Tangan-Tangan Kreatif di Festival Nusa Solor - FloresPos Net

Tangan-Tangan Kreatif di Festival Nusa Solor

- Jurnalis

Jumat, 23 Juni 2023 - 22:07 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LARANTUKA, FLORESPOS.net-Festival Nusa Solor di Pulau Solor, Kabupaten Flores Timur, NTT, tanggal 21-22 Juni 2023 mengusung tema “Tite Kiwan Noon Watan, Tite Kakan Noon Arin”.

Dalam seluruh rangkaian acara, ada satu hal menarik dan terasa sangat penting yang hidup pada momen Festival Nusa Solor kali ini.

Momen itu menghidupkan kearifan lokal terutama anyam yang kerap hilang di tengah pesatnya perkembangan zaman. Hal itu nampak pada kegiatan Workshop Anyam yang dipandu langsung oleh Komunitas Du Anyam.

Ani Teluma, M.M, selaku Fasilitator dan Finance Compliaction Officer mengatakan, Workshop Anyam menjadi media pembelajaran yang baik untuk generasi masa depan melalui tangan-tangan kreatif emak-emak pemilik lontar yang berkecimpung dalam Komunitas Du Anyam.

Baca Juga :  Dasawisma Kembang Sepatu Flores Timur Gelar Natal dan Tahun Baru Bersama
Workshop Anyam yang dipandu langsung oleh Komunitas Du Anyam. Foto: Beatrix Aran

Komunitas Du Anyam berpusat di Jakarta. CEO-nya adalah Hanna Keraf dan kawan-kawan. Sejauh ini, Komunitas Du Anyam membuka diri menjadi fasilitator di sekolah-sekolah apalagi sejak diterapkannya muatan lokal.

“Kami bergerak di bidang anyam melalui tangan-tangan kreatif emak-emak dan kami beruntung mempunyai CEO adalah orang Flores yang ada di Jakarta, Ibu Hanna Keraf dan kawan-kawan,” katanya.

“Komunitas kami membuka diri untuk sekolah-sekolah yang membutuhkan pelatihan anyam apalagi diterapkannya muatan lokal di sekolah,” kata Ani Teluma.

Baca Juga :  Gunung Lewotobi Meletus Malam Ini, Semburkan Lava Pijar

Hadir pada kesempatan itu, Kepala Bidang Pengembangan Seni dan Budaya pada Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Flores Timur, Silvester Petara Hurit memberikan sambutan singkat sekaligus membuka Workshop dengan resmi.

“Banyak kerja kreatif dengan proses yang lama membuat banyak orang tidak betah. Padahal sesuatu yang luar biasa berawal dari hal kecil dan proses yang tidak instan. Butuh meditasi untuk berani menghidupkan kembali kearifan lokal terutama anyam,” kata Silvester.

Peserta terdaftar secara online dan turut aktif mengikuti workshop bersama trainer yang adalah emak-emak pemilik lontar. Banyak kerja-kerja kreatif yang dipajang pada Festival Nusa Solor dan mendapat nilai ekonomi lebih.*

Ditulis oleh: Beatrix Aran/ Editor: Wentho Eliando

Berita Terkait

Komisi IV Serahkan Naskah Akademik Ranperda Pengelolaan DAS ke Ketua DPRD NTT
Wendy Menang Meyakinkan, Pemilihan Ketua RT 01 Wae Sambi Terapkan Metode TPS Keliling
Program GENTING, Pemkab Ende Libatkan Stakeholder Terkait Jadi Orang Tua Asuh
Wujudkan Lingkungan Bersih, Rutan Bajawa Gelar Deklarasi Zero Halinar
Gubernur NTT Apresiasi LPK Musubu Stikes Santa Elisabeth Lela Kirim Tenaga Kesehatan ke Jepang
WALHI NTT Menilai Polres Sumba Timur Mandek Tangani Kasus Tambang Emas Ilegal
Selama Empat Tahun, LPK Musubu Kirimkan 71 Tenaga Kesehatan Asal NTT ke Jepang
WALHI NTT Sebutkan, Komodo Diperdagangkan, Manggarai Timur Jadi Ladang Perburuan Satwa Dilindungi
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 21 April 2026 - 20:34 WITA

Komisi IV Serahkan Naskah Akademik Ranperda Pengelolaan DAS ke Ketua DPRD NTT

Selasa, 21 April 2026 - 12:43 WITA

Wendy Menang Meyakinkan, Pemilihan Ketua RT 01 Wae Sambi Terapkan Metode TPS Keliling

Selasa, 21 April 2026 - 11:51 WITA

Program GENTING, Pemkab Ende Libatkan Stakeholder Terkait Jadi Orang Tua Asuh

Selasa, 21 April 2026 - 06:55 WITA

Gubernur NTT Apresiasi LPK Musubu Stikes Santa Elisabeth Lela Kirim Tenaga Kesehatan ke Jepang

Selasa, 21 April 2026 - 06:50 WITA

WALHI NTT Menilai Polres Sumba Timur Mandek Tangani Kasus Tambang Emas Ilegal

Berita Terbaru

Aloysius Wisu Parera

Opini

Perempuan Manggarai: Memulihkan Mahkota yang Retak

Selasa, 21 Apr 2026 - 12:56 WITA

Opini

Ketika “Kartini” Menjadi Simbol yang Berebut Makna

Selasa, 21 Apr 2026 - 12:07 WITA