Odi mengatakan, Hana masuk menjadi anggota Sanggar Alegra sejak kelas 1 SD. Namun lanjutnya, Hana tidak mengikuti kelompok kursus bahasa Inggris di Sanggar Alegra.
Hana bisa berbahasa Inggris itu dari sekolahnya. SDI I Waikomo belajar Bahasa inggris sejak kelas 1.
Odi mengatakan, apa yang dicapai oleh Hana juga dukungan kuat dari kedua orang tuanya. Ia mengatakan ketika Hana menjadi perwakilan dari Kabupaten Lembata untuk bertarung di tingkat provinsi, maka Sanggar Alegra mendampingi Hana sebelum lomba di tingkat provinsi.
Ketika lomba tingkat internasional di Malaysia, Hana selalu membuat kejutan saat pentas. Hana juga di depan juri menceriterakan tentang sekolah dan keluarganya dalam Bahasa Inggris.
Hana menceritakan bagaimana setiap hari, ia harus membantu ibunya karena ayahnya sedang sakit. Setiap sore, Hana harus masak air untuk ayahnya mandi.
Odi mengatakan, Hana punya semangat juang yang tinggi. Ia mengatakan, ketika mau berangkat ke Malaysia, ayahnya sakit.
Saat itu Odi memberikan pilihan kepada Hana, pulang ke Lembata atau tetap mengikuti lomba di Malaysia, namun Hana memilih untuk tetap mengikuti lomba, walaupun saat itu ayahnya sakit.
Yang mengejutkan, kata Odi, Hanya punya diari, yang mencatat kejadian setiap hari.
“Hana punya buku, buku catatan harian, setiap hari ada catatan yang dibuat oleh Hana. Catatan harian ini dibuat Hana, bukan hanya saat mengikuti lomba, namun jauh sebelumnya, dia memiliki catatan harian”.
Setelah mendapat juara II tingkat dunia, ada satu lembaga di Jakarta yang menawarkan Hana untuk main film.
Penulis : Maxi Gantung
Editor : Anton Harus
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya










