Menurut Adjib, dampak pemangkasan anggaran Kementerian PU terhadap Hutama Karya cukup terasa khususnya pada perolehan kontrak baru dari Pemerintah.
Risiko kecelakaan mudik Lebaran
Demi efisiensi, Kementerian PU juga terpaksa meniadakan pemeliharaan rutin jalan 47.603 kilometer, dan 563.402 meter jembatan di seluruh Indonesia.
Sebagaimana dikatakan Menteri PU, Dody Hanggodo dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi V DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (6/02/2025).
“Menindaklanjuti efisiensi anggaran tahun 2025, kami telah melakukan beberapa pembatalan kegiatan fisik dan pembanguan infrastruktur dan kegiatan yang tidak prioritas,” ujar Dody.
Pemeliharaan rutin jalan dan jembatan, sedianya masuk dalam kegiatan Bidang Bina Marga. Namun, karena efisiensi, alokasi anggaran untuk Bina Marga ini dipangkas Rp 24,83 triliun.
Padahal, anggaran perawatan dan pemeliharaan sangat penting. Dengan melakukan perawatan, maka umur jalan dan jembatan bisa bertahan lama.
Sebaliknya, bila dibiarkan tanpa pemeliharaan, akan ada banyak jalan berlubang, banjir, jembatan rusak dan lain-lain yang pada akhirnya merugikan masyarakat.
Terlebih, sebentar lagi mudik Lebaran 2025 menjelang. Nasib para pemudik dipertaruhkan, karena harus menghadapi kondisi jalan tanpa pemeliharaan.
Hal senada dikatakan Akademisi Prodi Teknik Sipil Unika Soegijapranata dan Wakil Ketua Pemberdayaan dan Pengembangan Wilayah Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Pusat Djoko Setijowarno.
Menurutnya, kondisi infrastruktur jalan nasional jelang mudik Lebaran harus dalam kualitas mulus dan mantap.
Terlebih saat musim penghujan seperti sekarang ini, air menggenang menutupi badan jalan sehingga masyarakat tidak tahu kondisi jalan berlubang itu, akibatnya rawan terjadi kecelakaan.
Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi
Sumber Berita : Kompas.com
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya










