RUTENG, FLORESPOS.net-Kota Ruteng, Manggarai, NTT, yang dijuluki Kota 1.000 biara, kedatangan tamu mancanegara, belakangan ini. Tamu itu adalah para suster pemimpin Provinsi atau Regio konggregasi Servarum Spiritus Sancti (SSpS) se-Asia-Pasifik.
Para suster kumpul di Ruteng itu dalam rangka kerja sama dan kolaborasi untuk mewujudkan misi global.
Data dan Informasi dari SSpS Ruteng melalui Ketua Komsos Puspas Keuskupan Ruteng, Kamis (27/7/2023) menyebutkan, hadir dalam kegiatan itu, yakni para pemimpin dari China, Korea, Jepang, Taiwan, Filipina, India, Australia, Papua Nugini, Timor Leste dan Indonesia.
Tema pertemuan ini adalah Transformasi dan Kolaborasi Berkelanjutan untuk Misi Global. Pertemuan ini dimaksudkan guna menjalin kerja sama dan melakukan ziarah bersama dalam menjawab kebutuhan misi global.
Pertemuan diawali dengan misa yang dipimpin oleh Rm Manfred Habur, Sekretaris Jenderal Keuskupan Ruteng dan diikuti semua peserta, terutama pemimpin dan anggota SSpS Flores Barat.
Romo Manfred dalam khotbahnya mengatakan, pertemuan ini merupakan kesempatan untuk berbagi kisah. Membagikan apa yang telah para suster lakukan selama ini.
“Dan, lalu, untuk melihat dan merefleksikan apa yang terjadi sekarang dalam hidupmu sebagai religius misionaris,” katanya.
Dikatakan, dalam momen kumpul bersama ini, para suster tentu berdiskusi dan mencermati apa yang akan para suster lakukan untuk menanggapi kebutuhan dunia saat ini dengan lebih baik.
Untuk bekerja sama membutuhkan seorang murid yang sudah mengalami transformasi. Dan untuk mencapai perubahan itu membutuhkan seorang murid yang pendoa.
Sedangkan Pemimpin Umum SSpS, Sr. Mirian Altenhoffen, SSpS, mengingatkan para suster bahwa pertemuan ini adalah perjalanan sinodalitas, perjalanan yang dalam semangat kerendahan hati.
“Para suster tetap harus menyadari bahwa masih ada banyak yang harus dipelajari, perjalanan perjumpaan dan dialog, terbuka, menerima dan merangkul semua,” katanya.
Sebelumnya, Provinsial SSpS Flores Barat, Sr. Maria Yohana, SSpS, menyampaikan bahwa pertemuan ini merupakan sebuah berkat yang menjadi perekat dalam kolaborasi untuk misi global SSpS.
“Dalam semangat ini, Provinsial-Regional SSpS Asia- Pasifik memulai pertemuan ini,” katanya.
Apa yang terjadi ini merupakan momen perjumpaan untuk berbagi pemikiran dan wawasan yang diilhami oleh input tentang spiritualitas, transformasi, kolaborasi, dan mendapatkan laporan karya dari masing-masing Provinsi dan Regio.
Menurut Sr. Herlin SSpS, di Ruteng, di sela-sela sharing, para pemimpin suster itu juga mengunjungi beberapa pelayanan kerasulan yang dijalankan oleh para suster SSpS di Provinsi Flores Barat-Manggarai.
“Kegiatan dimulai 21 Juli dan berakhir 30 Juli nanti,” katanya. *
Penulis: Christo Lawudin/Editor:Anton Harus










