Pemda Nagekeo Raih Penghargaan Daerah Pengendali Malaria Terbaik dari Kemenkes - FloresPos Net

Pemda Nagekeo Raih Penghargaan Daerah Pengendali Malaria Terbaik dari Kemenkes

- Jurnalis

Selasa, 11 Juli 2023 - 16:29 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MBAY, FLORESPOS.net – Pemerintah Daerah Kabupaten Nagekeo, mendapat sertifikat eliminasi malaria tingkat kabupaten dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI pada hari puncak malaria sedunia 2023.

Dengan penerimaan penghargaan tersebut, Nagekeo tercatat sebagai daerah pengendaliaan penyakit malaria terbaik.

Sertifikat diberikan hanya satu kali kepada kabupaten yang sudah berhasil mengendalikan penyakit malaria

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Nagekeo, drg Emirentiana Reni Wahjuningsih, Kepada Wartawan Selasa (11/7/2023).

Dijelaskan Renny Sertifikat bebas malaria itu diserahkan Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes RI DR dr Maxi Rein Rondonuwu kepada Wakil Bupati Nagekeo Marianus Waja bersamaan lima provinsi dan 50 kabupaten dan kota lainnya.

Baca Juga :  Maria Octaviana Moi Terpilih Menjadi Puteri Pendidikan Provinsi NTT 2023

Acara tingkat nasional itu dilaksanakan di IKN Nusantara, Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur.

Emirentiana menerangkan sertifikat eliminasi malaria diberikan berdasarkan asesmen standar operasional penanganan (SOP) dan pemantauan selama dua tahun.

Adapun asemen administrasi, asesmen penanganan hingga wawancara langsung masyarakat. “Salah satu kecamatan yang diambil sampel adalah Mauponggo,” Ujarnya.

Menurut Mantan Kadis Kesehatan Ngada ini bahwa sertifikat diperoleh untuk mempertahankan tidak terjadi kasus malaria di Kabupaten Nagekeo. Pihaknya mewaspadai terjadinya mobilitas orang dari wilayah endemis malaria seperti Papua, Maluku dan wilayah NTT misalnya daratan Sumba.

Setiap orang yang datang dari wilayah endemis harus diperiksa kemungkinan membawa plasmodium malaria dengan cara Rapid Diagnostic Test (RDT).

Baca Juga :  Desak Pemkab Manggarai Barat Batalkan Pembangunan Jembatan Wae Impor

Bupati Nagekeo dr Johannes Don Bosco Do berharap eliminasi malaria ini dapat dipertahankan secara terus menerus melalui kesiapsiagaan pengendalian mobilitas orang dari daerah endemi malaria. “Kita tidak melarang orang keluar-masuk. Tetapi kita mengecek darah dan residensial harus dipastikan bebas malaria,” kata Bupati Don.

Bupati Don meminta setiap warga yang keluar masuk ke Nagekeo harus melaporkan diri ke RT atau pemerintah desa untuk selanjutnya memastikan kesehatan oleh petugas di puskesmas. “Surveilans itu sangat penting. Sehingga pemerintah desa dan bidan desa harus mengamati secara sistematis dan terus menerus,” ujarnya.*

Penulis:Arkadius Togo/Editor: Anton Harus

Berita Terkait

Beras Pemda Manggarai Barat Sisa 44 Kg, Lainnya Dimakan Burung
DPRD Sikka Minta Efisiensi Anggaran Jangan Sentuh Sektor Pendidikan, Kesehatan dan Pertanian
Sudah Sepekan, DLH Ende Belum Sampaikan Hasil Kajian Dampak Lingkungan Pabrik Tahu Tempe Krakatau Lokoboko
Kejari Sikka Geledah Kantor PUPR dan Setda Sikka Terkait Proyek Watergen di Desa Semparong
Bupati Sikka Apresiasi Program Implementasi Layanan Primer CSR Astra di Pustu Tebuk dan Bloro
Penjualan Minyak Tanah Subsidi di Pasar Capai Rp 8.000 Per Liter, Satpol PP Ende Turun Lakukan Penertiban
Dosen dan Mahasiswa Prodi Bahasa Inggris IKTL Terlibat dalam Pameran Pendidikan Flotim 2026
Capaian Sementara Investasi 2026 di Manggarai Barat 68,43 Persen
Berita ini 40 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 10:22 WITA

Beras Pemda Manggarai Barat Sisa 44 Kg, Lainnya Dimakan Burung

Kamis, 5 November 2026 - 19:26 WITA

DPRD Sikka Minta Efisiensi Anggaran Jangan Sentuh Sektor Pendidikan, Kesehatan dan Pertanian

Kamis, 5 November 2026 - 18:07 WITA

Sudah Sepekan, DLH Ende Belum Sampaikan Hasil Kajian Dampak Lingkungan Pabrik Tahu Tempe Krakatau Lokoboko

Rabu, 4 November 2026 - 19:44 WITA

Kejari Sikka Geledah Kantor PUPR dan Setda Sikka Terkait Proyek Watergen di Desa Semparong

Rabu, 4 November 2026 - 15:50 WITA

Penjualan Minyak Tanah Subsidi di Pasar Capai Rp 8.000 Per Liter, Satpol PP Ende Turun Lakukan Penertiban

Berita Terbaru