RUTENG, FLORESPOS.net – Tidak terhitung tahun ini, korban kecelakaan lalu lintas di Provinsi NTT, termasuk di dalamnya Manggarai mencapai 2.382 orang.
Data kecelakaan lalu lintas terungkap dalam amanat Kapolda NTT, Irjen Pol Joni Asadoma seperti dibacakan Wakapolres Manggarai, Kompol Sahidin Suna, Senin (10/7/2023) pada apel gelar pasukan Operasi Patuh Turangga lingkup Polres Manggarai.
Wakapolres Suna mengatakan, total kecelakaan pada tahun 2022 di seluruh NTT, sebanyak 1.326 kejadian. Dari kejadian itu, total korban manusia sejumlah 2.382 orang baik yang meninggal, luka berat, luka sedang, dan ringan.
“Data ini diperoleh dari aplikasi integrated road safety management system (IRSMS) yang dikelola Ditlantas NTT,” katanya.
Dikatakan, korban kecelakaan itu terdiri dari korban meninggal dunia 406 orang, luka berat, 488 orang, dan luka ringan sebanyak 1.488 orang.
Menurutnya, dari aspek jumlah korban kecelakaan tahun 2022 lebih banyak dari tahun sebelumnya seiring dengan terus bertambahnya kejadian.
Riilnya, tahun 2022 tercatat terjadi 1.326 kecelakaan. Jumlah ini lebih tinggi dibandingkan tahun 2021 sejumlah 1.191 kecelakaan.
Dengan demikian, terjadi kenaikkan sebanyak 135 kecelakaan atau naiknya mencapai sebesar 11 persen.
Lalu, pelanggaran lalu lintas juga naik, yakni tahun 2022, sebanyak 26.046 pelanggaran dan tahun 2021, sejumlah 16.711 pelanggaran.
Data itu memperlihatkan terjadi kenaikkan pelanggaran lalu lintas sebesar 9.335 kasus atau naik sebesar 55 persen.
Pelbagai kecelakaan dan pelanggaran tentu menjadi catatan sendiri untuk institusi kepolisian dan masyarakat. Bagaimana menekan terjadinya kecelakaan dan pelanggaran lalu lintas.
Dalam kejadian yang ada, demikian Wakapolres Suna, tentu banyak juga dari Manggarai. Catatannya adalah jajaran Lantas agar terus melakukan upaya agar publik tertib dan disiplin berlalu lintas.
Operasi yang dilakukan sekarang ini, lanjut Wakapolres Suna, kiranya bisa kian membangun kesadaran masyarakat agar taat dan tertib ketika berlalu lintas dan ketika berada di jalan raya.
Sebelumnya, Humas Polres Ipda I Made Budiarsa mengatakan, operasi patuh yang dilakukan ini adalah jenis operasi Harkamtibmas yang mengedepankan kegiatan edukatif, persuasif, dan humas.
“Yang dilakukan ini didukung Gakum Lantas secara elektronik (statis dan mobile) untuk meningkatkan kepatuhan dan disiplin masyarakat dalam berlalu lintas,” katanya. *
Penulis:Christo Lawudin/Editor:Anton Harus










