Dampak Efisiensi: 2,1 Juta Orang Terancam Menganggur hingga Meningkatnya Kecelakaan Mudik Lebaran - FloresPos Net - Page 3

Dampak Efisiensi: 2,1 Juta Orang Terancam Menganggur hingga Meningkatnya Kecelakaan Mudik Lebaran

- Jurnalis

Senin, 10 Februari 2025 - 09:27 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi jalan nasional di Jatim.(Dok. BBPJN Jatim-Bali)

Ilustrasi jalan nasional di Jatim.(Dok. BBPJN Jatim-Bali)

Padalah, pemeliharaan jalan perlu dilakukan secara rutin, mengingat tingkat kerusakan jalan akibat hujan cukup tinggi.

Pemangkasan anggaran infrastruktur yang berdampak pada peniadaan preservasi atau pemeliharaan rutin jalan tersebut berpotensi mengancam keselamatan pengguna jalan.

Beberapa kejadian kecelakaan di jalan disebabkan banyaknya pengendara menghindari lubang atau bahkan terperosok ke dalam lubang.

“Karena saat hujan, air menggenang menutupi badan jalan sehingga masyarakat tidak tahu kondisi jalan berlubang itu,” ujar Djoko, Minggu (9/2/2025).

Apalagi, tak sedikit pemudik yang menggunakan sepeda motor. Menurut data Korps Lalu Lintas Kepolisian Republik Indonesia (Korlantas Polri), jenis transportasi penyebab kecelakaan tertinggi adalah sepeda motor yakni mencapai 77 persen. Sisanya adalah truk 10 persen, kendaraan umum 8 persen, mobil pribadi 3 persen, dan lain-lain 2 persen.

Baca Juga :  Anggota DPRD Ngada Selesaikan Ujian Skripsi di STIPER–FB pada Usia 66 Tahun 

Selain itu, kecelakaan juga bisa terjadi akibat pengendara menghindari lubang di jalan, yang menyebabkan tabrakan dengan pengendara lainnya.

8 Persen sulit tercapai

Pengamat Kebijakan Publik Sektor Infrastruktur dan Transportasi dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Danang Parikesit menilai meniadakan pemeliharaan infrastruktur jalan dan jembatan adalah langkah mundur (set back). Seharusnya Pemerintah memperhatikan teori hierarki yang menekankan bahwa pemeliharaan infrastruktur adalah hal utama dan pertama.

Baca Juga :  Awal Tahun 2024, Kasus DBD di Nagekeo Capai 24 Kasus

“Pemeliharaan harus dilakukan secara bertahap, dimulai dari yang paling dasar yaitu pemeliharaan rutin,” ujar Danang seperti dikutip dari Kompas.com, Minggu (9/2/2025).

Dalam pendekatan Life Cycle Cost Analysis (LCCA), pertimbangan biaya total suatu infrastruktur selama masa pakainya, termasuk biaya konstruksi awal, biaya pemeliharaan, dan biaya operasional, justru lebih efisien.

Penulis : Redaksi

Editor : Redaksi

Sumber Berita : Kompas.com

Berita Terkait

DPRD Sikka Minta Efisiensi Anggaran Jangan Sentuh Sektor Pendidikan, Kesehatan dan Pertanian
Sudah Sepekan, DLH Ende Belum Sampaikan Hasil Kajian Dampak Lingkungan Pabrik Tahu Tempe Krakatau Lokoboko
Kejari Sikka Geledah Kantor PUPR dan Setda Sikka Terkait Proyek Watergen di Desa Semparong
Bupati Sikka Apresiasi Program Implementasi Layanan Primer CSR Astra di Pustu Tebuk dan Bloro
Penjualan Minyak Tanah Subsidi di Pasar Capai Rp 8.000 Per Liter, Satpol PP Ende Turun Lakukan Penertiban
Dosen dan Mahasiswa Prodi Bahasa Inggris IKTL Terlibat dalam Pameran Pendidikan Flotim 2026
Capaian Sementara Investasi 2026 di Manggarai Barat 68,43 Persen
Direktur Promosi Kesehatan Kemenkes Tegaskan Pentingnya Kader Kesehatan dan Cek Kesehatan Gratis
Berita ini 168 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 19:26 WITA

DPRD Sikka Minta Efisiensi Anggaran Jangan Sentuh Sektor Pendidikan, Kesehatan dan Pertanian

Kamis, 5 November 2026 - 18:07 WITA

Sudah Sepekan, DLH Ende Belum Sampaikan Hasil Kajian Dampak Lingkungan Pabrik Tahu Tempe Krakatau Lokoboko

Rabu, 4 November 2026 - 19:44 WITA

Kejari Sikka Geledah Kantor PUPR dan Setda Sikka Terkait Proyek Watergen di Desa Semparong

Rabu, 4 November 2026 - 19:12 WITA

Bupati Sikka Apresiasi Program Implementasi Layanan Primer CSR Astra di Pustu Tebuk dan Bloro

Rabu, 4 November 2026 - 12:51 WITA

Dosen dan Mahasiswa Prodi Bahasa Inggris IKTL Terlibat dalam Pameran Pendidikan Flotim 2026

Berita Terbaru