Pada talkshow tersebut, kata Pahun, PWMB juga menghadirkan Direktur Perumda Air Minum Wae Mbeliling Mabar, Aurelius Hubertus Endo, antara lain karena sampai sekarang Warloka masih kesulitan air bersih, hidup dari air sumur rasa payau.
Juga menghadirkan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Mabar, Pius Baut, antara lain karena hingga kini Warloka Pesisir masih status Desa Persiapan, belum definitif, desa induknya bernama Warloka.
PWMB juga menghadirkan Kepala Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif dan Kebudayaan, Stefan Jemsifori, antara lain karena Warloka Pesisir kaya obyek wisata alam dan budaya, antara lain ada situs megalitik, pasar barter, dan tarian tradisional.
Melibatkan Direktur Destinasi BPOLBF, Konstant M. Nandus, selain karena kaya spot wisata, Warloka juga bagian dari wilayah koordinatif BPOLBF, komentar Pahun.
Sekda Sodo, ketika membuka kegiatan itu antara lain mengatakan, Warloka sekarang kalau dibilang bagai emas yang baru digali kembali. Banyak perubahan, perubahannya juga dahsyat.
Tahun ini, Kementerian KKP akan membangun Warloka melalu program Kampung Nelayan Moderen (Kalamo). Anggaran yang dikucur sekitar Rp.20 miliar. Dana tersebut antara lain untuk pembangunan.
Kata Sodo, dari history, dulu Warloka sebagai pusat perdagangan di Flores bagian barat.
Dulu dari dan ke Warloka hanya via laut. Tetapi sekarang bisa melalu laut maupun darat bila ke Labuan Bajo dan lain-lain. Tansportasi darat dari dan ke Warloka hampir tiap jam.
Hal-hal yang akan diurus Kementerian KKP di Warloka terkait Kalamo antara lain fasiliatas kuliner dan pariwisata.
Momentum ini harus dipakai sebagai modal dasar oleh masyarakat setempat untuk pembangunan ke depan. Komunitas masyarakat harus kuat.
Penulis : Andre Durung
Editor : Wentho Eliando
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya










