RUTENG, FLORESPOS.net-Kondisi yang buruk mengakibatkan kendaraan enggan dan bahkan tidak melewati jalur jalan antar kampung di Desa Compang Dalo, Kecamatan Ruteng, Manggarai, NTT.
Paling parah kondisi jalan di Dusun Watu Wuli, RT Keranjang dan dari Kampung Keranjang ke Kampung Ajang. Karenanya, dua jalur jalan amat jarang dilewati kendaraan.
Jalan di wilayah Dusun Watu Wuli terpantau wartawan, Jumat (10/11/2023), masih berstatus jalan tanah. Tanahnya liat dan lengket ketika dilindas ban kendaraan.
Sekarang ini, jalan di RT Keranjang hanya dipakai kendaraan proyek pengerjaan saluran irigasi. Tetapi, kendaraan harus dengan susah payah melintas karena jalan berlumpur tebal.
Yang lebih buruk dari Kampung Ajang menuju RT Keranjang. Jalannya tidak dilalui kendaraan sama sekali. Beberapa meter dari Kampung Ajang telah dipasang telford, selebihnya jalan tanah.
Bukti bahwa kendaraan tidak pernah melintas bisa diketahui dari tidak adanya bekas ban kendaraan di sepanjang jalan. Rerumputan tumbuh subur di tengah jalan.
Seorang warga Martinus Wanggung mengatakan, kampung-kampung yang ada dikitari sawah dan kebun. Kalau jalan bagus tentu warga tidak terlalu mengalami kesulitan untuk pergi dan pulang kebun atau antar kampung.
“Musim kering saja jarang kendaraan lewat, apalagi pada musim hujan. Keadaannya lebih buruk lagi,” katanya.
Dikatakan, usulan untuk menangani jalan yang ada sudah sering baik ke desa, kecamatan, hingga kabupaten. Tetapi, tidak ada respons sama sekali.
Buktinya, jalan yang ada tetap tidak berubah menjadi lebih baik. Jalan raya tetap dari tanah seperti zaman dahulu.
Warga lain, Ny. Aldina M, mengatakan, kendaraan masuk kampung setiap hari tentu sangat diharapkan masyarakat. Masyarakat merasa merdeka dari pengangkutan hasil dari kebun dan sawah ke rumah.
“Kami merasa belum bebas dari kesulitan transportasi seperti zaman dahulu. Pemerintahan yang baru, harap lakukan perubahan, tetapi sepertinya tidak ada juga kami di wilayah ini,” katanya. *
Penulis: Christo Lawudin I Editor: Wentho Eliando










