya Kanisius Teobaldus Deki, S.Fil, M.Th; dan tiga kru LNBM Antonius Mbukut, S.Fil, M.Th; Walburgus Abulat, S.Fil dan Fransiskus Xaverius Suwardi, S.Fil.
Apresiasi
Untuk diketahui, kegiatan pembentukan Kelompok Tani Hutan (KTH) dan pelatihan peningkatan kapasitas kelompok masyarakat desa di Desa Pontianak dibuka Kades Pontianak Syarifudin, S.Ag.
Kades Syarifudin dalam sambutannya antara lain membeberkan pelbagai potensi wisata yang ada di Pulau Longos di antaranya ada satwa langak Komodo, burung kakatua jambul kuning, kelelawar, hutan mangrove, aneka wisata bahari, dan potensi aneka hasil ikan.
“Kita hendaknya menjaga potensi-potesnsi yang ada. Warga jangan bakar hutan, kita tanam pohon,” kata Kades Syarfudin.
Kades Syarifudin pada kesempatan ini juga menyampaikan apresiasi kepada UNDP cq In Flores, Balai Besar KSDA NTT dan KSDA Wilayah 2 NTT, LNBM dan STIE Karya yang memilih dua desa di Pulau Longos sebagai kelompok dampingan peningkatan kapasitas.
“Dari hati yang dalam kami menyampaikan terima kasih kepada In Flores, Balai Besar KSDA NTT, KSDA Wilayah 2 NTT, LNBM dan STIE Karya,” kata Kades Syarifudin.
Warga Jaga Komodo
Sementara Kepala Resor KSDA Wilayah Labuan Bajo Sahudin dalam sambutannya mewakili Kepala Bidang KSDA Wilayah 2 dalam sambutannya antara lain meminta elemen warga Pulau Longos khususnya, dan warga Manggarai Barat umumnya untuk selalu menjaga Satwa yang dilindungi Komodo.
“Warga jaga Komodo dan aneka satwa yang dilindungi lainnya di Pulau Longos ini,” pinta Sahudin.
Viralkan Longos ke Indonesia dan Dunia
Sedangkan North Landscape Seascape Coordinator Project In Flores Mulya Hutomo, S.Pi, M.Si dalam sambutannya antara lain meminta semua elemen warga untuk mengelola pelbagai potensi yang ada secara baik.
“Saya minta agar elemen warga untuk mengelola pelbagai potensi yang ada di Pulau ini secara baik,” kata Hutomo.
Hutomo juga mengingatkan warga bahwa suatu waktu Pulai Longos akan mengalami perkembangan seperti Labuan Bajo..
“Pulau Longos suatu waktu seperti Labuan Bajo. Pulau Longos memiliki potenasi wisata untuk dikunjungi wisatawan. Wisatawan bisa menyelam, dan menikmati segala keindahan di Pulau Longos ini. Karena itu, saya minta agar kita sejak saat ini harus menjadi pelaku usaha. Kita menyiapkan homestay agar suatu waktu kalau Bule ke Pulau Longos sudah ada homestay,” katanya.
Koordinator In Flores pada akhir sambutannya meminta elemen warga untuk memviralkan Pulau Longos ke Indonesia dan Dunia.
“Saya minta kita semua untuk memviralkan Pulau Longos ke masyarat di Penjuru Indonesia dan dunia,” katanya.
Sangat Antusias
Pantauan media ini kegiatan pembentukan Kelompok Tani Hutan (KTH) dan pelatihan peningkatan kapasitas kelompok masyarakat desa dan Pelatihan Peningkatan Kapasitas Pengelolaan Keuangan dan Hasil Produksi diikuti warga dengan penuh antusias.
Peserta juga antusias mendiskusikan pelbagai hal terkait materi dan memberikan catatan kritis untuk kemajukan kelompok dan pengembangan usaha ke depannya.*
Penulis : Rikardus Nardin
Editor : Wall Abulat










