MAUMERE, FLORESPOS.net- Pada bulan Mei 2025 Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UMKM Kabupaten Sikka melakukan sosialisasi dan musyawarah dengan outputnya terbentuknya pengurus dan pengawas koperasi desa dan kelurahan merah putih.
Hingga tanggal tanggal 31 Mei 2025 sudah terbentuk pengurus dan pengawas koperasi desa dan koperasi kelurahan merah putih dan di akhir Juni 2025 dilakukan pembuatan akta koperasi.
“Sebanyak 181 desa dan 13 kelurahan di Kabupaten Sikka sudah memiliki koperasi desa dan koperasi kelurahan merah putih,” sebut Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan,Koperasi dan UMKM Kabupaten Sikka, Verdinandus Lepe saat konferensi pers, Rabu (17/12/2025).
Verdi sapaannya menerangkan,pihaknya melakukan Percepatan administrasi koperasinya untuk pengurusan nomor pokok wajib pajak koperasi, nomor induk berusaha dan wajib pajak.
Pihaknya juga telah melakukan pelatihan peningkatan kapasitas pengurus dengan jumlah yang dilatih sebanyak 388 orang pengurus dan dilanjutkan dengan pembangunan gerai semabko.
Menurutnya, terkait pembangunan gerai, sesuai dengan petunjuk teknis maka pelaksana kegiatannya oleh PT Agrinas Pangan Nusantara selaku BUMN yang menangani pembangunan fisik.
“Dalam pembangunan gerai sembako, PT.Agrinas Pangan Nusantara akan dibantu sepenuhnya untuk oleh Komandan Kodim 1603 Sikka dan jajarannya,” ungkapnya.
Verdi menambahkan, untuk Kabupaten Sikka per tanggal 15 Desember 2025 sudah dibangun 8 gerai sembako yakni di Kelurahan Kota Uneng yang sedang dikerjakan dengan progress pekerjaan 4,7 persen pekerjaan fisik.
Kelurahan Madawat pekerjaan mencapai 10,5 persen, Kelurahan Wuring sudah 9, 2 persen, Kelurahan Wolomarang 11.1 persen dan Desa Tilang pembangunannya mencapai 5,6 persen.
Selain itu paparnya, Desa Egon sedang persiapan lahan dimana capaiannya 6 persen, Desa Werang persiapan lahan dan galian dengan capaian 3 persen, Desa Bura Bekor sudah dilakukan penggalian pondasi.
“Desa Geliting dilakukan pembersihan lahan dan Koting B sedang dalam proses pembersihan lahan dan mulai menggali tanah untuk pondasi. Sebanyak 10 lokasi sudah mulai bekerja dan sudah masuk ke portal dan siap dikerjakan sebanyak 12 lokasi dan 2 lokasi sedang dalam persiapan lahan,” paparnya.
Verdi menyampaikan pihaknya sudah laporkan ke provisi bahwa lahan-lahan yang ada di desa dan dimiliki pemerintah kabupaten,provinsi, kementrian atau lembaga dan TNI serta Polri memang ada.
Tapi kata dia, lahan yang ada tidak sesuai dengan ukuran yang ditetapkan oleh PT.Agrinas Pangan Nusantara yakni 30×20 meter.
Pihaknya berharap tahun 2026 ada prototipe baru yang pembangunannya disesuaikan dengan kondisi lahan yang ada di desa sebab target kerjanya akan diselesaikan tanggal 31 Januari 2026.
“Kami minggu ini juga melakukan konsolidasi dengan para pengurus dan kepala desa serta camat terakit lahan ini sebab ada juga masyarakat yang mau menghibahkan tanahnya untuk pembangunan koperasi desa merah putih,” pungkasnya. *
Tulisan ini merupakan hasil kerjasama Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Sikka dengan media Florespos.net
Penulis : Ebed de Rosary
Editor : Wentho Eliando










