Bertemu Komnas HAM, PT.Krisrama Tegaskan Tolak Mediasi dan Menempuh Jalur Hukum - FloresPos Net

Bertemu Komnas HAM, PT.Krisrama Tegaskan Tolak Mediasi dan Menempuh Jalur Hukum

- Jurnalis

Jumat, 25 Juli 2025 - 10:31 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MAUMERE, FLORESPOS.net-Dua orang Penata Mediasi Sengketa Komnas HAM RI yakni Darmadi dan Salita Hutagalung bertemu dengan pihak PT.Krisrama bersama tim pengacara serta Yusuf Lewor Goban dan Yustina Yusmiani guna menindaklanjuti laporan masyarakat yang masuk ke Komnas HAM.

Pembicaraan yang berlangsung di Puspas Keuskupan Maumere pada hari Kamis (24/7/2025) sejak sore hingga malam tersebut sebetulnya lanjutan dari pembicaraan di Kupang.

Pertemuan di Kupang tersebut atas undangan Komnas HAM kepada pemerintah Provinsi NTT terkait dengan 5 masalah yang menjadi atensi dari Komnas HAM dimana salah satunya itu menurut versi Komnas HAM adanya konflik di tanah HGU Nangahale.

“Saat pertemuan di Kupang, di hadapan komisioner Komnas HAM kami semua sampaikan bahwa konflik itu tidak ada di tanah HGU Nangahale,” ungkap Direktur PT. Krisrama, RD Ephy M. Rimo dalam konferensi pers, Kamis (24/7/2025) malam.

Baca Juga :  Terminal Penumpang Pelindo Maumere Ambruk Saat Gempa Flores, Baru Beroperasi 8 Tahun

Romo Ephy menyebutkan, apalagi dalam surat itu, undangan terkait dengan adanya masyarakat adat Suku Soge dan Suku Goban dan pihaknya sampaikan bahwa di lokasi HGU Nangahale tidak ada yang namanya masyarakat adat.

Ia menjelaskan, yang terjadi adalah subyek-subyek hukum yang secara melawan hukum menempati tanah HGU Nangahale yang sudah dilekatkan dengan alas hak, pointnya disitu.

“Karena itu, rupanya ada keinginan dari Komnas HAM untuk pendalaman keterangan dari PT Krisrama sehingga terjadilah pertemuan pada sore hingga malam hari ini,” terangnya.

Baca Juga :  Garuda Muda Tutup Laga Penyisihan Grup dengan Kemenangan

Romo Ephy mengatakan, dalam pertemuan pihak Komnas HAM minta agar mereka bisa melakukan mediasi tapi PT.Krisrama tegaskan tidak bisa karena prosesnya sudah masuk ke ranah hukum.

Selain itu kata dia, proses mediasi ini sudah ditempuh oleh PT. Krisrama bertahun-tahun, bukan hanya 1 atau 2 kali saja dan dari pengalaman itu, apa yang dilakukan oleh PT. Krisrama memproses mereka secara hukum itu juga adalah permintaan dari kelompok-kelompok masyarakat.

Ia memaparkan, proses mediasi ini sudah lewat yang dibuktikan dengan somasi hukum 2 kali oleh PT.Krisrama,pendekatan dari rumah ke rumah, pengumuman dari Pemda Sikka hingga pertemuan bersama dihadiri tiga tungku yakni dari Pemda, kelompok masyarakat dan PT Krisrama.

Penulis : Ebed de Rosary

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

Kekeringan ‘Memaksa’ Manggarai Barat Kehilangan Produksi Padi 423,4 Ton
Puso, 100 Hektar Tanaman Padi dan Jagung di Manggarai Barat
Sajikan Kopi Juria Colol, Rumah Wunut Buka Cabang di Maumere, Dukung Misi Lingkungan dan Kemanusiaan LSM ILMU
Reses di Ende, Oktovianus Moa Mesi Serahkan Hand Traktor Bantuan Julie Laiskodat ke Petani
Disnakertrans Sikka Gelar Mini Job Fair di Waigete, Fasilitasi Warga Jadi Pekerja Resmi
STIPAS Sirilus Ruteng Gelar Seminar Nasional: Mendesain Pendidikan Tinggi Berdampak Pada Era Masyarakat 5.0
Patris Lali Wolo Sebut Anggaran Jembatan Pomakeke Aeramo Sudah Ada, Tapi Tidak Dieksekusi Pemprov NTT
Cegah Bullying dan Judol, Tim Polres Ende Sosialisasi di SMAN 1 Ende
Berita ini 645 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 20:15 WITA

Kekeringan ‘Memaksa’ Manggarai Barat Kehilangan Produksi Padi 423,4 Ton

Selasa, 27 Oktober 2026 - 20:11 WITA

Puso, 100 Hektar Tanaman Padi dan Jagung di Manggarai Barat

Selasa, 27 Oktober 2026 - 18:57 WITA

Sajikan Kopi Juria Colol, Rumah Wunut Buka Cabang di Maumere, Dukung Misi Lingkungan dan Kemanusiaan LSM ILMU

Selasa, 27 Oktober 2026 - 18:38 WITA

Reses di Ende, Oktovianus Moa Mesi Serahkan Hand Traktor Bantuan Julie Laiskodat ke Petani

Selasa, 27 Oktober 2026 - 18:16 WITA

Disnakertrans Sikka Gelar Mini Job Fair di Waigete, Fasilitasi Warga Jadi Pekerja Resmi

Berita Terbaru

Blasius Apen, Kepala Bidang (Kabid) Produksi Tanaman Pangan (PTP) pada Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP) Mabar

Nusa Bunga

Puso, 100 Hektar Tanaman Padi dan Jagung di Manggarai Barat

Selasa, 27 Okt 2026 - 20:11 WITA