LARANTUKA, FLORESPOS.net-Pasca erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki, Senin (1/1/2024) siang, sedikitnya 800-an warga mengungsi ke Posko Utama di Kantor Camat Wulanggitang, di Boru, Kabupaten Flores Timur, NTT.
Warga memilih mengungsi berasal dari Desa Nawakote, Dusun Podor di Desa Boru, Desa Hokeng Jaya, Desa Klatanlo, dan sebagian kecil lagi berasal dari Desa Dulipali.
Semua desa tersebut berada di wilayah Kecamatan Wulanggitang, kecuali Desa Dulipali berada di wilayah Kecamatan Ilebura.
Pantauan Florespos.net, Senin (1/1/2024) siang sekitar pukul 12.30 Wita, sekitar 800-an warga tersebut berjubel duduk dengan kondisi seadanya berada di areal Kantor Camat.
Sebagian lagi menempati emperan SMP Negeri Wulanggitang, SDK Kemiri dan beberapa rumah warga sekitar Kantor Camat.
“Sekitar 800-an warga mengungsi di Kantor Camat Wulanggitang. Ini data sementara yang didata oleh petugas di Posko Utama Kantor Camat Wulanggitang,” kata Penjabat Bupati Flores Timur, Doris Alexander Rihi kepada wartawan di lokasi Kantor Camat Wulanggitang, Senin (1/1/2024) siang.
Doris Rihi mengatakan, Pemerintah Daerah melalui dinas terkait telah berada di lokasi posko pengungsian dan mendistribusikan bantuan darurat berupa masker, beras, air, alas tidur, tenda dan bantuan tanggap darurat lainnya.
Doris Rihi meminta warga agar tidak panik dan selalu mengikuti arahan dari Pemerintah Daerah melalui dinas-dinas terkait dan Kecamatan Wulanggitang.
“Saya minta warga tetap tenang, tidak panik dan ikuti arahan Pemerintah. Pemda terus berkoordinasi melakukan berbagai hal terutama tanggap darurat sesuai level,” katanya.
Disaksikan Florespos.net, Pemda melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Sosial, Satuan Polisi Pamong Praja, Polres Flores Timur dan Kodim 1624 Flores Timur tengah membangun tenda-tenda darurat di sekitar halaman Kantor Camat dan SMP Negeri Wulanggitang.
Selain di wilayah barat, Florespos.net, sempat menelusur wilayah Desa Nobo, Desa Nurabelen, Riangkaha, dan Desa Lewotobi di bagian timur dan selatan dari Gunung Lewotobi.
Warga Desa Nobo, Desa Nurabelen, Riangkaha dan Desa Lewotobi terlihat duduk di depan halaman rumah masing-masing dengan penuh waspada. Di wilayah ini, warga belum mengungsi atau mencari lokasi aman. *
Penulis: Wentho Eliando I Editor: Anton Harus










