Sekolah, Jalan, Air dan Listrik, Masalah Serius Kampung Borablupur Sikka - FloresPos Net

Sekolah, Jalan, Air dan Listrik, Masalah Serius Kampung Borablupur Sikka

- Jurnalis

Senin, 24 Juli 2023 - 14:08 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MAUMERE, FLORESPOS.net-Warga Kampung Borablupur, Desa Bura Bekor, Kecamatan Bola, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), masih hidup dalam kesusahan akan kebutuhan dasar, air, jalan, listrik dan sekolah.

Betapa tidak, untuk mendapatkan air minum dan air bersih saja, 57 kepala keluarga (KK) yang bermukim di kampung terpencil itu harus menunggu musim hujan dan membeli air di desa terdekat dengan harga yang relatif cukup mahal.

Tak hanya itu, untuk bepergian keluar dan masuk Kampung Borablupur berjalan kaki sejauh 3,8 kilometer menuju pertigaan Wolonbetan, jalan utama ruas Jalan Maumere-Bola. Apalagi saat ada warga yang sakit atau hendak melahirkan, mereka menanduh pasien menelusuri lembah dan bukit.

Kondisi jalan menuju Kampung Borablupur, Desa Bura Bekor, Kecamatan Bola

“Kami di sini punya sejumlah masalah yang serius, terutama air, jalan dan listrik. Kami biasa menampung air hujan untuk minuman, jalan kaki dengan kondisi jalan seadanya sampai di pertigaan Wolonbetan,” ungkap Yosef Nong Manis, warga setempat saat ditemui di Kampung Borablupur, Selasa (18/7/2023) siang.

“Kalau ada warga yang sakit apalagi ibu hamil yang hendak melahirkan, kami pakai pikul sampai di pertigaan untuk selanjutnya dibawah ke Puskesmas terdekat. Kami tidak ada Posyandu atau fasilitas kesehatan dasar,” kata Nong Manis lagi.

Baca Juga :  Babak Baru Kasus SID di Flores Timur, Kejari Tetapkan Mantan Wabup Agus Boli Jadi Tersangka

Sementara untuk penerangan listrik, ungkap Nong Manis yang juga Lembaga Adat Kampung Borablupur ini, ada rumah warga yang menggunakan penerangan Tenaga Surya. Sebagian besar lagi, warga menggunakan penerangan lampu pelita.

“Setiap malam, anak-anak sekolah belajar dengan penerangan lampu pelita. Warga umumnya lebih cepat tidur karena penerangannya hanya lampu pelita,” katanya.

Warga Kampung Borablupur konsumsi air hujan yang ditampung di bak penampung

Warga lainnya juga menyampaikan hal serupa. Menurut warga, Kampung Borablupur jauh dari perhatian pemerintah daerah.

Selama ini, warga harus berjalan kaki sejauh 3,8 km sampai di pertigaan Wolonbetan, tidak ada air, tidak ada penerangan listrik dan sekolah bagi anak-anak mereka.

Sekolah di Rumah Warga

Selain soal air, jalan dan listrik, Kampung Borablupur juga punya masalah serius untuk urusan pendidikan, mencetak generasi masa depan di wilayah itu.

Menurut Yosef Nong Manis, proses belajar mengajar Sekolah Kaki SDI Klotong di Kampung Borablupur sudah berlangsung selama 4 tahun.

Warga juga sudah menyediakan lahan seluas 80×120 meter persegi untuk pembangunan sekolah. Warga setempat juga sudah secara swadaya bangun darurat sekolah, tetapi bangunan itu ambruk saat bencana angin tahun lalu.

Murid SD Kampung Borablupur mengikuti kegiatan belajar mengajar di rumah warga

Akibatnya, ungkap Nong Manis, pelajar SD Kelas 1, Kelas 2, dan Kelas 3, sudah lebih dari satu tahun ini mengikuti belajar mengajar di rumah warga.

Baca Juga :  Pengungsi Erupsi Lewotobi Rindu Rumah, Semoga Cepat di Rumah Meski di Hunian Sementara

“Ada tiga rumah warga dijadikan sekolah atau tempat kegiatan belajar mengajar bagi pelajar Kelas 1, Kelas 2 dan Kelas 3. Sementara Kelas 4 baru tahun ini ikut belajar mengajar di Sekolah Induk SDI Klotong,” katanya.

Menurut dia, anak-anak Kelas 4 SDI Klotong yang bermukim di Kampung Borablupur tersebut berjalan kaki menelusuri lembah dan bukit sejauh 2 km ke sekolah induk yang terletak di Klotong, Wolonwalu, Kecamatan Bola.

“Mereka belajar mengajar di tiga rumah warga karena bangunan sekolah yang kami bangun secara swadaya ambruk diterpa angin satu tahun silam,” katanya.

Murid SD Kampung Borablupur mengikuti kegiatan belajar mengajar di rumah warga

“Sampai sekarang belum ada bangunan pengganti setelah ambruk pada tahun lalu walau pun sudah ada lahan,” kata Nong Manis.

Soal bangunan sekolah tersebut, Nong Manis berharap perhatian serius Pemerintah Daerah Kabupaten Sikka.

Harapan yang sama juga disampaikan Evalina Nina Maya, murid Kelas 4, Julianti Nona Ida murid Kelas 4, Gerfasius Indra Arianto murid Kelas 4, Blasisus Nong Stefan, murid Kelas 4 dan Leonardus Soko murid Kelas 4 Sekolah Kaki SDI Klotong di Kampung Borablupur.

Kampung Borablupur secara administratif berada di Dusun Gade, Desa Bura Bekor, Kecamatan Bola. Desa Bura Bekor merupakan desa pemekaran dari Desa Wolonwalu, Kecamatan Bola. Kampung Borablupur punya 2 RT dan dihuni oleh 57 Kepala Keluarga.*

Penulis: Wentho Eliando / Editor: Anton Harus

Berita Terkait

Parekraf Manggarai Timur Beri Pelatihan Bagi Pengurus Pokdarwis Savana Tanjung Bendahara
Kapten NVBC Sebut Soekarno Cup 1 jadi Pemicu Bangkitnya Turnamen Voli di Ende
Lape Cup III, Merpati FC Towak Tembus Final
Program MBG Belum Memberikan Dampak Siginifikan Bagi Petani di Daerah
Siswa SMKN di Manggarai Praktek Budidaya Semangka Sistem Irigasi Tetes di Maumere
Perkuat Pariwisata Berkelanjutan, Kemenko Pangan dan BPOLBF Dorong Ketahanan Pangan Destinasi
Legend VBC Tumbang dari Bintang Sambar, Tim Putri Benteng Gading ke Semi Final
Dampak Efisiensi Anggaran, Kontraktor Muda di Maumere Banting Setir Jadi Petani Hortikultura
Berita ini 77 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 2 Agustus 2026 - 12:37 WITA

Parekraf Manggarai Timur Beri Pelatihan Bagi Pengurus Pokdarwis Savana Tanjung Bendahara

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 22:20 WITA

Kapten NVBC Sebut Soekarno Cup 1 jadi Pemicu Bangkitnya Turnamen Voli di Ende

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 20:36 WITA

Lape Cup III, Merpati FC Towak Tembus Final

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 17:36 WITA

Program MBG Belum Memberikan Dampak Siginifikan Bagi Petani di Daerah

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 17:33 WITA

Siswa SMKN di Manggarai Praktek Budidaya Semangka Sistem Irigasi Tetes di Maumere

Berita Terbaru

Nusa Bunga

Lape Cup III, Merpati FC Towak Tembus Final

Sabtu, 1 Agu 2026 - 20:36 WITA