MAUMERE, FLORESPOS.net-Yayasan Payung Perjuangan Humanis (PAPHA) selama 2 hari sejak Kamis (13/3/2025) hingga Jumat (14/3/2025) melaksanakan pelatihan kesehatan jiwa kepada wartawan, bersama untuk Flores yang sehat jiwa.
Kegiatan Bersahaja Project ini dihadiri para wartawan di Kabupaten Sikka yang bergabung dalam Aliansi Wartawan Sikka (AWAS) dimana Bersahaja Project merupakan program kolaborasi Australian Aid, CBM global dengan konsorsium 3 lembaga lokal yaitu Yayasan JPM di kupang, PAPHA di Sikka dan AYO Indonesia di Manggarai.
“Orang Dengan Disabilitas Psikososial (ODDP) bisa sembuh dan kembali beraktifitas seperti biasa di masyarakat,” sebut Titon Nikolai Na’u, Project Officer Yayasan PAPHA, Kamis (13/3/2025).
Titon mengatakan, di masyarakat masih terjadi stigma bahwa ODDP merupakan orang yang tidak berguna dan tidak bisa disembuhkan bahkan banyak dari mereka yang dipasung.
Ia menjelaskan, ODDP bisa sembuh asal mereka secara rutin minum obat serta mengikuti terapi secara rutin sehingga bisa segera pulih.
“Kami berharap teman-teman jurnalis bisa menulis praktik baik dari para ODPP yang sudah sembuh dan kembali beraktifitas seperti biasa. Ini penting sebab stigma di masyarakat mengatakan ODPP tidak bisa sembuh,” ungkapnya.
Titon mengharapkan agar pemberitaan terkait ODPP dan dan isu-isu kesehatan jiwa tidak hanya kegiatannya saja tapi isu-isu penting terkait kesehatan jiwa.
Ia mengakui, ODDP di Kabupaten Sikka pun penanganannya sudah lebih baik dengan membuatkan KTP sehingga mereka pun bisa memiliki kartu BPJS Kesehatan sehingga bisa mengakses pelayanan kesehatan termasuk mendapatkan obat.
“Kami mengharapkan dengan dukungan media isu-isu kesehatan jiwa bisa menjadi perhatian masyarakat. Kami berharap stigma terkait ODDP di masyarakat bisa hilang,” ungkapnya.
Titon memaparkan, terdapat 4 kategori dalam mengatasi masalah kesehatan jiwa yakni promotif, upaya kampanye dan edukasi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang kesehatan jiwa.
Lanjutnya, upaya preventifnya, strategi pencegahan agar masyarakat dapat menghindari faktor risiko gangguan jiwa.
Sedangkan kuratif, langkah-langkah penanganan bagi mereka yang mengalami gangguan jiwa.
“Rehabilitatif, upaya pemulihan bagi mereka yang telah mendapatkan penanganan agar bisa kembali berfungsi dalam masyarakat,” jelasnya.
Mario W.P.Sina Ketua Aliansi Wartawan Sikka (AWAS) mengatakan kasus bunuh diri di Kabupaten Sikka tergolong tinggi dimana minimal setiap bulan terdapat satu kasus bunuh diri.
Mario menjelaskan, dalam Undang-Undang Pers ada rambu-rambu yang harus dipatuhi terkait pemberitaan termasuk juga pemberitaan terkait Orang Dengan Disabilitas Psikososial (ODPP).
“Kami berterima kasih dengan adanya pelatihan ini sehingga diharapkan bisa menjadi masukan bagi jurnalis untuk memperkaya pemberitaan yang dihasilkan,” tuturnya. *
Penulis : Ebed de Rosary (Kontributor)
Editor : Wentho Eliando










