ODGJ di Sikka Capai 1.220 Orang, Ada Yang Gagal Jadi Legislatif dan Kades - FloresPos Net

ODGJ di Sikka Capai 1.220 Orang, Ada Yang Gagal Jadi Legislatif dan Kades

- Jurnalis

Kamis, 13 Maret 2025 - 18:20 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MAUMERE, FLORESPOS.net-umlah Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di Kabupaten Sikka selama tahun 2024 mencapai 1.220 orang dimana jumlah ini lebih banyak dibandingkan tahun 2023 yang hanya sebanyak 1.179 orang.

Sejak tahun 2018 jumlah ODGJ terus mengalami peningkatan dari 290 orang menjadi 818 orang di tahun 2019, 858 orang tahun 2020, 1.093 orang tahun 2021 serta 1.122 orang di tahun 2022.

“Tahun 2024 meningkat jadi 1.220 orang dimana sejumlah ODGJ disebabkan oleh kegagalan dalam pemilihan legislative (pileg) dan kepala desa,” sebut Plt.Kadis Kesehatan, Petrus Herlemus, Kamis (13/3/2025).

Dalam pelatihan kesehatan jiwa bagi wartawan yang diselenggarakan Yayasan PAPHA, Petrus sebutkan, para ODGJ berasal dari berbagai jenjang pendidikan termasuk pendidikan menengah keatas.

Ia mengatakan, jumlah ODGJ terus mengalami peningkatan termasuk di tahun 2025 ini jumlahnya diperkirakan meningkat mengingat berbagai permasalahan yang dihadapi termasuk pegawai negeri.

Baca Juga :  Berlaga di ETMC Ende, Persami Maumere 100 Persen Gunakan Pemain Lokal

Dari 1.220 ODGJ, sebanyak 574 ODGJ kategori berat telah mendapatkan layanan kesehatan sedangkan 471 orang lainnya belum menerima layanan sesuai standar yang ditetapkan.

“Baru sebanyak 54.9 persen ODGJ berat yang mendapatkan layanan kesehatan sesuai standar.Terdapat 48 ODGJ yang sedang dipasung, 41 orang berada di rumah aman, dan 7 orang dipasung menggunakan kayu,” paparnya.

Petrus memaparkan, dalam menangani ODGJ terdapat berbagai tantangan diantaranya belum adanya tim pemantauan minum obat (PMO) serta stigma dari keluarga dan masyarakat.

Selain itu,belum ada fasilitas pelayanan kesehatan untuk perawatan dan pusat rehabilitasi pasien dengan gangguan jiwa (RS Jiwa dan Panti Rehabilitasi) serta intervensi anggaran  dari APBD sangat terbatas.

Baca Juga :  Manggarai Barat Bangun Kampung Nelayan Merah Putih di Warloka

“Belum ada wadah integrasi  antar pemerintah dan pihak  swasta serta lembaga terkait untuk bersama-sama melaksanakan upaya pencegahan dan pengendalian kesehatan jiwa masyarakat,” tuturnya.

Petrus menambahkan, tantangan lainnya yakni belum ada dukungan pemerintah desa untuk menyiapkan rumah aman bagi ODGJ dari keluarga yang kurang mampu.

ODGJ tidak mendapatkan dukungan dari keluarga untuk proses pemulihan ketersedian bahan makanan yang sangat terbatas dan Memprihatinkan bagi ODGJ ditingkat keluarga.

“ODGJ juga ditelantarkan oleh keluarga dan tidak memiliki kartu tanda penduduk (KTP) dan kartu jaminan kesehatan,” terangnya.

“Kami akan terus melakukan penanganan ODGJ secara optimal dan mengapresiasi peran lembaga swadaya masyarakat (LSM) serta Rumah Sakit Santa Elisabeth Lela yang selalu melayani ODGJ,” pungkasnya. *

Penulis : Ebed de Rosary (Kontributor)

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

Kronologi Kejadian Perkataan Monyet Oleh Staf Serta Langkah yang Diambil Kemenag Sikka
PGRI Sikka Kecam Perlakuan Staf Kantor Kemenag Sikka yang Lontarkan Perkataan Monyet Kepada Guru Agama
Kronologi Lengkap Guru Agama Katolik di Sikka Didorong, Dikatai Monyet dan Diminta Pulang Saat Mengurus Berkas di Kantor Kemenag Sikka
Sambut HUT RI Ke-81, APNI Ajak Perkuat Hilirisasi dan Tata Kelola Mineral Demi Terwujudnya Negara Adi Daya
Kunjungi Marga Ende, Delvis Rettob Tegaskan PMKRI Tetap Berjuang untuk Orang Kecil
Gerakan Pangan Murah di Ende, Bulog Layani 4 Ton Beras kepada Warga
137 Guru Agama di Kabupaten Sikka Dapat TPG, Kemenag Berkomitmen Tingkatkan Pelayanan
Harumkan Nama Ende, Siswi SMAKN Ende Melaju ke Tingkat Nasional OSN Bidang Kimia
Berita ini 577 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 7 Agustus 2026 - 10:55 WITA

Kronologi Kejadian Perkataan Monyet Oleh Staf Serta Langkah yang Diambil Kemenag Sikka

Jumat, 7 Agustus 2026 - 10:37 WITA

PGRI Sikka Kecam Perlakuan Staf Kantor Kemenag Sikka yang Lontarkan Perkataan Monyet Kepada Guru Agama

Kamis, 6 Agustus 2026 - 20:44 WITA

Kronologi Lengkap Guru Agama Katolik di Sikka Didorong, Dikatai Monyet dan Diminta Pulang Saat Mengurus Berkas di Kantor Kemenag Sikka

Kamis, 6 Agustus 2026 - 19:12 WITA

Sambut HUT RI Ke-81, APNI Ajak Perkuat Hilirisasi dan Tata Kelola Mineral Demi Terwujudnya Negara Adi Daya

Kamis, 6 Agustus 2026 - 13:37 WITA

Gerakan Pangan Murah di Ende, Bulog Layani 4 Ton Beras kepada Warga

Berita Terbaru

Opini

Menjadi Korban Bukanlah Identitas Abadi

Kamis, 6 Agu 2026 - 22:21 WITA