RUTENG,FLORESPOS.net – Masyarakat di Kecamatan Langke Rembong khususnya dan Manggarai umumnya di Flores, NTT, harus waspada tinggi dengan demam berdarah dengue (DBD).
Sebabnya, sakit akibat nyamuk aedes aegypti kian banyak saja. Tandanya kasus positif DBD hingga Maret 2024 ini sudah mencapai 89 orang dan terbanyak di Kota Dingin Ruteng.
Dihubungi wartawan, Sabtu (16/3/2024), Kepala Dinkes Manggarai, drg. Bartolomeus Hermopan mengatakan, kasus DBD sudah banyak di Manggarai. Tahun lalu, terdata 64 kasus, tetapi tahun ini hingga awal Maret sudah tercatat 89 kasus.
“Karena itu, kita semua harus waspada agar tidak sampai tergigit nyamuk aedes aegypti,” katanya.
Dari data yang ada, kasus terbanyak di Kecamatan Langke Rembong, sejumlah 41 kasus. Menyusul, Kecamatan Cibal, 16 kasus.
Kecamatan yang masih nol kasusnya adalah Satar Mese Utara dan Cibal Barat.
Dikatakan, data per bulan, Januari sebanyak 35 kasus, Februari 47 kasus, bulan ini hingga 15 Maret, sejumlah 7 kasus.
Apa yang terjadi, demikian Kadis Hermopan, telah disikapi Dinas Kesehatan seperti telah melakukan penyelidikan epidemiologi, dan survei jentik.
Dan, juga telah dan terus dilakukan penyuluhan tentang pemberantasan sarang nyamuk dan sanitasi, pembagian bubuk abate, dan terakhir fogging.
Fogging telah dilakukan pada sejumlah titik baik di Kecamatan Langke Rembong, Satar Mese, dan Cibal, beberapa waktu belakangan ini.
Ditanya tentang banyaknya kasus DBD di Kota Dingin Ruteng, Kadis Hermopan menjelaskan, apa yang terjadi ini kebanyakan karena Nonindigenious. Artinya impor dari daerah lain seperti Labuan bajo dan lain-lain.
Konkretnya, pasien DBD mempunyai riwayat pernah melakukan perjalanan ke daerah endemis DBD. Virusnya sudah ada dalam tubuh orang itu.
“Pelbagai kasus DBD yang ada, kita bisa tangani baik yang sempat masuk rumah sakit maupun di puskesmas-puskesmas,” katanya.
Sebelumnya, seorang warga Kota Ruteng, Damianus Sen mengatakan, dulu Kota Ruteng tidak ada cerita terkena DBD. Tetapi, sekarang sudah banyak sekali kasus positif DBD.
“Orang kesehatan harus terus beri sosialisasi biar masyarakat tahu dan paham. Karena bagi masyarakat Kota Ruteng ini sesuatu yang baru,” katanya. *
Penulis: Christo Lawudin/Editor: Anton Harus










