Desak Pemkab Manggarai Barat Batalkan Pembangunan Jembatan Wae Impor - FloresPos Net

Desak Pemkab Manggarai Barat Batalkan Pembangunan Jembatan Wae Impor

- Jurnalis

Rabu, 16 Juli 2025 - 11:08 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LABUAN BAJO, FLORESPOS.net-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manggarai Barat (Mabar), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) didesak batalkan pembangunan Jembatan Wae Impor antara lain karena akses kiri kanan jembatan belum siap.

Ketua Fraksi Gerindra DPRD Mabar, Martinus Warus menegaskan itu kepada Florespos.net, usai sidang paripurna 14 Dewan setempat di Labuan Bajo, Senin (14/7/2025).

Kata dia, Jembatan Wae Impor berada di antara Desa Compang Suka Kecamatan Kuwus dan Desa Compang Kecamatan Kuwus Barat. Dua kecamatan itu bagian dari wilayah Daerah Pemilihan (Dapil) Dua Mabar.

Sesaat sebelumnya pada sidang paripurna 14 DPRD Mabar Tahun Sidang 2025, khusus pada sesi tanggapan lisan, Martinus Warus, Ketua Fraksi Gerindra berkali-kali mengingatkan Pemkab Mabar untuk tidak memaksa pembangunan Jembatan Wae Impor di Dapil Dua di 2025.

Baca Juga :  Tekan Stunting, IFG Bantu Paket Pangan Lokal untuk 5 Desa di Manggarai Barat

Warus berdalil, antara lain akses kiri kanan menuju lokasi Jembatan Wae Impor belum siap. Dari Desa compang Suka sekitar setengah kilo meter (km) belum siap, dari desa sebelahnya (Desa Sompang) juga belum siap, kurang lebih satu setengah kilo meter. Arus Wae Impor juga terjal.

Masih Warus, semestinya Pemkab Mabar terlebih dahulu mengatasi begitu banyak masalah urgen yang dihadapi masyarakat di Dapil Dua ketimbang bangun Jembatan Wae Impor. Karena itu, perlu kaji ulang pembanguan Jembatan Wae Impor.

“Untuk itu, Pemkab Mabar sebaiknya memprioritaskan penyelesaian persoalan urgen yang tengah dihadapi masyarakat di sana Dapil Dua. Dan terkait ini juga sudah dibahas di Banggar DPRD Mabar,” tegasnya.

Baca Juga :  Gunung Api Anak Ranaka di Manggarai NTT Naik Status Ke Level Waspada

Paripurna yang dilaksanakan  di ruang rapat utama DPRD Mabar itu beragendakan penyampaian Jawaban Pemerintah atas Pemandangan Umum Fraksi-Fraksi DPRD Mabar Terhadap Pengantar Nota Keuangan Atas Rancangan Perubahan Anggaran Pendapatan Dan Belanja Daerah Kabupaten Manggara Barat Tahun Anggaran 2025. Jawaban Pemkab Mabar disampaikan Sekda Fransiskus Sales Sodo.

Seperti dipaparkan Sekda, salah satu isi jawaban Pemkab Mabar bahwa pembangunan Jembatan Wae Impor senilai Rp. 1,5 miliar tetap dilaksanakan Tahun 2025, khusus untuk penyediaan bangunan bawah, dan saat ini sedang dalam proses perencanaan yang akan berakhir pada akhir Agustus 2025.

Sidang dipimpin Ketua DPRD Mabar, Benediktus Nurdin, dihadiri jajaran Pemkab dan DPRD Mabar. *

Penulis : Andre Durung

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

Berharap Pendapatan RSUD, Target APBD-P Flores Timur Tahun 2026 Naik Rp 5,7 Miliar
Huntap Buat Warga Terdampak Gempa Flores di Sikka Segera Dibangun untuk Tahap Pertama
Bantuan Stimulan Pembangunan Rumah Rusak di Sikka Dampak Gempa Flores Siap Dikucurkan
Kemenpar Perkuat Kompetensi dan Keselamatan Wisata Bahari melalui Sertifikasi Pemandu Snorkeling Level III
Elnino, Padi Sawah Manggarai Barat Terancam Gagal Panen, Apen: Mata Air Kering
Pendampingan Psikososial dan Bahan Bacaan Bagi Murid SDI Butata Nagekeo, Kerja Bareng Yaspora NTT dan PKBM Bintang Floresta
Wabup Ngada Terima Bantuan Rp1,2 Miliar dari Kemenko Pangan 
Tim Psikososial Kevikepan Bajawa Dampingi Anak dan Remaja Terdampak Gempa
Berita ini 2,199 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 26 September 2026 - 21:20 WITA

Berharap Pendapatan RSUD, Target APBD-P Flores Timur Tahun 2026 Naik Rp 5,7 Miliar

Sabtu, 26 September 2026 - 18:35 WITA

Huntap Buat Warga Terdampak Gempa Flores di Sikka Segera Dibangun untuk Tahap Pertama

Sabtu, 26 September 2026 - 18:30 WITA

Bantuan Stimulan Pembangunan Rumah Rusak di Sikka Dampak Gempa Flores Siap Dikucurkan

Sabtu, 26 September 2026 - 16:21 WITA

Elnino, Padi Sawah Manggarai Barat Terancam Gagal Panen, Apen: Mata Air Kering

Sabtu, 26 September 2026 - 16:03 WITA

Pendampingan Psikososial dan Bahan Bacaan Bagi Murid SDI Butata Nagekeo, Kerja Bareng Yaspora NTT dan PKBM Bintang Floresta

Berita Terbaru

Opini

Doxing, Luka Psikologis, dan Krisis Empati di Ruang Digital

Minggu, 27 Sep 2026 - 12:58 WITA