Dampak Abu Vulkanik, Peternak di Lereng Gunung Lewotobi Kesulitan Pakan - FloresPos Net

Dampak Abu Vulkanik, Peternak di Lereng Gunung Lewotobi Kesulitan Pakan

- Jurnalis

Jumat, 2 Februari 2024 - 14:44 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Grolegorian M. Irwan Hale, Desideratio P. Naitili dan Philipus Eksan D. Rovin

LETUSAN gunung berapi memiliki dampak luas dan serius, termasuk awan panas, aliran lava, gempa, hujan abu vulkanik, kerusakan lingkungan dan infrastruktur yang signifikan.

Letusannya juga dapat memberikan kesuburan tanah yang baru dan menciptakan habitat baru untuk kehidupan.

Hal ini terjadi juga pada letusan Gunung Lewotobi Laki-laki di Kecamatan Wulanggitang dan Kecamatan Ilebura, Kabupaten Flores Timur, NTT.

Dampak abu vulkanik cukup mengganggu peternak di lereng gunung tersebut.

Menurut Yus Soru, seorang peternak kambing di Desa Hokeng Jaya, Kecamatan Wulanggitang, sejak letusan/erupsi pada Sabtu 23 Desember 2023, abu vulkanik terus melanda sejumlah wilayah di lereng gunung.

Baca Juga :  Bola "Panas" Ada Pada Gibran

“Selama beberapa hari ini, saya susah dapatkan rumput untuk ternak kambing. Saya harus cari lokasi yang jauh,” ungkap Yus saat ditemui dan diwawancarai.

Meski begitu, kata Yus, pakan yang sudah ada harus dicuci berkali-kali. Jika tidak, akan berdampak terhadap kesehatan ternak.

Senada diungkapkan Obet, seorang peternak babi. Dia mengaku kesulitan mendapat pakan untuk ternaknya.

“Selama ini saya beri makan babi pakai keladi, tetapi tanaman keladi dipenuhi debu vulkanik. Jadi harus cuci dahulu.”

Abu vulkanik terus melanda sejumlah wilayah di lereng gunung Lewotobi. Akibatnya, lokasi yang selama ini dimanfaatkan untuk mengambil pakan hijau dipenuhi abu vulkanik. Ketebalan abu mencapai lebih dari tiga sentimeter.

Baca Juga :  Aktaion dan Cermin Kekuasaan

Kendala lain yang dihadapi warga adalah kesulitan mendapatkan air bersih. Air yang selama ini dialirkan ke rumah warga kurang lancar.

Harapannya semoga ini bisa jadi perhatian pemerintah terutama pemerintah daerah terhadap warga. Karena tidak semua warga terdampak mengungsi. Ada di antara mereka bertahan di dalam rumah.

Catatan lainnya, Pemerintah Daerah harus memiliki rencana darurat yang terperinci, termasuk prosedur evakuasi yang jelas, pusat pengungsian, sistem peringatan dini, dan koordinasi dengan badan-badan terkait.

Edukasi kepada warga tentang tindakan yang harus diambil saat terjadi letusan juga krusial untuk meminimalisir risiko dan memastikan keselamatan. ***

Penulis: Mahasiswa/I Universitas Muhammadiyah Maumere, NTT

Berita Terkait

Gereja Asia, Polarisasi Afektif dan Persatuan yang Kredibel
Menyelamatkan Masa Depan Anak dari Bayang-Bayang Kekerasan di Flores Timur
Sinodalitas sebagai Jalan Rekonsiliasi
Membangun Jembatan, Merajut Sinodalitas (Catatan di Awal Sidang Pleno FABC 2026)
Membayar Pajak Versus Koruptor: Menjaga Napas dan Jiwa Peradaban
Spillover Effect Labuan Bajo dan Masa Depan Pantura Flores
Piala Dunia, ‘Keabadian’ Misi Jules Rimet dan Epistemologi Rerum Novarum
Membangun Bisnis Ramah Keanekaragaman Hayati Berbasis Masyarakat Lokal
Berita ini 48 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 24 Juli 2026 - 13:01 WITA

Gereja Asia, Polarisasi Afektif dan Persatuan yang Kredibel

Kamis, 23 Juli 2026 - 21:18 WITA

Menyelamatkan Masa Depan Anak dari Bayang-Bayang Kekerasan di Flores Timur

Rabu, 22 Juli 2026 - 16:41 WITA

Sinodalitas sebagai Jalan Rekonsiliasi

Selasa, 21 Juli 2026 - 18:47 WITA

Membangun Jembatan, Merajut Sinodalitas (Catatan di Awal Sidang Pleno FABC 2026)

Selasa, 21 Juli 2026 - 09:49 WITA

Membayar Pajak Versus Koruptor: Menjaga Napas dan Jiwa Peradaban

Berita Terbaru

Nusa Bunga

Ngada Gelar Festival Komodo Riung di Desa Lengko Sambi Utara

Sabtu, 25 Jul 2026 - 19:38 WITA

Bentara Net

BENTARA NET: Mewaspadai Jalan yang Berujung Air Mata

Sabtu, 25 Jul 2026 - 10:46 WITA