ENDE, FLORESPOS.net-Kota Ende, Ibu Kota Kabupaten Ende, Provinsi NTT adalah salah satu kota di Indonesia yang menjadi tempat pembuangan Bung Karno. Di Kota Ende, Bung Karno menjalani masa pembuangan sejak tahun 1934-1938.
Di kota kecil yang jauh dari pusat negara ini, Bung Karno bergaul dengan masyarakat, merenung dan menemukan lima butir mutiara yang kemudian dijadikan dasar negara.
Sejarah ini kini diakui secara nasional dan dunia. Ende adalah kota rahim Pancasila sebagai dasar negara ini.
Saat ini Kota Ende adalah salah satu kota bersama 21 kota di Indonesia masuk dalam jaringan kota tapak sejarah Bung Karno yang akan dideklaraskian pada pertengahan Juni 2023.
Kepala Dinas P dan K Ende, Mensi Tiwe mengatakan dirinya mewakili Bupati Ende dalam kegiatan di Blitar, Jawa Timur untuk mempresentasekan bahwa Ende adalah Rahim Pancasila.
“Pekan lalu, saya mewakili bupati ke kota Blitar mempresentasekan Ende sebagai kota rahim Pancasila di hadapan panitia dan 21 Kabupaten Kota. Puji Tuhan, Ende diberikan kesempatan pertama dan semua mengakui itu”.
Kata Kepala Dinas P dan K Ende, Mensi Tiwe kepada Florespos.net, pada sela-sela Parade Kebangsaan, Rabu (31/5/2023) lalu.
Mensi mengatakan, Ende masuk dalam kota tapak sejarah karena pada tahun 1934-1938, Bung Karno pernah hidup di Ende. Fakta sejarah ini telah dipresentasekan oleh Kepala Dinas P dan K Ende di hadapan panitia diakui oleh 21 kabupaten/kota lain.
Ende memiliki keistimewaan tersendiri dengan kota lain sehingga diakui dan layak jadi kota rahim Pancasila.
Kepala Dinas P dan K Ende mengatakan, jaringan kota tapak sejarah Bung Karno ini akan dideklarasikan pada pertengahan Juni 2023.
“Bupati akan mengikuti deklarasi di Blitar pada tanggal 19-21 Juni 2023. Ende adalah salah satu kota tapak sejarah Bung Karno,” kata Kadis Mensi Tiwe.*
Penulis: Willy Aran/Editor: Anton Harus










