LCCA menunjukkan bahwa investasi pada pemeliharaan yang baik dapat memperpanjang umur pakai infrastruktur dan mengurangi biaya total jangka panjang dibandingkan dengan terus membangun yang baru.
Selain lebih efisien dan bisa memperpanjang umur pakai, pemeliharaan rutin juga dapat meningkatkan keamanan dan kenyamanan, serta mendukung pembangunan infrastruktur berkelanjutan.
Danang menambahkan, jika pemeliharaan rutin tidak mencukupi, maka dilanjutkan dengan rehabilitasi, dan jika rehabilitasi tidak memungkinkan, barulah dilakukan rekonstruksi.
“Konstruksi baru menjadi pilihan terakhir jika semua opsi pemeliharaan telah dipertimbangkan,” imbuh Danang.
Dia mengaku telah mengajak pihak kampus untuk menyimulasikan cost of not doing maintenance, dilihat dari safety dan biaya transportasi.
“Satu hal yang pasti, jika pemeliharaan rutin tidak dilakukan, sasaran pengurangan biaya logistik yang akan menjadi penentu pertumbuhan ekonomi 8 persen akan sulit tercapai,” tegas Danang.
Oleh karena itu, dia mengusulkan Kementerian PU untuk mengupayakan berbagai alternatif strategi pembiayaan program dan proyek infrastruktur dalam kondisi terbatasnya dana pemerintah.
“Kalau di jalan tol, harapan saya operational maintenance-nya terjaga karena ada pengenaan tarif ke konsumen. Selain itu fokus pada upaya pencegahan kecelakaan dan upaya teknologi terhadap kendaraan ODOL,” tuntas Danang.*
Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi
Sumber Berita : Kompas.com










