Di Manggarai, Kasus DBD Terbanyak di Kecamatan Langke Rembong - FloresPos Net

Di Manggarai, Kasus DBD Terbanyak di Kecamatan Langke Rembong

- Jurnalis

Sabtu, 16 Maret 2024 - 13:11 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RUTENG,FLORESPOS.net – Masyarakat di Kecamatan Langke Rembong khususnya dan Manggarai umumnya di Flores, NTT, harus waspada tinggi dengan demam berdarah dengue (DBD).

Sebabnya, sakit akibat nyamuk aedes aegypti  kian banyak saja. Tandanya kasus positif DBD hingga Maret 2024 ini sudah mencapai 89 orang dan terbanyak di Kota Dingin Ruteng.

Dihubungi wartawan, Sabtu (16/3/2024), Kepala Dinkes Manggarai, drg. Bartolomeus Hermopan mengatakan, kasus DBD sudah banyak di Manggarai. Tahun lalu, terdata 64 kasus, tetapi tahun ini hingga awal Maret sudah tercatat 89 kasus.

“Karena itu, kita semua harus waspada agar tidak sampai tergigit nyamuk aedes aegypti,” katanya.

Dari data yang ada, kasus terbanyak di Kecamatan Langke Rembong, sejumlah 41 kasus. Menyusul, Kecamatan Cibal, 16 kasus.

Baca Juga :  Agupena NTT Siap Gelar Musyawarah Wilayah

Kecamatan yang masih nol kasusnya adalah Satar Mese Utara dan Cibal Barat.

Dikatakan, data per bulan, Januari sebanyak 35 kasus, Februari 47 kasus, bulan ini hingga 15 Maret, sejumlah 7 kasus.

Apa yang terjadi, demikian Kadis Hermopan, telah disikapi  Dinas Kesehatan seperti telah melakukan penyelidikan epidemiologi, dan survei jentik.

Dan, juga telah dan terus dilakukan penyuluhan tentang pemberantasan sarang nyamuk dan sanitasi, pembagian bubuk abate, dan terakhir fogging.

Fogging telah dilakukan pada sejumlah titik baik di Kecamatan Langke Rembong, Satar Mese, dan Cibal, beberapa waktu belakangan ini.

Ditanya tentang banyaknya kasus DBD di Kota Dingin Ruteng, Kadis Hermopan menjelaskan, apa yang terjadi ini kebanyakan karena  Nonindigenious. Artinya impor dari daerah lain seperti Labuan bajo dan lain-lain.

Baca Juga :  Daftar di Partai Hanura, Tote Badeoda Tegaskan Maju untuk Perubahan Ende

Konkretnya, pasien DBD mempunyai riwayat pernah melakukan perjalanan ke daerah endemis DBD. Virusnya sudah ada dalam tubuh orang itu.

“Pelbagai kasus DBD yang ada, kita bisa tangani baik yang sempat masuk   rumah sakit maupun di puskesmas-puskesmas,” katanya.

Sebelumnya, seorang warga Kota Ruteng, Damianus Sen mengatakan, dulu Kota Ruteng tidak ada cerita terkena DBD. Tetapi, sekarang sudah banyak sekali kasus positif DBD.

“Orang kesehatan harus terus beri sosialisasi biar masyarakat tahu dan paham. Karena bagi masyarakat Kota Ruteng ini sesuatu yang baru,” katanya. *

Penulis: Christo Lawudin/Editor: Anton Harus

Berita Terkait

Ratusan Peserta Ikut RUN 5K Hari Bhayangkara ke-80, Senator AWK: Pererat Persaudaraan
Heri Gani Angkat Kompetitornya jadi Kabag Teknik dan 6 Pegawai Magang di PDAM Ende
Perkuat Kapasitas SDM di Flores, Lembaga In Flores Gelar Gender Leadership Training
Manggarai Barat Akan Cetak 1.020 Hektare Sawah Baru Demi Ketahanan Pangan
DPRD Ende Minta PDAM Berikan Data Jumlah Pegawai Empat Tahun Terakhir
BPOLBF Dorong Penguatan Kapasitas Pelaku Usaha Pangan Lokal melalui Mentoring Floratama Academy 2026
Candi Anak Nelayan Gurita Dari Sikka Lolos Kompetsisi Dangdut Academy di Jakarta
Raih Golden Ticket, Bupati dan Wabup Sikka Lepas Candi Audia Ikut Kompetisi Dangdut Academy di Jakarta
Berita ini 92 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 27 Juni 2026 - 09:40 WITA

Ratusan Peserta Ikut RUN 5K Hari Bhayangkara ke-80, Senator AWK: Pererat Persaudaraan

Jumat, 26 Juni 2026 - 14:09 WITA

Heri Gani Angkat Kompetitornya jadi Kabag Teknik dan 6 Pegawai Magang di PDAM Ende

Jumat, 26 Juni 2026 - 08:26 WITA

Perkuat Kapasitas SDM di Flores, Lembaga In Flores Gelar Gender Leadership Training

Kamis, 25 Juni 2026 - 15:13 WITA

Manggarai Barat Akan Cetak 1.020 Hektare Sawah Baru Demi Ketahanan Pangan

Kamis, 25 Juni 2026 - 10:03 WITA

BPOLBF Dorong Penguatan Kapasitas Pelaku Usaha Pangan Lokal melalui Mentoring Floratama Academy 2026

Berita Terbaru

Opini

Menimbang Etika Politik Pilkades

Jumat, 26 Jun 2026 - 09:16 WITA