RUTENG, FLORESPOS.net-Rektor Unika St. Paulus Ruteng Dr. Agustinus Manfred Habur, Lic. Theol melaunching Dies Natalis lembaga pendidikan ini yang berlangsung di Kampus lembaga ini, Sabtu (21/2/2026). Launching ditandai dengan pelepasan balon.
Hadir saat itu Wakil Rektor (Warek) I Dr. Marselus Ruben Payong, M.Pd; Warek II Dr. Kristianus Viktor Pantaleon, M.Pd; Warek III Dr. Fransiskus Sawan, M.Pd, Dekan FKIP RD. Yohanes Mariano Dangku, S.Fil, M.Pd; Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan David Djerubu, S.Fil, M.A.
Juga Dekan FPP FT Dr. Yuliana Wahyu; Direktur Utama PT Panorama Alam Flores (PAF) Selvianus Sendo, A.Md, SE, M.M, Public Relation (PR) PT PAF Adrian Pantur, dan para dosen Unika Santo Paulus Ruteng.
Rektor Unika St. Paulus Ruteng Dr. Agustinus Manfred Habur, Lic. Theol dalam sambutannya antara lain menyebut Dies Natalis ke-67 ini merupakan momen penuh rahmat.
“Hari ini kita memasuki momentum yang penuh makna: peluncuran Dies Natalis ke-67. Enam puluh tujuh tahun bukanlah sekadar hitungan waktu, melainkan perjalanan kesetiaan dalam melayani pendidikan, membangun peradaban, dan menanamkan nilai-nilai kemanusiaan di tengah masyarakat Ruteng, Flores, dan Indonesia,” katanya.
Dies Natalis tahun ini, lanjutnya mengangkat tema “Kolaborasi Menggerakkan dan Transformasi Membentuk Karakter”. Tema ini menegaskan dua kekuatan utama yang harus menjadi jiwa perjalanan kita ke depan.
Pertama, Kolaborasi Menggerakkan. Kita hidup dalam zaman yang ditandai oleh keterhubungan. Tidak ada lagi ruang bagi kerja yang terisolasi. Universitas harus menjadi ruang dialogantara ilmu dan kehidupan, antara tradisi dan inovasi, antara iman dan kebudayaan, antara kampus dan masyarakat.
“Kolaborasi adalah energi yang menggerakkan:menggerakkan penelitian agar menjawab kebutuhan nyata masyarakat, menggerakkan pengabdian agar menjadi solusi, bukan sekadar program, menggerakkan pembelajaran agar mahasiswa tidak hanya mengetahui, tetapi mengalami dan terlibat. Ketika kita berkolaborasi, kita tidak sekadar bekerja bersama, tetapi saling memperkaya. Dari kolaborasi lahirlah kreativitas, solidaritas, dan daya tahan menghadapi perubahan zaman,” katanya.
Kedua, Transformasi Membentuk Karakter. Namun gerak saja tidak cukup. Kita membutuhkan arah. Di sinilah transformasi menjadi penting. Transformasi yang kita maksud bukan hanya perubahan sistem, kurikulum, atau teknologi, tetapi transformasi manusia.
Pendidikan Katolik pada hakikatnya adalah proses pembentukan karakter membentuk pribadi yang utuh: cerdas secara intelektual, matang secara emosional, jujur secara moral, dan solider secara sosial.
Rektor menggarisbawahi bahwa universitas harus menjadi tempat di mana pengetahuan dipadukan dengan kebijaksanaan, kebebasan akademik berjalan bersama tanggung jawab etis, keberhasilan tidak hanya diukur dari prestasi, tetapi dari integritas.
“Kita ingin melahirkan lulusan yang bukan hanya siap kerja, tetapi juga siap melayani, siap memimpin, dan siap merawat kehidupan bersama,” katanya.
Dies Natalis sebagai Momentum Pembaruan
Rektor pada kesempatan ini juga menyebut Dies Natalis sebagai momentum pembaharuan.
Dies Natalis ke-67 ini bukan sekadar perayaan seremonial, melainkan momentum refleksi dan pembaruan.
“Kita diundang untuk bertanya: Sudahkah kolaborasi kita sungguh menggerakkan? Sudahkah transformasi kita sungguh membentuk karakter? Jika jawabannya belum sepenuhnya, maka Dies Natalis inilah titik tolak untuk melangkah lebih berani, lebih terbuka, dan lebih setia pada misi kita sebagai komunitas akademik,” katanya.
Menutup sambutannya, Rektor mengajak seluruh civitas akademika dan para mitra untuk menjadikan tema ini sebagai gerakan bersama.
“Saya mengajak seluruh civitas akademika dan para mitra untuk menjadikan tema Dies Natalis ini sebagai gerakan bersama. Mari kita bangun kampus ini sebagai: rumah kolaborasi yang inklusif, pusat transformasi yang memanusiakan, dan ladang pendidikan yang menumbuhkan karakter,” katanya.
“Dengan penuh syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, serta disertai semangat pelayanan bagi Gereja, bangsa, dan masyarakat, maka rangkaian kegiatan Dies Natalis ke-67 Universitas Katolik Indonesia Santu Paulus Ruteng dengan ini secara resmi kita luncurkan. Selamat merayakan, selamat berkarya, dan mari bergerak bersama.Tuhan memberkati kita semua,” kata Rektor.
Jalan Sehat
Disaksikan media ini, sebelum launching, Rektor, para wakil rektor, para dekan, para ketua program studi, dan para mahasiswa mengikuti jalan sehat dengan rute dari Kampus Unika menuju beberapa ruas jalan ke Katedral Lama, lalu ke arah Mapolres Manggarai, kemudian mengikuti rute jalan ke Bandara Frans Sales Leda untuk kemudian menuju ke Kampus Unika Santo Paulus Ruteng.
Para dosen dan mahasiswa sangat antusias mengikuti jalan sehat ini. Usai jalan sehat, para dosen dan mahasiswa serta tamu undangan menikmati aneka olahan menu lokal yang diolah para mahasiswa Unika Santo Paulus Ruteng. *
Penulis : Wall Abulat
Editor : Wentho Eliando










