Hujan Abu Vulkanik Letusan Gunung Lewotobi Kian Tebal, Stok Masker Menipis - FloresPos Net

Hujan Abu Vulkanik Letusan Gunung Lewotobi Kian Tebal, Stok Masker Menipis

- Jurnalis

Selasa, 4 Juni 2024 - 18:11 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LARANTUKA, FLORESPOS.net-Aktivitas letusan Gunung Lewotobi Laki-laki di Kecamatan Wulanggitang dan Kecamatan Ilebura, Kabupaten Flores Timur, NTT, selama beberapa hari terakhir ini cukup meningkat.

Berdasarkan data dirilis Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Lewotobi Laki-laki di Desa Pululera, selama tiga hari terakhir erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki berlangsung terus menerus.

Erupsi dengan intensitas terus menerus terjadi sejak Sabtu (1/6/2024) hingga Selasa (4/6/2024.

Sepanjang Senin (3/6/2024) kemarin, Gunung Lewotobi Laki-laki erupsi berkali-kali. Tercatat sekitar empat kali dengan tinggi kolom abu tidak teramatan hingga teramati mulai dari 500 meter hingga 900 meter di atas puncak.

Lalu, sepanjang Selasa (4/6/2024) hingga pukul 16.01 Wita, sudah tercatat empat kali terjadi erupsi.

Erupsi pertama pada pukul 06.24 Wita dengan tinggi kolom abu tidak teramati. Erupsi kedua pukul 11.53 Wita dengan tinggi kolom abu teramati sekitar 500 meter dengan intensitas tebal.

Abu vulkanik Erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki begitu tebal di badan jalan Trans Flores Larantuka Maumere terpatnya di Desa Dulipali, Kecamatan ILebura. Gambar diambil Senin (3/6/2024) siang. Foto: Wentho Eliando

Abu vulkanik teramati berwarna coklat kelabu condong ke arah barat daya. Erupsi ketiga dan keempat, pukul 15.43 dan pukul 16.06 Wita, tinggi kolom abu sekitar 800 meter dengan intensitas tebal condong ke barat dan barat daya.

Baca Juga :  Abu Vulkanik Erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki Masih Selimuti Wulanggitang, Lokasi Pengungsian Tidak Aman

Abu vuklanik berwarna coklat dan kelabu dengan intensitas tebal yang keluar dari lubang-lubang erupsi yang berlangsung secara terus menerus bak hujan ini tentu sangat mengganggu pada pernapasan.

Masker Menipis

Sementara stok atau persediaan masker/pelindung mata dan mulut bagi warga terdampak langsung kian menipis.

Juliana Soge, warga Desa Dulipali, Kecamatan Ilebura mengaku stok masker yang dimiliki warga sudah menipis. Karena itu, dia berharap ada bantuan masker bagi warga terdampak.

“Abu vulkanik turun cukup tebal. Saat ini, kami masih punya masker sisa bantuan saat mengungsi, tapi sudah mulai menipis,” katanya.

Julian mengaku, hingga saat ini, warga setempat belum dibagikan masker dan mendapat informasi lebih lanjut terkait erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki yang sudah berlangsung secara terus menerus tersebut.

Baca Juga :  Damran Baleti Daftar Bacalon Wabup Ende di PDIP dan PAN
Abu vulkanik Erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki begitu tebal di badan jalan Trans Flores Larantuka Maumere terpatnya di Desa Dulipali, Kecamatan ILebura. Gambar diambil Senin (3/6/2024) siang. Foto: Wentho Eliando

“Kami berharap bantuan masker karena saat ini setiap hari turun abu vulkanik yang begitu tebal. Kami tetap waspada dan tidak mengungsi. Kami menunggu pemerintah,” kata dia kepada wartawan, Senin (3/6/2024) sore.

Pantauan Florespos.net, Senin dan Selasa (3-4/6/2024), abu vulkanik turun bak hujan yang begitu tebal. Abu vulkanik berhembus mengikuti arah angin terutama barat, barat daya dan utara timur laut.

Selain atap rumah warga, abu vulkanik begitu tebal juga terlihat di badan jalan Trans Flores Larantuka-Maumere.

Warga yang tinggal di pinggir kiri dan kanan badan jalan Trans Flores Larantuka-Maumere menyiram air agar abu vulkanik tidak berterbangan.

Sebelumnya diberitakan Florespos.net, tujuh desa yang tersebar di Kecamatan Wulanggitang dan Kecamatan Ile Bura dilanda hujan abu vulkanik letusan Gunung Lewotobi Laki-laki.

Tujuh desa dilanda hujan abu vulkanik cukup tebal, yakni Duli Pali di Kecamatan Ile Bura. Desa Klatonlo, Desa Hokeng Jaya, Desa Persiapan Padang Pasir, Desa Boru, Desa Nawokote dan Desa Pululera di Kecamatan Wulanggitang.

Bahkan hembusan angin yang cukup kencang membawa abu vulkanik ke arah barat dan barat daya hingga Desa Hikong dan Kringa di Kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka. *

Penulis: Wentho Eliando I Editor: Anton Harus

Berita Terkait

Staf BKN Temui Isteri Almarhum Alfonsius Korban Penembakan KKB di Papua
Realisasi Sementara PAD Sampah Manggarai Barat Rp. 2,5 Miliar
Sentra Peternakan Sapi di Flores Timur–Sudah Habiskan Rp 2 Miliar Lebih, Dirubah Jadi Sub Sentra, Pintu Masuk Tindak Pidana Korupsi?
Polres Ende Serahkan Tiga Tersangka Pengadaan Kapal Fiber Glass 5 GT ke Jaksa
Jokowi Besok Berkunjung ke Palue
Menindaklanjuti Pengaduan, Penyelidik Polres Sikka Memeriksa Mayella sebagai Saksi
Pembangunan Gedung KNMP Nioniba Ende Belum Rampung, Rekanan Sampaikan Kendala yang Dihadapi
Gempa Flores, SDN Kaburea di Nagekeo KBM di Bawah Tenda Mandiri
Berita ini 117 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 20:54 WITA

Staf BKN Temui Isteri Almarhum Alfonsius Korban Penembakan KKB di Papua

Selasa, 15 September 2026 - 19:47 WITA

Realisasi Sementara PAD Sampah Manggarai Barat Rp. 2,5 Miliar

Selasa, 15 September 2026 - 19:26 WITA

Sentra Peternakan Sapi di Flores Timur–Sudah Habiskan Rp 2 Miliar Lebih, Dirubah Jadi Sub Sentra, Pintu Masuk Tindak Pidana Korupsi?

Selasa, 15 September 2026 - 17:06 WITA

Polres Ende Serahkan Tiga Tersangka Pengadaan Kapal Fiber Glass 5 GT ke Jaksa

Selasa, 15 September 2026 - 13:26 WITA

Jokowi Besok Berkunjung ke Palue

Berita Terbaru

Nusa Bunga

Realisasi Sementara PAD Sampah Manggarai Barat Rp. 2,5 Miliar

Selasa, 15 Sep 2026 - 19:47 WITA

Nusa Bunga

Jokowi Besok Berkunjung ke Palue

Selasa, 15 Sep 2026 - 13:26 WITA