Dinas P2KB Ngada Sosialisasi Dampak Pernikahan Dini dan Stunting - FloresPos Net

Dinas P2KB Ngada Sosialisasi Dampak Pernikahan Dini dan Stunting

- Jurnalis

Rabu, 12 Februari 2025 - 14:43 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dinas P2KB Ngada Sosialisasi Dampak Pernikahan Dini dan Stunting di SMA Reginas Pacis, Selasa (11/2/2025). (FOTO: WIM DE ROSARY)

Dinas P2KB Ngada Sosialisasi Dampak Pernikahan Dini dan Stunting di SMA Reginas Pacis, Selasa (11/2/2025). (FOTO: WIM DE ROSARY)

BAJAWA, FLORESPOS.net-Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P2KB) Kabupaten Ngada, NTT, melaksanakan kegiatan sosialisasi dampak pernikahan dini dan stunting bagi remaja.

Kegiatan yang berlangsung di SMA Regina Pacis Bajawa pada Selasa (11/2/2025) disambut gembira dan meriah oleh komunitas sekolah. Semua peserta didik, para guru dan pegawai sekolah mengenakan pakaian adat pada kegiatan tersebut.

Kepala Dinas P2KB Kabupaten Ngada, Agustinus Naru mengatakan kegiatan tersebut merupakan edukasi masal yang juga merupakan bagian dari dukungan terhadap program makan siang gratis khusus kepada anak remaja.

Dia menjelaskan, kegiatan dilakukan secara masal agar semua pihak mengetahui, bahwa ini merupakan program yang sangat luar biasa dan melibatkan sejumlah stakeholder termasuk sama-sama mengatasi terkait kehamilan anak dan remaja.

Baca Juga :  Dua Tim dari Ende Kalah di Laga Perdana, Marross: Jangan Bully Pemain

Kegiatan yang dilakukan tersebut adalah model pembelajaran bagi anak dan remaja yang mana dilakukan dengan edukasi massal mencegah kehamilan remaja.

“Hal ini penting dilakukan secara massal karena masalah tersebut bukan masalah biasa yang harus segera ditangani untuk melindungi anak dan remaja sehingga masa depan mereka dapat dijaga dengan baik,” kata Agus Naru kepada Florespos.net di sela-sela kegiatan.

Agus Naru mengatakan, kaitkannya dengan program makan siang gratis maka harus disambut oleh kelompok sasaran sehingga minimal memberikan edukasi kepada anak dan remaja yang mana tujuannya juga mencegah stunting.

Baca Juga :  Tracking Mountain Walking Awali Festival Wolobobo Ngada 2024

Kegiatan yang dilakukan pihaknya adalah inovasi yang walaupun dari segi anggaran tidak dimiliki namun support dari sekolah yang sangat tinggi sehingga pihaknya mendukung kegiatan yang sejalan dengan niat dari pihak sekolah.

“Bentuk kegiatan adalah sosialisasi dengan mendengarkan lagu berirama Jai dan menari bersama di mana anak-anak ada pembelajaran yang dibuat dalam bentuk YouTube,” kata Agus Naru.

“Dalam tarian dan lagu tersebut ada pula narasi atau penjelasan khusus tentang bahaya daripada perkawinan dini bagi anak remaja,” tambahnya.

Penulis : Wim de Rozari

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

Pemkab Ende Tiadakan Seluruh Upacara HUT Kemerdekaan,  Up Date Dampak Bencana
Brigif TP 42/KEF Bantu Evakuasi Pasien dan Pasang Tenda Pascagempa di RSUD Aeramo
Ratusan Warga Nangadhero Mengungsi ke Aeramo Pascagempa 7.7 Magnitudo
Dampak Gempa Flores Sebabkan 3 Orang Meninggal Dunia di Sikka
Pascagempa Berkekuatan 7,7 Magnitudo, Ratusan Warga di Nagekeo Mengungsi di Sejumlah Titik
Gempa Guncang Flores, Keuskupan Labuan Bajo Resmi Hentikan Rangkaian Penutupan Festival Golo Koe
Kemenpar dan BPOLBF Pastikan Keselamatan Wisatawan dan Identifikasi Dampak Sektor Pariwisata Pasca Gempa M 7,7 Flores
Dampak Gempa Flores, Bupati Sikka Himbau Warga Menjauhi Bangunan yang Berpotensi Membahayakan
Berita ini 334 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 16 Agustus 2026 - 11:24 WITA

Pemkab Ende Tiadakan Seluruh Upacara HUT Kemerdekaan,  Up Date Dampak Bencana

Minggu, 16 Agustus 2026 - 09:39 WITA

Brigif TP 42/KEF Bantu Evakuasi Pasien dan Pasang Tenda Pascagempa di RSUD Aeramo

Minggu, 16 Agustus 2026 - 09:35 WITA

Ratusan Warga Nangadhero Mengungsi ke Aeramo Pascagempa 7.7 Magnitudo

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 19:39 WITA

Dampak Gempa Flores Sebabkan 3 Orang Meninggal Dunia di Sikka

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 19:31 WITA

Pascagempa Berkekuatan 7,7 Magnitudo, Ratusan Warga di Nagekeo Mengungsi di Sejumlah Titik

Berita Terbaru

Nusa Bunga

Dampak Gempa Flores Sebabkan 3 Orang Meninggal Dunia di Sikka

Sabtu, 15 Agu 2026 - 19:39 WITA