Keluarga Siswi SMP Korban Pembunuhan di Rubit Kecewa Kinerja Polres Sikka - FloresPos Net

Keluarga Siswi SMP Korban Pembunuhan di Rubit Kecewa Kinerja Polres Sikka

- Jurnalis

Jumat, 6 Maret 2026 - 21:05 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MAUMERE, FLORESPOS.net-Keluarga siswi SMP MBC Ohe di Desa Rubit, Kecamatan Hewokloang mengaku kecewa terhadap kinerja Polres Sikka dalam mengusut kasus kematian yang dialami anak gadis mereka berusia 14 tahun.

Keluarga korban dalam audensi bersama Wakapolres Sikka dan jajarannya yang dihadiri Wakil Bupati Sikka, mahasiswa dari PMKRI Maumere, GMNI Sikka dan BEM Unipa Maumere menegaskan kekecewaan mereka.

“Keluarga korban mau mengatakan bahwa polisi sebenarnya tidak ada.Kenapa?, mulai dari awal sampai penemuan jasad korban hanya keluarga yang mencari dan menemukan,” tegas Fabianus Beto juru bicara keluarga korban STN siswi SMP MBC Ohe Desa Rubit, Kamis (5/3/2026).

Dalam audensi di aula Mapolres Sikka tersebut, Fabi sapaannya mengakui sampai detik ini pihak keluarga korban tidak melihat pro aktif dari Polres Sikka.

Dirinya bahkan mempersilahkan aparat kepolisian untuk ke lokasi kejadian untuk melihat dimana posisi rumah pelaku dan dimana jasad korban ditemukan supaya analisa berpikir polisi tajam.

Ia mengaku dari awal menahan keluarga korban untuk jangan melakukan tindakan anarkis supaya bersama aparat kepolisian bisa menemukan dimana barang-barang bukti.

Baca Juga :  Pertemuan Multi Stakeholder Ngada untuk AKI dan AKB, Hasilkan Lima Rekomendasi

“Apakah pernah mendengar orang membakar tempat kejadian? Saya orang yang termasuk menahan keluarga agar jangan melakukan itu karena keluarga mau bersinergi dengan kepolisian untuk mengusut kasus ini,” tegasnya.

Tetapi apa yang keluarga dapatkan berbanding terbalik, keluarga harus berjuang dengan mahasiswa agar mendesak Polres Sikka supaya kasus pembunuhan ini bisa diusut tuntas.

Keluarga mempersoalkan rilis yang dikeluarkan Polres Sikka yang menurut mereka sangat tidak masuk akal dimana dikatakan bahwa jenasah korban korban ditemukan di belakang rumah.

“Memangnya jasadnya bisa berjalan sendiri hingga ke kali?. Buka analisa berpikir kita pak.Saya bisa htung kok polisi siapa saja yang ke lokasi kejadian,” pintanya.

Fabi menegaskan pihak keluarga hanya menuntut keadilan,hanya mempunyai satu permintaan tersebut dan keluarga korban menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah.

Dirinya mengatakan terjadinya pembunuhan dan jenasahnya dipindahkan ke tempat lain maka pelakunya bukan satu orang, perlu diusut keluarga pelaku yang lainnya.

Apabila pihak kepolisian meminta data maka dirinya mempersilahkan untuk menghubungi dirinya dan dia siap untuk memberikan data tersebut.

Baca Juga :  Bupati Ngada Resmikan RSUD Bajawa di Late, Tiga Poli Mulai Beroperasi

“Gara-gara SG masih berkeliaran warga di Desa Mamai tidak berani ke kebun. Saya menelepon keluarga di sana, meeka mengaku resah dengan kehadiran SG di kampung mereka,” ujarnya.

Fabi meminta polisi agar melacak orang lain yang mengancam orang-orang untuk bersaksi dalam kasus pembunuhan ini.

Ia mengaku miris membaca hasil Berita Acara Pemeriksaan (BAP) yang sudah dirilis ke media dimana baginya itu keterangan dari pelaku dan mempertanyakan kenapa tidak gali dari BAP 3 orang saksi korban.

Kenapa tidak dibandingkan BAP dari saksi korban dengan BAP dari pelaku karena menurutnya belum tentu pelakunya cuma satu orang dan dia meyakini polisi lebih paham hal ini karena belajar ilmu kriminologi.

Kata dia, keluarga berharap setiap orang dalam kasus ini baik pelaku utama maupun yang turut serta meskipun perannya kecil tetap diseret.

“Kalau besok lusa ada keluarga yang melapor bahwa anak gadisnya hilang polisi jangan mengatakan cari dulu di rumah keluarga atau mengatakan dia lari ikut pacarnya,” pesannya. *

Penulis : Ebed de Rosary

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

BNPB Dorong Percepatan Penanganan Pascagempa di Manggarai Timur
Psikolog Mabes Polri: Menyanyi Jadi Cara Efektif Hilangkan Stres Anak di Pengungsian
Kantor Kekarantinaan Kesehatan Kupang Kirim Mobil Ambulance dan Tim Layani Warga Terdampak Gempa di Weleng Manggarai Timur
Anak-Anak Pengungsi di Nagekeo Kembali Tersenyum Lewat Nonton Bersama
Alat Berat Tak Bisa Lewat, Warga Desa Egon Gahar Gotong Royong Bersihkan Ruas Jalan Waigete-Galit
Ordo Karmel Distribusikan 3,7 Ton Beras ke Lokasi Terdampak Gempa Flores di Reok Barat dan Reok
Paroki Reo Terus Distribusi Bantuan Gempa Flores, Prioritaskan ke Wilayah Terpencil
Warga Aeramo Tetap Berkebun dan Produksi Garam di Tengah Waspada Gempa Susulan
Berita ini 134 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 26 Agustus 2026 - 12:57 WITA

BNPB Dorong Percepatan Penanganan Pascagempa di Manggarai Timur

Rabu, 26 Agustus 2026 - 12:52 WITA

Psikolog Mabes Polri: Menyanyi Jadi Cara Efektif Hilangkan Stres Anak di Pengungsian

Rabu, 26 Agustus 2026 - 10:14 WITA

Kantor Kekarantinaan Kesehatan Kupang Kirim Mobil Ambulance dan Tim Layani Warga Terdampak Gempa di Weleng Manggarai Timur

Rabu, 26 Agustus 2026 - 09:55 WITA

Anak-Anak Pengungsi di Nagekeo Kembali Tersenyum Lewat Nonton Bersama

Selasa, 25 Agustus 2026 - 21:26 WITA

Alat Berat Tak Bisa Lewat, Warga Desa Egon Gahar Gotong Royong Bersihkan Ruas Jalan Waigete-Galit

Berita Terbaru

Nusa Bunga

BNPB Dorong Percepatan Penanganan Pascagempa di Manggarai Timur

Rabu, 26 Agu 2026 - 12:57 WITA