MAUMERE, FLORESPOS.net – Mantan Kadis Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (PKO) Kabupaten Sikka Yoseph Herianto Vandiron Sales atau yang akrab disapa Kadis Heri Sales mendukung proses hukum kasus dana sertifikasi guru senilai Rp642 juta agar terang benderang siapa yang melakukan penyelewengan dimaksud “Saya mendukung proses hukum untuk mengusut dana sertifikasi guru senilai Rp600 juta lebih itu,” kata Kadis Heri Sales Florespos.net dan Kompas.Com di Ruang Kerja Kadis Lingkungan Hidup Jalan Jenderal Sudirman Maumere, Kamis (20/7/2023) dan dipertegas lagi melalui pesan WhatsApp (WA) yang ditujukan ke media ini, Jumat (21/7/2023).
Kadis Heri Sales diwawancarai untuk memastikan informasi terkait dugaan dana sertfikasi guru senilai Rp642 juta yang diduga disunat oleh oknum di Dinas PKO Sikka.
Kadis Heri Sales mengakui ia sudah menyiapkan segala data terkait dana Rp642 juta itu, serta langkah-langkah konkret yang dilakukannya supaya permasalahan dana sertifikasi guru itu menjadi terang benderang.
“Bahkan saya sudah menyiapkan data untuk menjelaskan soal dana itu kalau ada perwakilan guru yang melakukan aksi demo jadi berdialog dengan saya di Kantor DLH. Saya sudah siap untuk bertemu para guru. Tapi saya sangat sesalkan karena agenda pertemuan tidak dilaksanakan,” kata Kadis Heri Sales.
Heri Sales bahkan mengakui pihaknya telah menyampaikan sejumlah fakta terkait dana sertifisikasi guru itu kepada aparat penegak hukum (APH) dan kepada Bapak Bupati Sikka beberapa waktu lalu.
“Saya sudah sampaikan semua data terkait dana sertifikasi guru ini kepada APH dan kepada Bapak Bupati Sikka.,” katanya.
Heri Sales juga memperlihatkan sejumlah data terkait upaya yang dilakukannya untuk mencegah terjadinya penyalahgunaan dana sertifikasi di antaranya dengan memutasikan operator dan salah satu staf yang mendapatkan pengaduan terkait pengelolaan dana sertifikasi guru, serta pelbagai upaya yang menerima pengaduan para guru, dan melakukan komukasi intens untuk menyelesaikan persoalan, baik dengan bendahara, dengan operator, dengan Kasubah Program, Kasubag Keuangan, dan Sekretaris Dinas PKO.
Salah satu upaya yang dilakukannya, lanjut Heri Sales, bagaimana sikap tegasnya menyusul adanya perubahan data kerugian yang semula dilaporkan hanya Rp 100 juta, dan tiba-tiba membengkak menjadi Rp600 juta lebih dengan mengkroscek data ke Bendahara, Operator, Sekretaris, dan para pihak lainnya.
“Saya simpan semua data terkait upaya-upaya yang sudah saya lakukan selama ini. Upaya yang saya lakukan untuk menyelamatkan uang sertifikasi para guru, termasuk untuk memutasikan operator,” katanya.
“Sebenarnya hak guru yang dipotong itu saya yang bongkar, itu karena setelah pengaduan dari para guru melalui chat WA, saya mulai lacak. Berdasarkan keterangan yang diberikan, saya lakukan pengecekan terhadap data yang diminta. Setelah cek, saya mendapat informasi dari bendahara Dinas PKO bahwa dia telah serahkan dana kepada Iswadi sebesar Rp 600 juta lebih,” kata Heri Sales.*
Penulis Wall Abulat/Editor:Anton Harus










