LARANTUKA, FLORESPOS.net-Festival Nusa Solor di Pulau Solor, Kabupaten Flores Timur, NTT, tanggal 21-22 Juni 2023 mengusung tema “Tite Kiwan Noon Watan, Tite Kakan Noon Arin”.
Dalam seluruh rangkaian acara, ada satu hal menarik dan terasa sangat penting yang hidup pada momen Festival Nusa Solor kali ini.
Momen itu menghidupkan kearifan lokal terutama anyam yang kerap hilang di tengah pesatnya perkembangan zaman. Hal itu nampak pada kegiatan Workshop Anyam yang dipandu langsung oleh Komunitas Du Anyam.
Ani Teluma, M.M, selaku Fasilitator dan Finance Compliaction Officer mengatakan, Workshop Anyam menjadi media pembelajaran yang baik untuk generasi masa depan melalui tangan-tangan kreatif emak-emak pemilik lontar yang berkecimpung dalam Komunitas Du Anyam.

Komunitas Du Anyam berpusat di Jakarta. CEO-nya adalah Hanna Keraf dan kawan-kawan. Sejauh ini, Komunitas Du Anyam membuka diri menjadi fasilitator di sekolah-sekolah apalagi sejak diterapkannya muatan lokal.
“Kami bergerak di bidang anyam melalui tangan-tangan kreatif emak-emak dan kami beruntung mempunyai CEO adalah orang Flores yang ada di Jakarta, Ibu Hanna Keraf dan kawan-kawan,” katanya.
“Komunitas kami membuka diri untuk sekolah-sekolah yang membutuhkan pelatihan anyam apalagi diterapkannya muatan lokal di sekolah,” kata Ani Teluma.
Hadir pada kesempatan itu, Kepala Bidang Pengembangan Seni dan Budaya pada Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Flores Timur, Silvester Petara Hurit memberikan sambutan singkat sekaligus membuka Workshop dengan resmi.
“Banyak kerja kreatif dengan proses yang lama membuat banyak orang tidak betah. Padahal sesuatu yang luar biasa berawal dari hal kecil dan proses yang tidak instan. Butuh meditasi untuk berani menghidupkan kembali kearifan lokal terutama anyam,” kata Silvester.
Peserta terdaftar secara online dan turut aktif mengikuti workshop bersama trainer yang adalah emak-emak pemilik lontar. Banyak kerja-kerja kreatif yang dipajang pada Festival Nusa Solor dan mendapat nilai ekonomi lebih.*
Ditulis oleh: Beatrix Aran/ Editor: Wentho Eliando










