El Nino Sebabkan Padi di Persawahan Cancar-Manggarai Kering - FloresPos Net

El Nino Sebabkan Padi di Persawahan Cancar-Manggarai Kering

- Jurnalis

Kamis, 12 Oktober 2023 - 11:37 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RUTENG, FLORESPOS.net-Walaupun tanda-tanda hujan mulai turun di Manggarai, NTT, tetapi padi sawah di persawahan Cancar, sudah terlanjur kering.

Kekeringan panjang atau el nino menyebabkan padi sawah yang terlihat di pinggir jalan Trans Flores seperti dipantau wartawan, Kamis (12/10/2023),  cukup banyak. Kondisi padi, ada yang sudah kering dan mati.

Yang lainnya tumbuhnya merana yang ditandai padi berwarna kuning hingga cokelat, dan kerdil akibat lama tidak mendapatkan pasokkan air.

Padi yang kerdil memang masih terlihat menghijau, tetapi menunggu waktu untuk layu dan mati jika tetap tidak ke bagian air.

Baca Juga :  Di Kawasan Geothermal Poco Leok, Umat Keuskupan Ruteng Akan Tanam Ribuan Pohon

Seorang petani, Ansel Robi mengatakan, menanam padi pada musim kemarau seperti berjudi dengan alam. Kali ini bisa kalah dalam judi itu karena kemarau  berkepanjangan.

“Akibatnya sawah tidak dapat pasokan air yang memadai. Padi pun layu dan mati,” katanya.

Dikatakan, pasokkan air tidak ada karena saluran irigasi yang tidak berair lagi. Krisis terjadi karena tidak ada hujan.

Sekarang ini, demikian Robi, sudah ada tanda-tanda mau hujan. Tetapi, padi yang ditanam sebulan lalu dan bahkan lebih sudah gagal tumbuh, apalagi bunga dan buah.

Baca Juga :  Agupena NTT Siap Gelar Musyawarah Wilayah

Padi yang ada sekarang bisa dipastikan tidak bisa berproduksi lagi. Karena pertumbuhannya tidak normal.

Sebelumnya, warga lain, Elias Damu mengatakan, kondisi padi pada hamparan persawahan Cancar dan sekitarnya memang bervariasi. Ada juga yang bagus karena pasokkan airnya bagus walaupun pada musim kemarau.

“Tetapi, yang baik itu tidak sebanding dengan gagal. Yang tidak bisa menghasilkan lebih banyak akibat keadaan kering yang tidak tahu kapan berakhirnya,” katanya. *

Penulis: Christo Lawudin/Editor: Anton Harus

Berita Terkait

Meningkat Jumlah UMKM di Manggarai Barat
Keluarga Pendidikan Pertama dan Utama Ciptakan Budaya Belajar di Tengah Masyarakat
Weekend at Parapuar by IN-FLORES Hadirkan Edukasi Alam, Lingkungan, dan Budaya Flores di Natas Parapuar
Memperingati Hari Bhayangkara ke-80, Polres Ende Gelar Turnamen Futsal
HUT Ke-19, KSP CU Gerbang Kasih KAE Resmikan Kantor Cabang Mbay
Dampak Penertiban, Pedagang Pasar Alok Minta Pemerintah Ganti Rugi Barang Yang Rusak
Sambut Kison Kogoya, Ketua Yapertif Warning Dosen; Jangan Persulit Mahasiswa yang Harumkan Nama Kampus
Literasi Menguatkan Karakter, Hifni Djafar Motivasi Siswa SMPN Satap Ekoreko
Berita ini 33 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 15 Juni 2026 - 13:49 WITA

Meningkat Jumlah UMKM di Manggarai Barat

Senin, 15 Juni 2026 - 12:27 WITA

Keluarga Pendidikan Pertama dan Utama Ciptakan Budaya Belajar di Tengah Masyarakat

Senin, 15 Juni 2026 - 09:53 WITA

Weekend at Parapuar by IN-FLORES Hadirkan Edukasi Alam, Lingkungan, dan Budaya Flores di Natas Parapuar

Minggu, 14 Juni 2026 - 12:29 WITA

Memperingati Hari Bhayangkara ke-80, Polres Ende Gelar Turnamen Futsal

Sabtu, 13 Juni 2026 - 23:58 WITA

HUT Ke-19, KSP CU Gerbang Kasih KAE Resmikan Kantor Cabang Mbay

Berita Terbaru

Ekonomi

Meningkat Jumlah UMKM di Manggarai Barat

Senin, 15 Jun 2026 - 13:49 WITA

Nusa Bunga

HUT Ke-19, KSP CU Gerbang Kasih KAE Resmikan Kantor Cabang Mbay

Sabtu, 13 Jun 2026 - 23:58 WITA