Romo Wilfrid Valiance Doktor Pertama Keuskupan Maumere - FloresPos Net

Romo Wilfrid Valiance Doktor Pertama Keuskupan Maumere

- Jurnalis

Rabu, 10 Januari 2024 - 11:23 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Arnoldus LakaWelin S.Sos.

ROMO Wilfrid Valiance, Pr, menjadi imam projo Keuskupan Maumere pertama yang meraih gelar doktor usai mempertahankan disertasi dalam Sidang Terbuka Promosi Doktor di Kampus Universitas Indonesia, Depok pada tanggal 9 Januari 2023.

Romo Wilfrid Valiance yang menyelesaikan Intercultural Studies di Amerika Serikat tahun 2019, menggarap disertasi berjudul “Soft Movement Kebangsaan: Gerakan Sosial Politik Keuskupan Agung Jakarta,” dengan promotor Prof. Dr. Iwan Gardono Sudjatmiko dan Kopromotor Prof. Francisia Saveria, Sika Ery Seda, M.A., Ph. D.

Disertasi ini merupakan jawaban atas pertanyaan dan pergulatannya tentang karya pastoral yang belum dikelola sebagai gerakan sosial.

“Saya memeriksa hasil Sinode dan Arah Dasar Pastoral di beberapa keuskupan seperti Maumere, Denpasar, Semarang, Jakarta dan lainnya. Hampir semua merumuskan problem pastoral yang yang sama, tetapi baru di Keuskupan Agung Jakarta, pada era Ignatius Kardinal Suharyo, saya menemukan  hasil-hasil sinode dan Arah Dasar Pastoral dikelola sebagai gerakan sosial.”

Soft movement, menurut doktor sosiologi yang meyelesaikan Master di Universitas Indonesia tahun 2016 ini, hampir tidak ditemukan dalam literatur gerakan sosial. Melalui disertasi yang digarapnya ia memperkenalkan kebaruan (novelty) teoritik.

Studi-studi gerakan sosial, menurutnya, paling umum membahas hard movement, yaitu gerakan sosial melalui kritik terbuka, protes, demonstrasi dan aksi jalanan.

Gereja Katolik di negara-negara mayoritas Katolik pun umumnya menempuh hard movement, seperti gerakan yang diinsipirasi Teologi Pembebasan di Amerika Latin atau People Power di Filipna.

Baca Juga :  Bertemu Komnas HAM, PT.Krisrama Tegaskan Tolak Mediasi dan Menempuh Jalur Hukum

Studi-studi terbaru lebih membahas soft pressure, bukan soft movement. Contohnya soft pressure melalui hastag dan tagar Instagram atau Twitter.

Bentuk lain adalah soft pressure oleh top leader kharismatik. Contohnya soft pressure yang dilakukan Gandhi di India atau soft pressure Katolik melalui peran papacy Paus Yohanes XXIII, Paus Yohanes Paulus II dan Paus Benediktus XVI yang berpeengaruh terhadap perkembangan komunisme, politik, demokrasi dan budaya dunia.

Mengisi kekosongan ini, Romo Wilfrid mengkonstruksi teori soft movement  dengan mensintesiskan teori soft power Steven Lukes (2005) dengan empat  teori pendukung yaitu teori framing (Snow dan Benford, 1995), teori tindakan komunikatif (Habermas, 1984), teori diplomasi sipil (Kjulavkovski, 2017) dan teori tindakan kolektif (Tily, 1978).

Dengan teori soft movement, Romo Wilfrid yang pernah berkarya sebagai Sekretaris Pusat Pastoral Keuskupan Maumere (2006-2013), menganalisis fenomena gerakan sosial pastoral yang terjadi di Keuskupan Agung Jakarta.

Menurutnya, KAJ cukup berhasil mempraktekkan soft movement dalam merespon krisis nasionalisme yang dicirikan oleh persoalan politik akomodasi mayoritas-minoritas, politisasi identitas, banalitas politik, ekstrimisme dan vandalisme,

Respon KAJ sebagai penjabaran Arah Dasar Pastoral 2016-2021 melalui Perencanaan Strategis (Renstra) terlihat melalui soft framing “Amalkan Pancasila – Kita Bhinneka Kita Indonesia, “Makin Adil Makin Beradab”, Adil Bangsa Sejahtera” dan lainnya.

