Doa: Jalan Nyata Menuju Kenyataan (satu perenungan) - FloresPos Net

Doa: Jalan Nyata Menuju Kenyataan (satu perenungan)

- Jurnalis

Selasa, 14 November 2023 - 07:22 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

“Percayalah! Allah menggenggam semua doamu. Dan akan dilepaskanNya satu persatu di waktu yang tepat…”

(si Bijak)

Oleh: Pater Kons Beo, SVD

TUHAN tak pernah boleh tidur

Dari alam kehidupan ini untaian kata-kata dilambungkan ke langit surgawi. Ada meterai harapan di balik semuanya. Kenyataan hidup terasa amatlah menjepit. Dan kita tahu betapa sekian lemah dan tak berdayanya kita manusia.

Kita sungguh berketerbatasan dalam pertarungan kehidupan ini. Teriakan ke ‘takhta Allah’ sepertinya agar Tuhan sedikitpun ‘tak bisa dan tak boleh tidur.’ Sebab?

Manusia tetap dibantai kecemasan. Kekuatiran tak pernah sepi di jalan hidup ini. Masalah demi masalah silih berganti. Nampak tak pernah berujung. Hidup kita bagaikan selembar foto yang dipagari bingkai berbingkai soal demi soal. Nampaknya kita bakal terkapar letih tak berdaya. Karena itu?

Tuhan mesti segera turun tangan. Tuhan mesti tunjukan dan buktikan kuat kuasaNya dan kesegalaanNya. Dunia akal dan hati kita sudah ditebalkan dengan keyakinan sederhana: “segala yang salah, jahat, sarat dan penuh kabut dosanya itu datang dari si iblis jahanam; dan Tuhan-lah yang jadi solusi mutlaknya.

Mesti jauh dari kenyataan hidup miris

Sebab itulah doa-doa kita itu terkonek pada intensi untuk dijauhkan dari kenyataan hidup penuh pergulatan. Tuhan mesti tunjukan yang terbaik.

Apa yang jadi impian dan harapan kita sepantasnya segera terjadi. Tuhan, tak jarang didesak-desak, untuk hadirkan mujizat. Tanda heran sering pula jadi garansi untuk ditukar dengan ‘penyerahan diri, iya iman’ akan Tuhan. Selanjutnya?

Lihatlah dan renungkanlah, sekali lagi, pola pikir dan kerangka keyakinan kita,  ‘Segala yang tak OK itu datangnya dari luar.’ Sakit, gagal, tak nyaman hati dan segala yang tak indah disebabkan oleh kuasa setan. Dan celakalah lagi bahwa si iblis jahanam itu dipastikan hadir dalam diri tetangga, dalam anggota keluarga sendiri.

Kuasa gelap terhubung dengan orang ini atau orang itu. Semakin jadi benang kusutlah kiprah relasi dalam kebersamaan.

Baca Juga :  Kekuatan Doa

Sebab itulah doa dan harapan kita bisa hanya sekitar “berkat untuk kami; dan datanglah kutuk dan bencana bagi tetangga, dan siapapun yang tercurigai sebagai agen setan.”

Doa berarti selamanya kita mesti aman, damai, dan, itu tadi, dalam keadaan yang selalu OK. Tanpa halangan dan kesulitan apa pun.

Alam suram di hati

Ini semua tak berarti bahwa kita sangkali kenyataan adanya amarah, sakit hati, dendam, cemburu sosial, keinginan jahat, atau segala rencana yang tak baik.

Aura rasa negatif itu bisa mendera dan bersarang dalam hati siapapun yang lemah dalam penguasaan diri, tetapi lalu membebankan pihak luar sebagai penyebabnya.

Sebab itulah, doa sepantasnya ditelisik dalam artian yang sebenarnya. Si bijak berkeyakinan, “Orang berdoa bukan orang berusaha kabur dari kenyataan. Doa bukan pelarian. Doa bukan penyangkalan diri. Doa bukan berharap sesuatu yang ajaib terjadi.” Dalam artian inilah doa sebenarnya adalah ziarah seluruh diri untuk ‘berani masuk ke dalam dunia, kepada kenyataan hidup.’

Doa: pulang kepada diri dan kisah hidup sendiri

Doa itu menantang kita untuk mesti ‘berenang dalam kolam kekuatiran dan keresahan hidup yang kita alami.’ Itu berarti bahwa doa terutama menuntun kita memeluk segala hingar bingar jalan hidup.

Kata si bijak pula, “Doa berarti jujur pada diri sendiri. Dalam doa kita mengakui apa yang sebenarnya terjadi pada hidup dan diri kita.”

