“Kita mendekatkan pelayanan kepada masyarakat melalui door to door dengan menyampaikan informasi kepada wajib pajak guna membayar sesuai nilai yang harus dibayarkan di Samsat,” ucapnya.
Stanislaus mengakui dalam sebulan sekali staf kantor melakukan kunjungan ke kecamatan-kecamatan dan desa-desa menggunakan mobil dinas yang dimiliki.
Meskipun kunjungan dalam waktu singkat selama 3-4 hari tersebut pihaknya tidak bisa mengunjungi semua desa yang ada di sebuah kecamatan.
Setiap staf juga dirotasi untuk bekerja di 3 lokasi pelayanan baik di MPP,SCC maupun di kantor Samsat termasuk turun ke kecamatan-kecamatan.
“Semua staf memiliki kesempatan untuk mengunjungi wajib pajak dengan beban tugas yang sama.Pendekatan dengan pola jemput bola ini cukup efektif,” ucapnya.
Stanislaus menyebutkan, masyarakat di desa juga antusias dalam membayar pajak dan pihaknya pun memberikan pelayanan lebih lewat mempercepat proses dan dalam sehari sudah bisa selesai dan diberikan kepada wajib pajak.
Kantor Samsat Maumere juga bekerjasaama dengan Polres Sikka dengan ikut dalam setiap operasi tilang dimana cara ini juga efektif sebab pengendara yang terjaring bisa langsung membayar pajak.
“Meski terdampak efisiensi anggaran dengan nilai yang lumayan tapi kita tetap bekerja maksimal dengan sumber daya yang ada.Jumlah karyawan UPTD sebanyak 21 orang,petugas kepolisian sebanyak 4 sampai 5 orang serta staf dari Jasa Raharja,” pungkasnya.
Untuk diketahui, Kantor Samsat melayani berbagai urusan kendaraan bermotor, seperti Registrasi dan Identifikasi Kendaraan Bermotor (Regident Ranmor) dan Pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor (PKB).
Ada juga pembayaran Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) dan pembayaran Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (SWDKLLJ).
Penulis : Ebed de Rosary (Kontributor)
Editor : Wentho Eliando
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya










