Difabel dan Dunia Kerja - FloresPos Net

Difabel dan Dunia Kerja

- Jurnalis

Jumat, 13 Oktober 2023 - 18:27 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Tanti Maria

DALAM kehidupan sehari-hari kita sering mendapati sekelompok orang dengan berbagai perlakuan diskriminasi baik di dalam keluarga, maupun lingkungan masyarakat termasuk dalam dunia kerja.

Kelompok ini, adalah para Penyandang Disabilitas. Kelompok ini boleh jadi merupakan salah satu yang rentan dan bersusah payah dalam mencari pekerjaan di era ini.

Dalam keadaan terbatas ini, banyak hal yang menjadi kendala bagi mereka untuk memperoleh suatu pekerjaan.

Kelompok ini mungkin memiliki keterbatasan dalam sesuatu hal, namun tidak menghalangi mereka untuk bisa sukses di dunia kerja.

Karena sebenarnya ada banyak pilihan pekerjaan yang cocok untuk orang difabel, misalnya menjadi pengrajin, penjahit, desain grafis, penulis, administrator, konten kreator, dll sesuai dengan keterampilan yang di miliki dan jenis kedisabilitasannya.

Memiliki kekurangan bukanlah menjadi suatu halangan bagi mereka untuk memulai karier.

Kelompok difabel bisa membuktikan bahwa dirinya mampu bekerja sesuai dengan kemampuan atau keterampilan yang dimilikinya asalkan diberi ruang dan kesempatan bagi mereka.

Namun pada kenyataannya, para Penyandang Disabilitas masih sering mendapatkan perlakuan yang tidak adil karena kekurangan mereka, termasuk dalam hal mendapatkan pekerjaan ini.

Baca Juga :  Bansos dan Ilusi Kepedulian: Wajah Lain Politik Bantuan di Indonesia Timur

Akses saat melamar pekerjaan dibuat berbelit-belit sehingga menyebabkan Penyandang Disabilitas kewalahan. Inilah yang membuat kelompok difabel selalu terbelakang dalam memulai kariernya di dunia kerja.

Seharusnya, pekerjaan selalu terbuka seluas-luasnya bagi mereka yang memenuhi persyaratan termasuk perlakuan tanpa diskriminasi bagi para Penyandang Disabilitas.

Kelompok ini tidak butuh dikasihani melainkan rasa empati dari semua pihak agar diberi kesempatan bekerja sebagaimana sama dengan non difabel baik di Instansi Pemerintah maupun Instansi Swasta.

Berbagai upaya dilakukan, mulai dari persiapan terjun ke dunia kerja dalam usaha Pemberdayaan Disabilitas dengan cara memberikan kesempatan yang aksesibel serta akomodasi melalui pelatihan, lokakarya, dan seminar sehingga kelompok difabel ini dapat mempersiapkan diri sebagai proses pengembangan keterampilannya agar memudahkan mereka terjun ke dunia kerja.

Dalam UU No. 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas sudah termuat 22 Hak Penyandang Disabilitas termasuk hak untuk memperoleh pekerjaaan dan penghidupan yang layak, adanya ketersediaan aksesibilitas dalam rangka kemandiriannya.

Baca Juga :  Requiescat In Pace Paus Fransiskus, Selamat Datang Paus ke-267

Hal ini menegaskan bahwa kelompok ini perlu mendapatkan hak mereka yang sering terabaikan dalam segala aspek kehidupan ini.

Mengenai inklusivitas yang terjadi sekarang sudah melibatkan kelompok difabel dalam segala kegiatan baik di Instansi Pemerintah maupun Lembaga Swasta, akses lingkungan yang mendukung seperti adanya Ramp/bidang miring untuk difabel di Kantor Pemerintahan, Sekolah, dan Gereja sudah menunjukan keberpihakan Pemerintah maupun masyarakat terhadap difabel sebagai bentuk dukungan agar difabel semakin percaya diri dan termotivasi untuk berkembang dan bisa mandiri dalam kehidupannya.

Akhir kata, penulis mengharapkan para pelaku kebijakan dan semua pihak baik Pemerintah maupun Swasta, Perusahaan atau suatu lembaga swasta untuk memberikan peluang sebanyak-banyaknya untuk Kelompok Difabel dalam hal pekerjaaan sesuai keterampilan yang dimiliki tanpa melihat keterbatasan fisik mereka.

Berdayakan difabel. Yakinlah, mereka mampu memberikan yang terbaik. Semoga Sikka selalu menjadi Kabupaten yang ramah difabel. Salam Inklusi!

Penulis: Anggota Jurnalis Warga Pena Inklusi dan Anggota Forsadika

Berita Terkait

Jangan Persulit Administrasi Calon Pekerja Migran di Tingkat Desa dan Kelurahan
Stadion Marilonga Ende dan Standar Venue Sepak Bola Putri: Saatnya Infrastruktur Olahraga Daerah Naik Kelas
Membumikan Kepemimpinan Melalui Transportasi Publik
Menjaga Sakralitas Sumpah Pemuda: Ketika Demokrasi dan Integritas Bangsa Diuji oleh Politik Bayaran
Di Balik Tumpukan Sampah Pesisir Waiwerang: Menagih Solusi, Bukan Sekadar Imbauan
Pertanian Sektor Utama Penggerak Perekonomian Kabupaten Ende
Sumpah yang Dimudahkan
Gempa Tektonik Flores, Solidaritas Kemanusiaan, dan IKAL Lemhannas Peduli Bencana Flores
Berita ini 63 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 20:45 WITA

Jangan Persulit Administrasi Calon Pekerja Migran di Tingkat Desa dan Kelurahan

Senin, 2 November 2026 - 19:33 WITA

Stadion Marilonga Ende dan Standar Venue Sepak Bola Putri: Saatnya Infrastruktur Olahraga Daerah Naik Kelas

Senin, 2 November 2026 - 13:09 WITA

Membumikan Kepemimpinan Melalui Transportasi Publik

Senin, 2 November 2026 - 09:21 WITA

Menjaga Sakralitas Sumpah Pemuda: Ketika Demokrasi dan Integritas Bangsa Diuji oleh Politik Bayaran

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 16:26 WITA

Di Balik Tumpukan Sampah Pesisir Waiwerang: Menagih Solusi, Bukan Sekadar Imbauan

Berita Terbaru