Oleh: RD. Donnie Migo
Senin, 18 Desember 2023
(Senin Adven III)
Saudara-saudariku yang terkasih dalam Kristus,
Mengawali hari-hari dalam minggu ketiga adven atau minggu sukacita, kepada kita sekalian disajikan teks injil Lukas 1:5-25 yang bercerita tentang Allah berkenan mengabulkan doa dari Zakaria dan Elisabet.
Lukas memulai perikop ini dengan menjelaskan siapa itu Zakaria, yakni seorang imam dari kelompok Abia dan Elisabet isterinya berasal dari keturunan Harun. Keduanya hidup benar, taat dan suci.
Walaupun kenyataannya Elisabeth mandul dan mereka tidak dapat memiliki keturuanan namun mereka berharap sungguh atas pertolongan Allah.
Ketika Zakaria melaksanakan tugasnya untuk membakar ukupan di Bait Suci, Tuhan mendengarkan doa mereka lalu mengutus Malaikat Gabriel untuk menyatakan kepada Zakaria berita tentang kelahiran Yohanes Pembaptis. Namun karena Zakaria ragu dalam imannya, maka ia menjadi bisu untuk sementara hingga Yohanes lahir.
Menyadari dirinya hamil, Elisabeth memuji Tuhan: “Inilah suatu perbuatan Tuhan bagiku, dan sekarang ia berkenan menghapus aibku di depan orang”(Lukas 1: 25).
Terkabulnya doa Zakaria dan Elisabeth pertama-tama bukan suatu kebetulan. Tetapi karena Allah mencintai mereka yang hidupnya benar, taat dan suci. Pada tempat yang sama, mereka pun sedang menderita dan memikul salib karena mereka belum memiliki keturunan.
Dapat dibayangkan bagaimana Zakaria dan Elisabeth harus menjawab pertanyaan dari keluarga mereka tentang keturunan atau bagaimana perasaan mereka ketika melihat keluarga-keluarga yang lain bergembira bersama anak-anaknya.
Namun mereka tetap setia dalam doa. Kesetiaan mereka disempurnakan oleh Allah sendiri ketika Zakaria memasuki tempat suci untuk melaksanakan tugas atas nama seluruh umat yang sedang berdoa,
Malaikat Gabriel nampak dihadapannya dan berkata: “Jangan takut, hai Zakaria, doamu telah dikabulkan dan Elisabet, isterimu, akan melahirkan seorang anak laki-laki bagimu dan haruslah engkau menamai dia Yohanes,” (Lukas 1:13).
Dari Zakaria dan Elisabet kita dapat belajar bagaimana menjadi pasangan katolik yang setia untuk hidup benar, taat dan suci.
Dari mereka pula kita dapat melihat dengan jelas suatu mujizat besar yang telah Allah lakukan yakni membebaskan Elisabet dari kemandulan dan sehingga ia mengandung dan melahirkan Yohanes Pembaptis yang akan mempersiapkan jalan bagi kedatangan Kristus; sesuatu yang tidak mungkin bagi manusia tetapi mungkin bagi Allah. Allah menganjari orang yang setia bukan hanya satu kali tetapi berkali-kali dengan berkat yang turun seperti hujan.
Marilah saudara-saudariku yang terkasih dalam Tuhan, kita tetap setia pada iman kita dan percaya bahwa sukacita yang paling otentik yakni ketika kita mengalami belas kasih Allah. *
RD. Donnie Migo, Imam Keuskupan Maumere, Mahasiswa Global Programs (Missouri School of Journalism) pada University of Missouri, USA










