Sedangkan gelombang dua akan menyusul hingga jata 8 paket pelatihan berbasis kompetensi 2025 tersebut selesai.
Selanjut mereka yang lulus seleksi akan mengikuti pelatihan berbasis kompetensi di Balai Latihan Kerja (BLK) milik Pemkab Mabar di Labuan Bajo selama beberapa waktu.
Tidak ada uang duduk atau uang saku untuk para peserta selama pelatihan, kecuali mungkin uang transpor sekitar Rp.25 ribu/orang/hari. Selesai pelatihan mereka diberi serifikat sebagai modal untuk dapat kerja kelak.
Sehubungan dengan hal ini, nanti
Dinas Nakertranskop-UKM Mabar yang akan mencari lapangan kerja bagi peserta setelah mereka ikut pelatihan berbasis kompetensi dimaksud. Karena itu kewajiban dinas, karena syarat akhir dari pelatihan kompetensi itu adalah penempatan kerja.
“Tidak baik juga kita sudah latih terus kita tidak persiapkan (kerja). Jadi terkait ini kita sudah punya mitra dengan industri,” ungkap Kadis Nei.
“Biasanya setelah eks pelatihan BLK, industri akan tanya kami, tolong rekomendasikan yang sudah bersertifikat,” katanya lagi.
Kalau mereka sudah ikuti, jadi peserta BLK atau menjadi alumni BLK, itu pasti ada di dalam group. Informasi lowongan kerja, anak yang prestasi selama belajar di situ direkomendasikan ke industri, entah hotel, pertokoan dan lain sebagainya.
“Itu makanya sekarang banyak peserta BLK, karena setelah itu pasti ada jaminan kerja,” kata Kadis Nei.
Di Manggarai Barat, masih Kadis Nei, 2025 merupakan tahun ke 3 pelatihan berbasis kompetensi. Dan tahun ini pesertanya sangat banyak. Yang sarjana juga banyak ikut, disamping yang berijasa di bawah itu.
“Kemarin paling banyak sarja di TIK. Jadi kalau mau dibilang dua ratus persen tapi kita butuh tiga puluh dua orang,” ujar Kadis Nei.
Penulis : Andre Durung
Editor : Wentho Eliando
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya










