Di samping itu, kata Agus Naru, ada pemberian materi, juga pembelajaran berkelanjutan di mana ketika mereka membuka YouTube dalam kegiatan ini ada penjelasan tentang bahaya perkawinan dini anak dan remaja juga masalah stunting.
Kepala SMAS Katolik Regina Pacis Bajawa Hendrianto Emanuel Ndiwa pada kesempatan itu menjelaskan, generasi muda adalah generasi penerus masa depan sehingga pendidikan karakter harus ditanamkan sejak dini agar dapat menjadi manusia yang berkualitas, berintegritas juga mampu menjaga diri sendiri.
Herdin Ndiwa mengatakan pembangunan di sektor pendidikan tidak hanya pihaknya sebagai pengelola namun harus melibatkan berbagai macam unsur. Hal ini penting agar bersama-sama bahu membahu memberikan edukasi yang kuat kepada anak didik agar mereka dapat menjadi manusia yang berguna.
Salah satu yang penting adalah persoalan perkawinan dini bagi anak dan remaja sehingga melalui kemitraan dengan Dinas P2KB Ngada pihaknya mengharapkan agar anak-anak sudah memahami, merencanakan secara matang dan dapat kuat menghadapi tantangan dalam hidup kedepannya.
Tujuan yang dilakukan dari kegiatan itu, menurutnya juga untuk menekan angka kehamilan dini di usia remaja sehingga pihaknya bertekad agar anak-anak dari masa ke masa dari setiap angkatan agar tidak terjadi putus sekolah hanya karena diakibatkan kehamilan dini.
Pihaknya berharap agar Dinas P2KB dapat memberikan edukasi kepada anak-anak tentang dampak yang akan terjadi apabila mengalami kehamilan di usia dini di mana juga akan berdampak pada tumbuh kembang anak di mana stunting merupakan persoalan serius yang harus dicegah. *
Penulis : Wim de Rozari
Editor : Wentho Eliando
Halaman : 1 2










