93 Mahasiswa Politeknik St.Wilhelmus Boawae Praktek Lapangan di Sikka

- Jurnalis

Sabtu, 8 Maret 2025 - 11:33 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Maria Emelinda Oko

Maria Emelinda Oko

MAUMERE, FLORESPOS.net-Sebanyak 93 mahasiswa dari Politeknik St.Wilehlmus Boawae, Kabupaten Nagekeo melaksanakan praktek lapangan di beberapa wilayah di Kabupaten Sikka.

Para mahasiswa terbagi di beberapa kelompok tani yang ada di beberapa desa dan tempat usaha peternakan yang ada di beberapa kecamatan.

“Ada 93 mahasiswi yang berpraktek di Kabupaten Sikka,” sebut Maria Emelinda Oko, Ketua Panitia Praktek Lapangan tahun 2025 Politeknik St.Wilhelmus Boawae,Jumat (7/3/2025).

Saat ditemui di kebun irigasi tetes eduwisata Inovasi Pertanian Keuskupan Maumere (Inpekma), Maria memaparkan, para mahasiswa tersebar di beberapa kelompok tani di  Desa Tilang, Bloro, Ladogahar, Nita dan bolawolon.

Praktek lapangan juga mengambil tempat di lokasi peternakan dan pertanian hortikultura milik Keuskupan Maumere, pertanian irigasi tetes Inpekma serta peternakan babi di PT. Sikka Kota Mulia dan di peternakan Patiahu, Talibura.

“Tahun lalu juga mahasiswa kami berpraktek di Kabupaten Sikka termasuk di kebun hortikultura irigasi tetes di Inpekma Maumere,” terangnya.

Terjun Menjadi Petani

Maria menjelaskan Kabupaten Sikka dipilih menjadi tempat praktek lapangan sebab pihaknya melihat ada hal yang positif dimana pertanian dan peternakannya cukup hidup.

Selain itu, pertanian dan peternakan digeluti orang muda sehingga selaras dengan kampus mereka sebagai perguruan tinggi vokasi yang mendidik anak muda.

Ia berharap para mahasiswa tersebut bisa belajar banyak hal dan mengikuti jejak petani milenila di Kabupaten Sikka termasuk menggunakan aplikasi baik pertanian dan peternakan.

Baca Juga :  Ini Yang Disampaikan Mgr Paulus Budi Kleden SVD ke Tokoh Agama Ende Saat Penyambutan

“Sektor pertanian dan peternakan di Kabupaten Sikka lebih menonjol dan banyak digeluti anak-anak muda,” ungkapnya.

Maria mengakui, di Inpekma sendiri ada ada kolaborasi antara pertanian dan wisata lewat agrowisata karena memanfaatkan lahan untuk budidaya pertanian dan tempat wisata.

Menurutnya, ini menjadi pelajaran berarti bagi anak muda sehingga bisa diadopsi dan dikembangkan di wilayah lain termasuk oleh mahasiswanya setelah tamat kuliah dan kembali ke masyarakat.

“Sistem pertanian irigasi tetesnya ini yang membuat kami awalnya tertarik mengirimkan mahasiswa kami praktek di Inpekma agar mereka bisa belajar sistem pertanian menggunakan teknologi irigasi tetes,” jelasnya.

Maria mengakui mahasiswanya telah melaksanakan praktek lapangan di kebun irigasi tetes Inpekma Maumere sejak tahun 2025 lalu.

Untuk tahun 2025 sebanyak 9 orang mahasiswa yang akan melaksanakan praktek lapangan di tempat ini.

Ia memaparkan, untuk tahun 2025 jumlah mahasiswa yang melaksanakan praktek lapangan sebanyak 126 orang dan tersebar di 4 kabupaten.

Targetnya, para mahasiswa bisa menjadi praktisi di dunia pertanian sebab petani saat ini semakin berkurang sehingga bisa lahir anak-anak muda yang terjun menjadi petani.

“Kita berharap lahir petani-petani muda yang memiliki banyak pengalaman sehingga bisa memanfaatkan potensi yang ada di daerah mereka masing-masing,” ucapnya.

Baca Juga :  Guru dan Orang Tua Siswa SMPN I Maumere Siap Sukseskan Kurikulum Merdeka Belajar

Siap Mendidik

Maria mengungkapkan, sebagai lembaga pendidikan vokasi, kampus Politeknik St.Wilhelmus Boawae tentunya lebih menghasilkan lulusan yang arahnya lebih kepada wirausaha.

Ia memaparkan, untuk praktek lapangan tahun 2025 ini para mahasiswa akan menjalaninya selama 3 bulan sejak tanggal 6 Maret sampai tanggal 31 Mei 2025 mendatang.

Sementara itu petani milenial irigasi tetes tamatan Israel Yance Maring mengakui, dirinya sejak beberapa tahun terakhir telah menerima para pelajar SMK maupun mahasiswa untuk berpraktek di kebunnya.

Yance menyebutkan,pelajar dan mahasiswa yang belajar sistem irigasi tetes di lahan hortikultura miliknya di Inpekma Maumere maupun di lokasi lainnya berasal dari berbagai wilayah di Provinsi NTT.

“Banyak yang datang belajar dan melaksanakan praktek lapangan di tempat saya baik pelajar maupun mahasiswa. Mereka rata-rata praktek selama tiga bulan,” ucapnya.

Yance berharap para pelajar dan mahasiswa ini kedepannya bisa terjun menjadi petani mengingat saat ini belum banyak anak muda yang terlibat di sektor pertanian.

Menurutnya sektor pertanian bisa mendatangkan penghasilan yang lumayan besar apalagi saat ini sistem pertanian sudah mengadopsi penggunaan mesin dan teknologi pertanian yang lebih maju.

“Semoga semakin banyak anak muda di NTT yang terjun menjadi petani.Saya selalu terbuka menerima anak-anak muda untuk belajar pertanian di tempat saya,” pungkasnya. *

Penulis : Ebed de Rosary (Kontributor)

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

Disarpus Sikka Lakukan Monitoring dan Evaluasi Perpustakaan di Koting
Tekan Kasus Kematian Pasien DBD–Dinkes Sikka Keluarkan Rekomendasi untuk Puskesmas
Selama Tahun 2025, Arus Penumpang dan Barang di Pelabuhan Laurens Say Maumere Meningkat
Pelindo Maumere Harapkan Tahun 2026 Kapal Penumpang Sudah Sandar di Dermaga Empat
PAW Anggota DPRD Ende, Thomas Aquino: ‘Saya Siap Satu Ritme dengan Rekan-Rekan
Pengamat Hankam Valens Daki-Soo–‘Penguatan Militer Harus Dibarengi Peningkatan Ekonomi dan Diplomasi’
Empat Warga Kalo Reok Barat Temukan Jenazah Siswa yang Tenggelam di Air Terjun Tiwu Pai
ASN PPPK Paruh Waktu Guru dan Nakes di Manggarai Timur Terima SK–Ini Rincian Gajinya
Berita ini 786 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 19 Januari 2026 - 19:41 WITA

Disarpus Sikka Lakukan Monitoring dan Evaluasi Perpustakaan di Koting

Senin, 19 Januari 2026 - 19:24 WITA

Tekan Kasus Kematian Pasien DBD–Dinkes Sikka Keluarkan Rekomendasi untuk Puskesmas

Senin, 19 Januari 2026 - 19:02 WITA

Selama Tahun 2025, Arus Penumpang dan Barang di Pelabuhan Laurens Say Maumere Meningkat

Senin, 19 Januari 2026 - 17:36 WITA

PAW Anggota DPRD Ende, Thomas Aquino: ‘Saya Siap Satu Ritme dengan Rekan-Rekan

Senin, 19 Januari 2026 - 16:38 WITA

Pengamat Hankam Valens Daki-Soo–‘Penguatan Militer Harus Dibarengi Peningkatan Ekonomi dan Diplomasi’

Berita Terbaru

Opini

Rasio vs Emosi: Menyikapi Narasi “Darurat 7 Hari”

Senin, 19 Jan 2026 - 21:58 WITA