Baca Juga :  Sarifudin Malik: Semua Alat Tangkap di Manggarai Barat Ramah Lingkungan

Persuasi soft dilakukan melalui kotbah, surat gembala, katekese, talk show, juga persuasi Uskup Suharyo melalui lagu Rayuan Pulau Kelapa yang viral di Youtube dan Tiktok.

Diplomasi simbol terlihat melalui pengibaran bendera Merah Putih di halaman dan altar gereja Katolik se-KAJ, pemancangan lambang Burung Garuda di halaman Gereja, Rosario Merah Putih juga patung Maria Bunda Segala Suku dengan ornamen gugus kepulauan Indonesia pada mahkota, lambang Garuda Padi dada serta kerudung Merah Putih.

KAJ juga memperlihatkan gerakan soft dengan tidak menyerang negara melainkan berkoalisi dengan negara dan masyarakat sipil plural, Salah satu wujud koalisi yang monumental adalah adalah Terowongan Silaturahmi yang menghubungkan Gereja Katedral dan Masjid Istiqlal.

Terowingan Siaturahmi lahir dari ide bersama Imam Besar K.H Nazaruddin Umar dengan Uskup Suharyo serta Romo Romo Katedral.  Pemerintahan Joko Widodo   merespon ide ini dengan menggelontorkan dana APBN senilai 37,3 M.

Disertasi yang dipertahankan di hadapan tujuh penguji ini mendapatkan apresiasi. Penguji eksternal, sosiolog Sanata Dharma lulusan Oxford yang juga Provincial SJ Indonesia, Romo Benedictus Hari Jualiawan, SJ mengapresiasi temuan akademik ini dan berharap agar soft movement yang digagas Romo Doktor Wilfrid Valiance dapat direplikasi dan diterapkan sebagai cara baru gerakan sosial di keuskupan-keuskupan di Indonesia dan konteks gerakan sosial lainnya. ***

Berita Terkait

Jelang Open Turnamen Soekarno Cup, PBVSI Ende Up Grade Lisensi Wasit Voli
Baru Satu Jam Ditindak Petugas Pedagang Kembali Lagi ke Jalan, Ternyata Ini Alasan
Yonif TP 834/Wakanga Mere Resmi “Masuk Rumah” di Nagekeo Lewat Upacara Adat
Alasan Penahanan Tak Jelas, Pemilik Sapi Ajak Pol PP Bertemu Bupati Ende
Serap Aspirasi, Kapolres Ende Kunjungan Kerja di Polsek Maurole
Karantina Sesalkan Penahanan Sapi oleh Pol. PP Ende
Bunda Literasi Kabupaten Sikka Kukuhkan Pengurus Pokja Bunda Literasi Periode 2026–2029
Pesta Babi: Antara Pembangunan Nasional dan Hak Masyarakat Adat
Berita ini 249 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 23 Mei 2026 - 19:03 WITA

Jelang Open Turnamen Soekarno Cup, PBVSI Ende Up Grade Lisensi Wasit Voli

Sabtu, 23 Mei 2026 - 13:35 WITA

Baru Satu Jam Ditindak Petugas Pedagang Kembali Lagi ke Jalan, Ternyata Ini Alasan

Sabtu, 23 Mei 2026 - 11:43 WITA

Yonif TP 834/Wakanga Mere Resmi “Masuk Rumah” di Nagekeo Lewat Upacara Adat

Sabtu, 23 Mei 2026 - 09:15 WITA

Alasan Penahanan Tak Jelas, Pemilik Sapi Ajak Pol PP Bertemu Bupati Ende

Jumat, 22 Mei 2026 - 20:52 WITA

Karantina Sesalkan Penahanan Sapi oleh Pol. PP Ende

Berita Terbaru

Bentara Net

BENTARA NET: Menjemput Mimpi di Negeri Tirai Bambu

Sabtu, 23 Mei 2026 - 10:47 WITA