BAJAWA, FLORESPOS.net-Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR ) Kabupaten Ngada, NTT, kembali melakukan terobosan dengan membangun Jembatan Leko Danga di Desa Bobawa, Kecamatan Golewa Selatan.
Dengan dana sebesar Rp 630.000.000, Dinas yang dikomandoi, Johni Dopo selaku Kepala Dinas itu membangun Jembatan Leko Danga secara swakelola melibatkan Staf pada Dinas tersebut juga masyarakat wilayah Boba Raya.
Bupati Ngada Andreas Paru, Senin (5/6/2023) meletakkan batu pertama pembangunan Jembatan Leko Danga tersebut.
Jembatan ini menghubungkan wilayah selatan Kabupaten Ngada yakni mulai dari Golewa Selatan, Inerie dan Aimere.
Menurut Bupati Andreas Paru Jembatan Leko Danga memang harus dibangun karena pada musim penghujan wilayah tersebut tidak bisa dilalui kendaraan karena selalu terjadi banjir.
Leko Danga yang merupakan kali mati dan rutin setiap musim hujan dilalui banjir besar sungguh menghambat lalu lintas di daerah selatan Kabupaten Ngada.
Dinas Pekerjaan Umum bersama jajarannya mencoba untuk merancang jembatan yang secara teknis memenuhi syarat dan secara anggaran efisiensi.

Hal ini dilakukan karena saat ini Kabupaten Ngada maupun kabupaten lainnya memiliki persoalan fiskal daerah dan menjadi hal yang mengganggu dalam upaya kegiatan pembangunan.
Terobosan dengan memanfaatkan barang-barang sisa proyek yang masih layak secara teknis maka pola tersebut dilakukan.
Melalui pengkajian yang mendalam berkaitan dengan bobot jembatan termasuk kendaraan yang akan melewatinya maka dirinya meletakan batu pertama pembangunan sebagai tanda dimulainya pembangunan swakelola tersebut.
Volume jembatan dengan lebar 5,4 meter dan panjang 12 m bila diproyekan berdasarkan perhitungan proyek jembatan bisa mencapai Rp3,5 miliar namun dengan efisiensi yang dilakukan oleh Dinas PUPR Ngada hanya membutuhkan dana sebesar Rp 630 juta lebih.
Penjabat Kepala Desa Bobawa, Petrus Raga kepada Florespos.net mengatakan, pihaknya berterima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Ngada yang melakukan inovasi dalam kaitan dengan persoalan sarana transportasi berupa jalan dan jembatan yang dihadapi masyarakat desanya.
Walaupun dengan keterbatasan dana, Pemerintah Kabupaten Ngada melakukan upaya dan terobosan sehingga persoalan yang dihadapi masyarakat dapat teratasi.
Masyarakat wilayah Boba Raya tentunya sangat mendukung apa yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Ngada ini karena masalah ketiadaan jembatan ini sungguh mempengaruhi aktivitas masyarakat.
Lokasi Puskesmas misalnya apabila ada pasien yang butuh penanganan darurat juga terkendala akibat ketiadaan jembatan tersebut.
Masyarakat tentunya akan turut membantu mensukseskan proses pembangunan jembatan ini karena merupakan hal yang dinantikan.
Pihaknya juga mengharapkan agar proses pembangunan jembatan dapat selesai sebelum musim hujan tiba sehingga masyarakat dapat memanfaatkannya terutama yang melintas jalur jalan Pantai Selatan Kabupaten Ngada.
Pantauan Florespos.net, peletakan batu pertama pembangunan Jembatan Leko Danga itu dihadiri Kadis PUPR, Johni Wou Dopo, pimpinan perangkat daerah, Kepala Desa Bobawa, masyarakat dan para Kepala Bidang, Pegawai pada Dinas PUPR Kabupaten Ngada.*
Penulis: Wim de Rozari/Editor: Anton Harus










