Webinar Stipar Ende, Puskurbuk: Learning Loss, Titik Star Kurikulum Merdeka - FloresPos Net

Webinar Stipar Ende, Puskurbuk: Learning Loss, Titik Star Kurikulum Merdeka

- Jurnalis

Rabu, 2 Agustus 2023 - 21:33 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ENDE, FLORESPOS.net-Antonius N. Puskurbuk, Staf Pusat Kurikulum dan Pembelajaran, BSKAP, Kemendikbud RI memandang bahwa akar utama dari ketertinggalan pembelajaran yang tengah dihadapi para peserta didik di tingkat sekolah dasar dan sekolah menengah adalah fenomena factory model.

Antonius Puskurbuk menyampaikan ini dalam paparannya pada webinar nasional bertema ‘Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar’ yang digelar Stipar Ende, Kabupaten Ende, Rabu (2/8/2023).

Asumsi dasar yang melekat di balik fenomena ini, menurut Antonius Puskurbuk, adalah peserta didik pada usia yang sama memiliki kebutuhan belajar dengan cara yang sama dan memiliki kecepatan belajar yang sama.

Karena itu, peserta didik dituntut untuk memperoleh nilai minimal (Passing Grade) untuk dapat melanjutkan ke level pembelajaran berikutnya.

Puskurbuk menjelaskan passing grade pada umumnya tidak mencerminkan penguasaan atas kompetensi tertentu atau secara keseluruhan.

Baca Juga :  Paket Helow dan Rama Siap Dukung Paket AP-MJ 

Salah satu hal yang juga menyumbang bagi kekurangan dalam dunia Pendidikan saat ini adalah adanya achievement gap di mana peserta didik dianggap tuntas dalam pembelajarannya tanpa mengetahui dalam hal apa peserta didik tersebut tertinggal dalam pembelajaran.

“Mereka yang demikian tidak diberi kesempatan untuk mengisi gap-nya. Hal inilah yang merupakan asal-muasal dari learning loss atau ketertinggalan capaian pembelajaran,” tegas Puskurbuk, sebagaimana rilis yang diterima Florespos.net dari Tim Seksi Dokumentasi dan Publikasi Webinar Stipar Ende, Rabu (2/8/2023).

Untuk dapat keluar dari situasi ini, Puskurbuk menganjurkan perlunya pembelajaran yang harus disesuaikan dengan kesiapan belajar peserta didik. Karena itu, pembelajaran harus terdiferensiasi (costumised/personalized).

Baca Juga :  Rapat Pembagian BLT di Desa Otogedu-Maurole Berakhir Ricuh, Ketua BPD Dipukul Warga

Wajah pembelajaran yang ditampilkan adalah Learning fo Mastery. Artinya, peserta didik baru bisa melanjutkan pembelajaran ke tahap selanjutnya setelah menunjukkan penguasaan atas kompetensi pada tahab sebelumnya.

Pada momen ini, Puskurbuk mengajak peserta seminar untuk menghindari dua dosa utama dalam pembelajaran.

Pertama, activity oriented di mana guru atau pendidik lebih fokus pada aktivitas pembelajaran ketimbang pada apa yang perlu dicapai dalam pembelajaran.

Pendidik lebih cenderung memegang prinsip asal pembelajaran menyenangkan dan lupa apa yang hendak dicapai siswa.

Kedua, coverage oriented di mana orientasi pembelajaran lebih pada seberapa banyak materi yang sudah diajarkan dan bukan pada apa yang perlu dicapai oleh tiap peserta didik. *

Editor: Wentho Eliando

Berita Terkait

BPJS Kesehatan Dorong Layanan Jantung Berbasis Outcome
Kolaborasi AMAG dan Dompet Dhuafa, 100 Paket Bantuan untuk Pemulihan Penyintas Gempa di Nagekeo
Ngada Masuk Masa Transisi Pemulihan, Pemda Gelar Uji Publik Hasil Pendataan dan Verifikasi Kondisi Rumah Terdampak Gempa Flores
Staf BKN Temui Isteri Almarhum Alfonsius Korban Penembakan KKB di Papua
Realisasi Sementara PAD Sampah Manggarai Barat Rp. 2,5 Miliar
Sentra Peternakan Sapi di Flores Timur–Sudah Habiskan Rp 2 Miliar Lebih, Dirubah Jadi Sub Sentra, Pintu Masuk Tindak Pidana Korupsi?
Polres Ende Serahkan Tiga Tersangka Pengadaan Kapal Fiber Glass 5 GT ke Jaksa
Jokowi Besok Berkunjung ke Palue
Berita ini 25 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 11:01 WITA

BPJS Kesehatan Dorong Layanan Jantung Berbasis Outcome

Rabu, 16 September 2026 - 18:59 WITA

Kolaborasi AMAG dan Dompet Dhuafa, 100 Paket Bantuan untuk Pemulihan Penyintas Gempa di Nagekeo

Rabu, 16 September 2026 - 18:42 WITA

Ngada Masuk Masa Transisi Pemulihan, Pemda Gelar Uji Publik Hasil Pendataan dan Verifikasi Kondisi Rumah Terdampak Gempa Flores

Selasa, 15 September 2026 - 19:47 WITA

Realisasi Sementara PAD Sampah Manggarai Barat Rp. 2,5 Miliar

Selasa, 15 September 2026 - 19:26 WITA

Sentra Peternakan Sapi di Flores Timur–Sudah Habiskan Rp 2 Miliar Lebih, Dirubah Jadi Sub Sentra, Pintu Masuk Tindak Pidana Korupsi?

Berita Terbaru

Nusa Bunga

BPJS Kesehatan Dorong Layanan Jantung Berbasis Outcome

Kamis, 17 Sep 2026 - 11:01 WITA