SMPN Alok Kekurangan Ruang Kelas dan Kesulitan Air Bersih - FloresPos Net

SMPN Alok Kekurangan Ruang Kelas dan Kesulitan Air Bersih

- Jurnalis

Selasa, 7 April 2026 - 21:36 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MAUMERE, FLORESPOS.net-Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) Alok Maumere merupakan sebuah sekolah yang beralamat di Jalan Wairklau, Kelurahan Kota Uneng, Kecamatan Alok, Kota Maumere, Kabupaten Sikka.

Sekolah ini berdiri pada tanggal 07 Mei 2019 berdasarkan SK Pendirian No. 145/HK/2019 dan dibangun di atas lahan awal seluas 18.639 meter persegi yang memungkinkan untuk pembangunan fasilitas pendidikan.

‘Kami ada 25 rombongan belajar atau kelas tapi ruang klas yang sudah permanen cuma 14 saja sementara yang lainnya masih darurat,” sebut Kepala Sekolah SMPN Alok Maumere, John Kasmir Bata Seda,SFil, Senin (7/4/2026).

John memaparkan, tahun 2026 dikatakan ada bantuan revitalisasi 7 ruang kelas dari pemerintah dan kami masih menunggu kepastiannya agar ruang kelas permanen bisa bertambah.

Dirinya beralasan sebagai sekolah negeri satu-satunya di Kecamatan Alok dan menjadi sekolah rujukan bagi tamatan Sekolah Dasar (SD) yang ada di kecamatan ini.

Ia mengatakan, terdapat 22 SD penyanggah atau sekolah dukungan sehingga bila masing-masing sekolah saja ada 10 lulusan yang bersekolah di SMPN Alok maka sudah ada 220 siswa baru.

Baca Juga :  Delapan Gerai Sembako Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih Sedang Dibangun di Sikka

“Sekolah kami masih banyak membutuhkan bantuan apalagi sekolah ini merupakan satu-satunya SMP Negeri di Kecamatan Alok dengan sekolah dukungan sebanyak hampir 22 SD,” ujarnya.

John menyebutkan, untuk saat ini total siswa yang bersekolah di SMPN Alok sebanyak 768 siswa yang dilayani 41 tenaga pendidik (guru) dan 19 tenaga kependidikan sehingga total ada 60 pegawai.

Selain kekurangan ruang kelas permanen, sekolah juga belum memiliki pagar tembok dan masih menggunakan kawat dengan mempergunakan anggaran dari uang komite sekolah.

Ketiadaan pagar kata dia membuat sapi dan ternak lainnya sering masuk dan berkeliaran di halaman sekolah sehingga sangat mengganggu proses belajar mengajar di sekolah ini.

Sarana MCK pun masih sangat kurang namun sekolah ini terbantu karena tahun 2026 ada anggaran dari pemerintah untuk membangun 5 buah MCK namun pihaknya kesulitan air bersih sebab ketiadaan sumur bor.

“Kami kali lalu sudah ada ancang-ancang untuk mendapatkan bantuan pihak ketiga dari Kanada. Dari 10 sekolah yang mendapatkan bantuan, tahun 2025 sudah 5 sekolah yang dibantu dan tahun ini tersisa 5 sekolah lagi masih menunggu giliran,” tuturnya.

Baca Juga :  Kemasan Produk, Ijin dan Informasi Produk Penting Diketahui Pelaku UMKM

John mengakui ketiadaan sumur bor membuat pihaknya setiap 2 atau 3 hari sekali harus membeli air bersih dari mobil tanki berukuran 5 ribu liter.

Ketiadaan air bersih membuat pihak sekolah kesulitan menyiram tanaman yang ada di sekolah sebab saat musim kemarau banyak pohon yang ditanam sebagai pohon pelindung mati terkena terik mentari.

Mantan Kepala Sekolah SMPN1 Talibura di Desa Nebe ini menyebutkan pihaknya terpaksa menanam pepohonan saat musim hujan bahkan barusan menanam 100 pohon di sekeliling halaman sekolah.

“Tetapi ini kita berjuang bersama di musim panas. Karena kalau musim panas rumput-rumput di halaman sekolah pun mati,” pungkasnya.

Saat disambangi tanah di lokasi halaman sekolah pun belum semua diratakan serta masih dipenuhi rerumputan. Beberapa pohon pelindung yang ditanam ketinggiannya sudah mencapai sekitar 1,5 meter. *

Penulis : Ebed de Rosary

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

Lagi, JPIC Ordo Karmel Sisir Pedalaman Flores Distribusikan Aneka Bantuan ke Penyintas Gempa
Perkumpulan Gereja Oikumene Polres Sikka Serahkan Santunan Bagi Keluarga Almarhum Charles Londo
Relawan Sahabat JSL Terus Bergerak Salurkan Sembako kepada Warga Terdampak Bencana
Wujud Kepedulian Pascagempa, Putri Pariwisata Indonesia Salurkan Bantuan Sembako dari Butik Levico ke Liselowobora-Ende
Wakil Ketua Komisi IV DPR-RI Bantu Alat Ekonomi Produktif–Dukung Kegiatan Kelompok Dua Desa di Flores Timur
Digitalisasikan Sampah, Pemkab Manggarai Barat Bentuk Bank Sampah G-Lingko
BPJS Kesehatan Dorong Layanan Jantung Berbasis Outcome
Kolaborasi AMAG dan Dompet Dhuafa, 100 Paket Bantuan untuk Pemulihan Penyintas Gempa di Nagekeo
Berita ini 124 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 18:30 WITA

Lagi, JPIC Ordo Karmel Sisir Pedalaman Flores Distribusikan Aneka Bantuan ke Penyintas Gempa

Jumat, 18 September 2026 - 16:06 WITA

Perkumpulan Gereja Oikumene Polres Sikka Serahkan Santunan Bagi Keluarga Almarhum Charles Londo

Jumat, 18 September 2026 - 12:22 WITA

Relawan Sahabat JSL Terus Bergerak Salurkan Sembako kepada Warga Terdampak Bencana

Kamis, 17 September 2026 - 20:46 WITA

Wujud Kepedulian Pascagempa, Putri Pariwisata Indonesia Salurkan Bantuan Sembako dari Butik Levico ke Liselowobora-Ende

Kamis, 17 September 2026 - 18:55 WITA

Wakil Ketua Komisi IV DPR-RI Bantu Alat Ekonomi Produktif–Dukung Kegiatan Kelompok Dua Desa di Flores Timur

Berita Terbaru