Sebab itulah, doa tak boleh dipakai aksi atau gerak ‘menggertak Tuhan untuk segera jawabi apa yang dikehendaki.’ Apalagi bahwa doa atau seruan kepada Tuhan hanya dipakai sebagai instrumen rohani demi pemaksaan akan kebenaran pikiran dan kehendak sendiri.

Tak pernah boleh mengutuk

Doa bukanlah rangkaian sumpah serapah dan kutukan terhadap sesama yang ‘dicurigai bahkan diyakini’ sebaga iblis dan jin kafir. Kita sebenarnya telah ‘keasyikan maen tuduh sana-sini’ bahwa orang lain lah yang menjadi penghalang dan sumber kekuatiran hidup kita.

Baca Juga :  Tetap teguh dalam iman akan Kristus

Karena itulah doa adalah sarana kita menggapai kesetiaan, ketekunan dan terutama keberanian untuk melihat dunia sebagai dunia dan memandang sesama sebagai sesama. Doa adalah ‘berkat yang kita pohonkan bagi sesama. Dan bukannya mengutuk.’

Tinggalkan energi rohani yang gersang

Jika kita gemar remehkan sesama, serta selalu berpikir dan bersikap tak sedap tentang dan  terhadap orang lain itu, kita sebenarnya tengah mempertontonkan betapa minus dan keringnya energi rohani untuk ‘mendoakan dan memberkatinya.

Di dalam doa, mari kita pikul segala kecemasan dan ketidakindahan diri serta kisah tak cemerlang hidup kita sendiri. Itulah yang diungkapkan si bijak, “Ciri doa hati adalah menyertakan segala kekuatiran kita.

Maka, sekali lagi, kita memang mesti hentikan geliat persalahkan sesama, atau menuduh setan, apalagi mengancam Tuhan karena dirasa tak berpihak pada jalan hidup kita.

Berjaga-jagalah!

Sepatutnya tetap teringat kata-kata Rasul Petrus, “Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si iblis, berjalan keliling seperti singa yang mengaum-ngaum dan mencari orang yang dapat ditelannya. Lawanlah dia dengan iman yang teguh..” (1Petrus 5:8-9). Bertahan dalam iman melalui doa, itulah yang jadi kekuatan.

Dan tidakkah di Getsemani terucap nasihat agung Tuhan bagi para muridNya, “Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan” (Matius 26:41)?

Doa: Jalan Cinta menuju Tuhan dan sesama

Sayangnya, di kepala dan hati kita hanya ada banyak teori dan diktum tentang apa itu berdoa. Kita tak masuk dalam alam doa yang sesungguhnya.

Kita sepatutnya ‘ditarik Tuhan untuk ke alam doa Getsemani’ demi hadapi kenyataan hidup yang nyata dan sesungguhnya. Bahwa segala kepahitan, kegetiran, kegagalan adalah tapak-tapak jalan hidup kita sendiri.

Di atas segalanya, doa tetap jadi jalan nyata dan  indah yang membawa kita kepada Tuhan dan kepada sesama. Dalam Cinta dan Berkat! *

Verbo Dei Amorem Spiranti

Collegio San Pietro – Roma

Berita Terkait

Makam Kosong
Namanya Adalah Yohanes
Belas Kasihnya Turun Temurun
Ketika Elisabeth Mendengar Salam Maria
Salam Hai Engkau Yang Dikaruniai, Tuhan Menyertaimu
Doamu Telah Dikabulkan
Bersukacitalah Senantiasa
Bapa Mengutus Aku
Berita ini 35 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 31 Maret 2024 - 12:26 WITA

Makam Kosong

Sabtu, 23 Desember 2023 - 08:04 WITA

Namanya Adalah Yohanes

Jumat, 22 Desember 2023 - 08:10 WITA

Belas Kasihnya Turun Temurun

Kamis, 21 Desember 2023 - 07:42 WITA

Ketika Elisabeth Mendengar Salam Maria

Rabu, 20 Desember 2023 - 08:02 WITA

Salam Hai Engkau Yang Dikaruniai, Tuhan Menyertaimu

Berita Terbaru

Nusa Bunga

Pemkab Ngada Dukungan Program Cetak Sawah Rakyat

Kamis, 30 Jul 2026 - 09:03 WITA

Nusa Bunga

Wabub Ngada Berni Dhey Serahkan Sembako Bagi Lansia di Desa Sobo

Rabu, 29 Jul 2026 - 21:47 WITA